Loving You 2: Wanita Pengganti

Loving You 2: Wanita Pengganti
Hamil..?


__ADS_3

"Jadi mereka akan menikah? benarkah?" Anna keluar dari kamarnya saat Mendengar Airin dan Alden akan menikah.


"Ya.. ini undangannya" Roland menggoyangkan sebuah undangan berwarna merah maroon ke arah Anna.


"Oh, wow.. Alden bisa meluluhkan hati Airin?"


Roland mengangguk "Tapi Honey, ada syarat Alden untuk kita.."


Anna mengeryit "Apa?"


"Jangan menyinggung soal anak di depan Airin!"


Anna mengangguk "Mungkin Airin masih bersedih karena kehilangan bayinya." Anna masih melihat undangan mewah bertinta emas menggores nama Alden dan Airin di dalamnya, undangan yang mewah dan elegan, di dalamnya ada foto dari dua sejoli yang akan menikah beberapa hari lagi.


Roland menggeleng "Itu karena, Airin tidak akan bisa mengandung.." Anna tertegun, lalu menjatuhkan undangannya.


"Astaga!"


"Bagaimana bisa?" Roland menghela nafasnya.


"Entahlah, tapi Alden hanya mengatakan itu, mungkin dia takut pertanyaan itu menyakiti Airin."


"Oh, Airin yang malang.." Anna menutup mulutnya, lalu air matanya menetes.


Roland menghela nafasnya "Kenapa menangis? akhir- akhir ini kamu sangat cengeng honey.."


Anna mencebik "Jelas saja aku menangis, itu sangat menyedihkan.."


Roland menghembuskan nafasnya lelah, bukan hanya kali ini Anna menangis, tapi beberapa hari ini Anna sering menangis tanpa alasan..


Roland bahkan di buat pusing karena Anna menangis hanya karena dia menumpahkan kopi buatan Anna tanpa sengaja, lalu Anna marah dan mengatakan bahwa Roland tidak menghargai kopi buatannya.


Kemudian Anna menangis hanya karena Roland pergi ke kantor tanpa membangunkannya yang masih terlelap, sebenarnya Roland tidak tega membangunkan Anna karena malamnya mereka sudah bercinta, dan Anna pasti kelelahan karena ulahnya.


Namun Anna marah dan menangis saat bangun tanpa melihat Roland disisinya.


"Lalu Airin berada di mana sekarang?"


"Tentu saja di rumahnya." Roland melepas jasnya lalu merenggangkan dasinya, dia baru saja pulang kerja.


"Ayo kita kesana.." Roland menghentikan gerakannya lalu menoleh ke arah Anna.


"Sekarang?" Anna mengangguk, dengan menampilkan wajah lucu.


Roland terkekeh lalu mencubit pipi Anna yang dia rasa semakin menggembung. "Tidak sekarang Honey.."


"Oh, ayolah.. Sayang.. aku ingin tahu bagaimana kabarnya.."


Roland tetap menggeleng, Anna mecebikkan bibirnya lalu menghentakkan kakinya berjalan ke arah kamar lalu membanting pintu.


Roland berjengit lalu mengelus dadanya karena terkejut, lihat bukan Anna marah lagi.


Roland mengetuk pintu, yang ternyata terkunci dari dalam "Honey, kamu tidak membiarkan aku masuk?"


Anna diam tanpa kata di dalam kamar "Kamu serius?" Roland mengeram ini harus segera di hentikan tingkah Anna membuatnya serasa di abaikan, wanitanya itu terus merah saja lalu tiba- tiba menangis, ayolah pernikahan mereka bahkan baru genap satu bulan, dan sekarang sudah sering bertengkar, bukan bertengkar sungguhan hanya Anna yang lebih banyak marah padanya.

__ADS_1


"Ayolah Honey, tidak bisa hari ini karena Alden mengatakan besok mereka akan kemari.."


"Benarkah..?" Anna membuka pintu bahkan saat Roland belum selesai bicara.


Dan rautnya kini sudah baik- baik saja.


"Hmm.. Alden bilang dia akan makan malam bersama kita dan Ben sebelum menikah.."


Anna tersenyum "Itu bagus.." Anna akan menutup pintu namun Roland mencegahnya.


"Sudah bukan?, sekarang kita harus memeriksa dirimu." Roland membawa Anna berjalan ke arah pintu.


"Periksa apa?"


"Kamu terlalu sering menangis dan marah tanpa alasan kau tahu, aku sungguh lelah.."


Anna mengeryit lalu menghempaskan tangan Roland "Kau fikir aku gila!"


"Astaga, Honey.. aku tidak bilang begitu.."


"Lalu apa? menangis dan marah tanpa alasan bukankah itu dilakukan oleh orang tak waras, aku tidak seperti itu!" Anna pergi ke arah kamarnya lalu kembali menutup pintu dengan keras.


Roland meremas rambutnya, frustasi, jika terus begini dia yang jadi tidak waras..


"Astaga.."


Bel berbunyi saat Roland akan mendudukan dirinya di sofa "Siapa yang datang" Roland berjalan ke arah pintu lalu melihat layar yang menunjukan siapa tamu yang datang, Roland membuka pintu setelah tahu siapa yang datang.


"Mom?" Roland memeluk Mommynya, sedangkan sang Mommy mendengua melihat penampilan Roland yang kusut.


Roland berdecak "Terserah, menantu mu sedang marah padaku"


"Lalu kesalahan apa yang kau lakukan?" Roland mengikuti Jesseline masuk ke dalam rumahnya.


"Aku tidak melakukan apapun Mom, dia marah lalu menangis tanpa sebab, bahkan hanya karena aku menumpahkan kopi buatannya.."


Jesseline menghentikan langkahnya lalu berbalik ke arah Roland "Benarkah?"


Roland mengangguk dramatis.


"Itu bagus sekali!" serunya dan Roland membelalakan matanya saat Mommynya terlihat senang, apa dia senang dia menderita.


Jesseline berbalik arah dan keluar dari penthaose milik Roland "Tunggu Mom sebentar!"


...


Malamnya Roland dan Anna pergi ke sebuah restoran yang sudah di pesan Alden untuk pertemuan mereka, disana sudah ada Ben dan Vero yang sudah berperut buncit, usia kandungannya sekitar lima bulan.


"Hai, Airin dan Alden belum tiba?" Anna memeluk Vero.


"Belum, mereka bilang sedang di perjalanan.."


Anna mengangguk lalu duduk di sebelah Vero, dengan Roland yang terus mengawasi dan memastikan Anna selalu aman, Roland bahkan dengan lembut membantu Anna untuk duduk.


"Bagaimana keponakanku?" Anna mengelus perut Vero.

__ADS_1


"Baik, berat badanku bertambah Ann.."


"Tidak masalah yang penting bayimu sehat.." Vero mengangguk.


Anna melihat ke arah Roland yang juga melihatnya dengan senyuman, sejak mengetahui Anna mengandung Roland tak berhenti tersenyum bahkan menatap Anna penuh cinta, ya.. mood Anna yang naik turun adalah hormon yang biasa di alami ibu hamil, dan wajar terjadi, kemarin Jesseline kembali dengan berbagai merk testpack yang di belinya di apotik terdekat, dan memberikan semuanya pada Anna, tak sia- sia semua testpack yang di gunakan Anna bergaris dua, Jesseline bersorak senang sedangkan Roland sempat terkejut bahwa terong ungunya benar- benar ampuh dalam menghasilkan bibit terbaik, dan terbukti dengan Anna yang langsung hamil saat usia pernikahan mereka baru saja satu bulan.


Anna memerah di perhatikan Roland seintens itu, meski mereka sudah menikah tetap saja perlakuan Roland terkadang memang membuat Anna masih malu- malu "Ada apa dengan kalian" Ben melihat Anna dan Roland hanya tersenyum tanpa menjawab mencebikkan bibirnya.


"Kalian seperti ABG yang baru pacaran" dengusnya.


"Sepertinya setiap hari aku jatuh cinta pada istriku ini.." Roland mengecup tangan Anna yang sejak tadi di genggamnya.


Anna memukul pelan lengan Roland sambil tersipu "Kami baru dapat kejutan, kemarin" gumam Anna namun masih dapat di dengar oleh Vero dan Ben.


"Apa itu..?" tanya keduanya penasaran.


"Aku akan menjadi ayah" seru Roland dan sontak saja membuat Ben dan Vero bersorak bahagia mendengarnya.


"Oh, selamat dude!" Ben menepuk bahu Roland, sedangkan Vero memberi pelukan pada Anna..


"Selamat aku ikut senang untukmu.."


"Sepertinya kalian sedang bahagia.." Alden dan Airin baru saja datang dan membuat suasana menjadi hening.


"Ada apa..?" Alden bertanya saat tiba- tiba semuanya menjadi diam.


Anna menelan ludahnya, dia teringat perkataan Roland tentang kondisi Airin dan mereka yang tak di perbolehkan menyinggung soal anak, di depan Airin.


"Airin, bagaimana kabarmu?" Anna memilih mengalihkan pembicaraan.


"Aku baik, maaf terakhir kali aku pergi begitu saja" Airin memeluk Anna.


"Tidak masalah, yang penting semuanya sudah membaik, selamat untuk pernikahanmu"


Airin tersenyum, "Terimakasih" Airin melihat Vero yang juga tersenyum lalu memeluknya "Bagaimana bayimu?" Airin mengelus perut Vero "Berapa usianya sekarang?"


"Sekita 21 minggu" jawab Vero, Airin tersenyum penuh binar.


Alden melihat Airin menatap perut Vero penuh damba hanya menghela nafasnya, dan mendorong pelan pinggul Airin untuk segera duduk.


"Duduk Baby.."


Airin tersenyum lalu duduk di kursi yang sudah di tarik oleh Alden


"Jadi, apa yang membuat kalian begitu senang?" tanya Airin lagi setelah mereka duduk di tempat masing- masing.


...


Maaf kalau ada typo🙏


Like..


Komen..


Vote..

__ADS_1


__ADS_2