Loving You 2: Wanita Pengganti

Loving You 2: Wanita Pengganti
Cinta Dan N*fsu


__ADS_3

"Jika aku bisa, aku ingin jatuh cinta pada pria yang baik dan setia yang juga mencintai aku, tapi apa aku bisa memilih ketika hatiku berhenti hanya padamu, padahal aku tahu kamu pria brengsek Alden.."


Airin tak menyadari jika kata tuan yang selalu dia sematkan telah menghilang, mata Airin hanya terpaku pada Alden.


"Bagaimana rasanya?"


Airin mengerutkan keningnya "Bagaimana kau tau kau mencintaiku?"


"Entahlah, mungkin seperti aku ingin selalu melihatmu dan bersamamu, meski tau kamu pria brengsek, melakukan yang terbaik meski kau pria brengsek, menjadikan kau kekasihku meski kau pria brengsek.. menyukai semua tentangmu meski kau pria brengsek!" Selama Airin mengatakannya mata Alden tak pernah lepas darinya, menatapnya dalam,hingga Alden melihat ada bayangan dirinya di mata Airin, dan rasanya menyejukkan.


"Aku bahkan tak pernah tau rasanya mencintai begitu menyakitkan, tapi aku tetap saja mencintaimu"


"Aku tidak akan menyerah hingga kau membuangku, aku tidak akan membencimu hingga kau membuangku.. jadi jika kamu ingin aku melupakanmu, lepaskan aku, buanglah aku!.."


"Meski aku tak yakin apakah aku akan melupakanmu tapi bukankah itu hakku, perasaanku milikku sendiri, hanya saja jika aku sudah pergi aku tidak akan mengganggumu tentang perasaanku.."


Airin tertegun, Airin membeku saat tiba- tiba Alden menariknya ke dalam dekapan nya.

__ADS_1


"Aku tidak tahu.. aku tidak tahu.. aku hanya tak bisa melepaskanmu, meski aku ingin" dulu Alden pernah kecewa saat mencintai, dan kini hatinya membeku bahkan tak bisa merasakan apa dia mencintai atau tidak.


Dan kenyataan bahwa dia tetap tak bisa bersama wanita yang dia inginkan meski dia jatuh cinta padanya membuatnya menutup hatinya.


"Kenapa?" Airin berkata lirih, Alden masih memeluknya, pelukan yang Airin rasa berbeda terasa hangat dan nyaman, seolah dia merasakan perasaan Alden padanya, meski dia tak tahu perasaan apa itu. "Jika kamu tidak bisa membalasku, lepaskan aku Alden, biarkan aku menutup perasanku dan menghilangkannya"


"Apa semudah itu?"


Airin menggeleng "Tidak.. tidak semudah itu, tapi setidaknya aku tak perlu sakit saat melihatmu dengan wanita lain.." Alden terkekeh..


"Bisakah kamu tetap bersamaku meski aku terus menyakitimu"


Alden diam, tidak bisa, dia tidak bisa membiarkan Airin pergi.. Airin miliknya.


"Aku.." Alden menelan ludahnya "Aku hanya tak bisa melepaskan mu, apakah itu bisa di sebut cinta?"


Airin tersenyum miris, mengapa semuanya jadi begini.."Aku rasa itu bukan cinta, itu sebuah nafsu demi memuaskan hasratmu saja.." Airin menundukan kepalanya, benar bukan dia tidak bisa menggapai Alden, namun jika dengan begini dia tetap bisa bersama Alden bisakah dia terus bertahan?.

__ADS_1


Bisa, asalkan Alden berhenti menyakitinya, namun jika Alden berhenti, perasaan cintanya akan semakin besar.


Airin menghela nafasnya, meski begitu rasa cintanya tetap saja semakin besar, spertinya semua terbalik, dan yang terjadi semakin Alden menyakitinya Airin semakin mencintainya.."Aku akan mandi dulu, jika ingin melakukannya bisakah kau menunggu" Airin pergi dengan cepat setelah sebelumnya mendorong sebuah kertas ke dalam kolong ranjang dengan kakinya.


Airin menutup dan menyandarkan dirinya di depan pintu, lalu setelah beberapa kali menghela nafasnya Airin bergegas untuk mandi, bukankah itu tujuan Alden datang padanya untuk memuaskan nafsunya jadi dia tak boleh membuat Alden menunggu lama.


Alden masih duduk menunduk di atas ranjang dengan tangan mengepal, sial apa yang barusaja dia lakukan, apa yang dia katakan, untuk apa dia membuat Airin membencinya jika akan mengatakan semua omong kosong ini.. tapi kenapa dia tak bisa membiarkan Airin pergi saja.


Seolah hatinya yang menginginkan Airin terus bersamanya meski akan terus tersakiti, bukankah dia egois?


....


Jangan Like..


Gak usah Komen..


Gak Vote juga gak papa..

__ADS_1


Karena akan tetap di up sampai tamat karena ini sudah kontrak😅


__ADS_2