
Airin mengenakan seragam pelayannya, dan bersiap untuk bekerja, rumah besar itu sudah di sulap menjadi aula yang mewah ulang tahun sang tuan besar yang ke 58 tahun ini sangat meriah, dan desas desus yang Airin dengar dari pelayan bahwa ada pengumuman spesial dari tuan besar mereka dan akan menjadi kado terindah sang tuan besar.
"Apa yang terjadi denganmu Airin?" beberapa pelayan melayangkan tatapan remeh padanya "Apakah tuan Alden sudah membuangmu, hingga kau kembali menjadi pelayan.."
Airin menghela nafasnya dia tak menanggapi ucapan mereka hingga tawa kecil mereka semakin menghilang seiring tubuh mereka menjauh dari Airin.
Airin mengusap roknya sekali lagi dan merapikan rambutnya lalu melangkahkan kakinya ke aula pesta.
Airin bertugas menjaga dan menyajikan makanan serta minuman di atas meja, Alden tak tahu dia akan datang, apa yang akan terjadi jika Alden melihatnya, tapi dia juga tak bisa mengabaikan pekerjaannya sebagai pelayan keluarga Barnes, bahkan nyonya besar yang memintanya sendiri.
"Airin kau disini?" Kepala pelayan bertanya dengan heran, bukankah Airin sekarang hanya bekerja untuk tuan muda Alden.
"Ya kepala, aku diminta nyonya untuk ikut membantu" merasa sedikit heran tapi kepala pelayan hanya bergumam dan mengangguk.
Pesta sudah dimulai, acara tiup lilin dan persembahan hadiah dari orang terdekat Tuan besar sudah terlaksana.
Airin menunduk saat melihat dirinya yang memakai pakaian pelayan sedangkan di depan sana Alden mengenakan stelan mahal dan tampak tak terjangkau, apakah jalannya memang akan terbentang sejauh itu..
"Airin..?" saat tengah termenung, samar Airin mendengar suara yang memanggilnya.
"Airin..?" Airin menoleh dan menemukan Anna, Anna juga ada disana.. ah, tentu saja bukankah dia kekasih Roland dan Roland adalah sahabat Alden, tentu dia akan datang.
"Hay.."
__ADS_1
"Kamu..?"
"Aku sedang bekerja, sebenarnya aku pelayan dirumah ini" seolah mengerti bahwa raut wajah Anna penuh pertanyaan, Airin tertawa kecil dan menjelaskan.
Namun yang Airin lihat adalah Anna yang begitu miris melihatnya, apakah dia begitu malang..
Airin menoleh saat mendengar Tuan besar sedang memberikan sambutannya, dan kata perkata yang mengalihkan semua pandangan para tamu dan semua orang yang ada disana termasuk dirinya, namun Airin terpaku saat ucapan terakhir sang tuan membuat dadanya terasa sesak dan tubuhnya lemas seketika "Saya juga akan meresmikan pertunangan anak kami hari ini" Airin merasakan matanya memanas, dan tanpa terasa air matanya terjatuh saat melihat Alden menggandeng seorang wanita yang anggun dan cantik di tangannya, naik ke atas panggung.
Airin menunduk dan mengusap pipinya kasar, apa ini akhirnya, dan ini juga yang di katakan nyonya Gres hingga kapan pun Alden tetap tidak akan tercapai olehnya
"Airin..?"
Airin mendongak melihat Anna "Maaf Anna, aku harus kembali bekerja, nikmatilah hidangannya" Airin pergi dengan cepat kearah pintu belakang.
Airin ingin berlari namun dia juga tak ingin merasa malu, karena para pelayan yang mengetahui dirinya menjadi wanita Alden pasti akan semakin mengejeknya.
Airin mendongak saat melihat sebuah sapu tangan di depan matanya "Terimakasih.." Airin menyeka air matanya.
"Apa yang sedang kau lakukan Airin?" Anna mendudukan dirinya di sisi Airin, dan Airin menoleh kearah Anna.
"Kenapa masih bertahan jika sakit? aku tak tahu apa yang kau lakukan, tapi Airin, kenapa tidak pergi, dan mencari pekerjaan lain"
Airin menggeleng "Hanya disini aku punya uang banyak, bekerja sebagai pelayan memang tidak mendapat uang banyak, tapi setidaknya aku masih bisa melihatnya.." bohong ini bukan hanya tentang uang.
__ADS_1
"Aku juga akan mendapat uang yang banyak saat membuatnya senang" teruslah berbohong Airin, dia bahkan tersenyum di balik tangisnya.
"Airin.."
"Tapi Anna, aku tak tahu saat melihatnya menjadi milik orang lain ternyata rasanya sangat menyakitkan, tapi aku juga tak bisa pergi.." itulah yang dia rasakan, ingin pergi tapi tak bisa, dia sudah terjerat terlalu dalam terjatuh sangat dalam pada Alden.
"Dia tahu kamu mencintainya?"
Airin kembali tersenyum, senyum yang membuat Anna terlihat bingung. "Kalaupun dia tahu, kami tetap tak bisa bersama.. kamu tahu orang kaya punya banyak hal untuk difikirkan mengenai pasangan.." ya itulah yang menyadarkannya dan Airin ingat saat nyonya Gres menemuinya dan berkata..
"Airin.. seperti apapun perasaan mu, aku datang untuk menyadarkan kamu, bahwa jika Alden mencintaimu pun kalian tetap tidak akan bisa bersatu, kau fikir orang seperti kami akan sudi memiliki menantu seorang pelayan.."
"Jadi hilangkan perasaanmu, dan aku yakin meski Alden mempertahankan mu, itu bukan atas dasar cinta.."
"Sebesar apapun kamu mencintai Alden, kamu tetap tidak bisa menggapainya.. karena tidak akan ada cinta di hati Alden.."
...
Satu kata untuk Airin..
Satu kata untuk Alden..
Vote..
__ADS_1
Vote..
Vote..