Loving You 2: Wanita Pengganti

Loving You 2: Wanita Pengganti
Aku Hanya Wanita Pengganti


__ADS_3

"Kamu mencari Roland?" Airin bertanya pada gadis di sebelahnya, yang langsung tersenyum canggung.


"Tidak, aku tidak mencarinya"


"Dia pergi kearah barat" Airin menunjuk sebelah barat vila, yang mengarah ke pantai.


"Sudah ku bilang aku tidak mencarinya.."


Airin tersenyum sambil berdecak, sudah jelas gadis itu terlihat mencari seseorang dan siapa lagi kalau bukan Roland.


"Ya, kita memang tidak boleh mencari mereka, hanya saat mereka butuh barulah kita berguna" Airin teringat perkataan Alden tadi dan membuatnya merasa miris dengan keadaannya.


"Kau tidak marah?" Airin menoleh ke arah kekasih Roland itu.


"Marah?"


"Ya, bukankah Alden kekasihmu, dia bahkan bercinta di depanmu" wajah gadis itu terlihat tidak enak saat bertanya seperti itu, tapi Airin tersenyum mengerti dan hanya menggeleng


"Aku bukan kekasihnya.. aku hanya sama seperti mereka aku wanita pengganti, yang akan mereka ganti ketika mereka bosan.."


"Kamu tahu, mereka tidak akan mau terikat sebuah hubungan karena mereka suka kebebasan, dan lihat itu" Airin menunjuk Ben "Dia saja yang sudah bertunangan masih bisa main dengan wanita lain, dan gilanya lagi tunangannya sama saja.."


"Hah.. sama saja?" gadis di sebelahnya terheran, hingga Airin terkekeh.


"Kau fikir dengan siapa Roland pergi kearah barat?" mata Airin menggerling menggoda, dan suka sekali saat melihatnya semakin linglung lalu berkata..


"Caroline.." Airin mengangguk dan selanjutnya gadis di sebelahnya berkata sesuatu yang membuat Airin ingin tertawa.


"Sepertinya hanya aku yang waras disini" ya dia benar, semua orang disana tidak waras termasuk dirinya yang rela menyakiti diri sendiri, mencintai pria yang sama sekali tidak mencintainya.


"Karena kau waras, dan aku juga perlu kewarasan.." Airin menjulurkan tangannya dan di sambut gadis cantik di sebelahnya "Aku Airin.. Airin Joseane"

__ADS_1


"Aku Anna"


"Kau sungguh kekasih Roland..?" tanya Airin penasaran, Airin tak percaya sang casanova mengakui seorang wanita sebagai kekasihnya.


"Seharusnya.." katanya sambil mengedikkan bahu.


"Aku rasa, kau tak bisa membiarkan dia dengan Caroline, jika benar kau kekasihnya.. harusnya kejar dia kesana." Airin berkata dengan semangat saat tahu Anna benar kekasih Roland, bukankah seorang kekasih tidak boleh membiarkan kekasihnya pergi dengan wanita lain.


Anna menyeringai "Aku tidak mau main jambak, kalaupun aku menang tetap saja aku akan merasakan sakit dulu.." Airin menatap tak percaya pada Anna, apa itu artinya Anna akan diam saat Roland di goda wanita lain.


"Tak punya malu" dengus Anna.


"Kenapa kau mau jadi wanita pengganti..?" tannyanya lagi.


Airin melihat ke arah Anna yang menatapnya penasaran "Ada kalanya dalam hidup kita tak bisa memilih, ada sesuatu yang mengharuskan ku melakukan ini" Airin menunduk, merasa sedih Lalu dengan cepat Airin mengembalikan rautnya "Aku masih beruntung hanya Alden yang menyentuhku, aku tak perlu menjajakan diri dengan orang lain, setidaknya uang darinya cukup banyak, Yah.. aku tak seserakah itu.." Airin terkekeh merasa lucu saat dia mengakui dirinya hanya sebatas wanita pengganti, bahkan uang yang setiap kali Alden berikah belum pernah dia sentuh kecuali untuk biaya neneknya melakukan operasi.


"Kau menyukainya?" Airin mendengar nada serius dari ucapan Anna,


Lalu Airin melihat Anna yang melihat Ben sedang berciuman dengan wanita yang tadi ikut memanggang daging.


Anna mendengus, dan membuat Airin tertegun dengan ucapannya selanjutnya "Kau salah, justru pria-pria macam mereka yang tak berharga, mempermainkan wanita lalu menjadikan mereka budak, dan tidak jarang melakukan ONS, cih.. jika aku jadi kau aku tak akan mau jadi budaknya"


Airin terkekeh "Jika saja aku bisa memilih, aku juga tak mau.. lalu Anna bagaimana denganmu bukankah kau juga kekasih Roland..?" tentu saja jika Airin bisa dia tak mau hanya sekedar jadi wanita pengganti, namun bolehkan dia jadi kekasih Roland.


"Ya, aku menyesal.." Tiba- tiba Anna berdiri dan berteriak dengan lantang..


"Heh, kalian! jika kalian tidak lapar, jangan halangi kami yang butuh makan, sana bercinta di kamar kalian masing-masing.. menjijikan" Anna pergi kearah pemanggang dimana ada Ben yang masih terpaku di tempatnya, Anna mengambil daging yang baru selesai di panggang "Heh, kau!" Anna menunjuk Ben "Aku mengawasi mu!" Anna menunjuk matanya lalu menunjuk Ben, Anna bicara penuh ancaman lalu kembali kearah Airin yang menganga tak percaya.


Anna kembali ke kursinya tak di pedulikan tatapan Ben, termasuk Airin yang masih terpesona dengan apa yang di katakan Anna "Ayo makan, aku sudah mengantuk, mau makan jam berapa jika mereka terus main-main"


"Kau sungguh berani?" Airin berkata dengan takjub, lalu mulai memasukan potongan daging ke mulutnya.

__ADS_1


"Kenapa tidak, aku ini kekasih Roland.. ingat ini kekasih! jika Roland melakukan itu, maka aku tidak akan tinggal diam" Anna menekankan kata- katanya, Airin bahkan melihat Dada Anna naik turun dan Airin rasa dia sedang marah.


Entah apa yang Anna fikirkan Airin tak tahu, namun Anna benar- benar hebat dalam menyalurkan amarahnya.


Airin melihat dari arah barat dimana Roland tadi pergi dan sekarang pria itu sudah kembali "Roland.. datang" Anna mendongak melihat Roland yang berjalan ke arah mereka namun Anna hanya mendengus.


Airin tersenyum canggung saat melihat Roland semakin mendekat "Aku duluan.." Airin berbisik ke arah Anna, sekilas matanya menatap Alden yang melihat ke arahnya dengan tatapan datar, Airin menipiskan bibirnya dan masuk ke dalam Vila.


Airin terus berjalan ke arah kamar namun saat sudah dekat Airin melewati kamarnya, dan memilih keluar Vila, melihat sekitarnya terlihat sepi, para pelayan sudah pergi ke rumah yang Alden sediakan untuk para pelayan.


Melihat- lihat sekitar Vila dan menikmati keindahan dimalam hari, dari kejauhan nampak lautan yang terlihat hitam yang hanya tersinari cahaya bulan, mengingat kejadian di dalam sana Airin menghela nafasnya, harusnya Airin seberani Anna dalam menunjukan perasaannya dan setangguh Anna saat bicara.


Airin kembali tersenyum saat mengingat Anna bahkan berteriak ke arah Ben.


Untuk beberapa saat Airin berjalan- jalan bahkan tanpa terasa kakinya mendekat ke pantai,Airin melepas sandalnya dan merasakan pasir yang terasa dingin dan kasar mengenai kakinya.


Airin memejamkan matanya sesaat menikmati hembusan angin malam.


Airin terlalu menikmati keindahan pantai hingga tak terasa waktu sudah larut, setelah merasa cukup Airin melangkah kembali ke Vila, dan mengedarkan pandangannya, merasa sepi Airin memilih beristirahat di kamarnya tepatnya kamar Alden, apakah Alden juga sudah beristirahat di kamar mereka.


Namun Airin salah saat melihat Alden yang masih menggandeng wanita yang sejak tadi bersamanya ke arah kamar.. bukan kamar mereka , namun kamar lain yang Airin yakin di tempati wanita yang sedang tertawa kecil saat Alden membisikan sesuatu di telinganya.


Pandangan Alden dan Airin bertemu saat Alden akan menutup pintu, tatapan Alden pada Airin masih sama datar dan dingin sedangkan Airin hanya bisa terpaku di tempatnya melihat Alden yang tertelan pintu.


Airin memejamkan matanya saat melihat pria yang dia sukai, bukan.. tapi Airin cinta pergi ke kamar wanita pengganti lainnya, yang juga akan melakukan tugasnya.


Airin melanjutkan langkahnya dengan lunglai dan pergi ke arah kamar Alden yang dia tempati.


...


Like..

__ADS_1


Komen..


Vote..


__ADS_2