Loving You 2: Wanita Pengganti

Loving You 2: Wanita Pengganti
Tulus


__ADS_3

Saat keluar dari kamar mandi Airin tak menemukan Alden lagi, maka dia memutuskan keluar kamar untuk mencari Alden.


Baru saja menutup pintu kamar Airin terpaku melihat Alden baru saja keluar dari kamarnya sudah dengan pakaian yang lebih rapi dari sebelumnya "Aku.. akan ke rumah besar dan makan malam disana.."


"Eh..?"


"Jadi makanlah sendiri, aku juga sudah meminta pelayan memasak untukmu sebelum pergi.."


Airin masih terpaku hingga Alden pergi dan menghilang dari pandangannya, ada yang aneh dengan pria itu, tak biasanya dia memberitahu Airin kemana dia akan pergi.


Dan tatapan dan cara bicaranya pun berubah menjadi lebih lembut, berbeda dengan lembut yang Alden lakukan, lembut tetapi mesum, dan kali ini lembut Alden terasa tulus dengan tatapan sendu.


Ada apa dengan Alden?.


Airin berjalan ke arah ruang makan dan benar saja makanan sudah tersaji, Airin bahkan terpana dengan semua hidangan karena hampir semua makanan adalah kesukaannya, Airin tersenyum dan mulai memakan makanannya.


lima belas menit kemudian saking semangatnya Airin merasakan perutnya begah karena kekenyangan dan rasanya ingin muntah, apa ini yang di sebut nafsu berlebihan.


Setelah makan Airin menghabiskan waktu untuk menonton televisi sambil menunggu Alden pulang, meski tak tahu pria itu akan pulang atau tidak.


.


.

__ADS_1


Airin berjengit saat di pagi hari menemukan dirinya terbangun diatas ranjang, namun ada yang aneh ini bukan ranjang miliknya, Airin mengedarkan pandangannya dan menemukan Alden tepat di sebelahnya, Airin berada di kamar Alden, apa Alden yang membawanya kesana?.


Airin ingat dia menonton hingga matanya sudah terkantuk kantuk lalu gelap, Airin tertidur dengan memeluk bantal sofa.


Airin menggerakan posisinya hingga menghadap Alden, pria itu sedang terlelap di sebelahnya, wajah tampan itu nampak tenang dengan nafas teratur.


Airin menggerakkan tangannya mengambang seolah dia sedang menelusuri dan menyentuh wajah Alden.


Lalu tersenyum dengan wajah merah, Airin membayangkan bagaimana jika.... "Sedang memikirkan apa?" Airin berjengit kaget saat tiba- tiba Alden membuka matanya.


"Ti..dak.. tidak ada"


Airin akan bangun namun dengan cepat Alden menariknya "Benarkah, tidak mau memberitahu kamu sedang memikirkan apa saat melihatku dengan senyuman itu?" Airin mengerjapkan matanya melihat tatapan Alden, tatapan yang berbeda lagi, bahkan lebih dalam dibanding semalam.


"Aku.."


"Aku membayangkan.. bagaimana jika aku melihat wajahmu setiap pagi.." Airin tersenyum dan senyum itu membuat Alden pun ikut tersenyum.


"Benarkah?"


"Lalu bagaimana jika itu terjadi.. "


Airin menggeleng itu tidak mungkin?.

__ADS_1


"Kamu bisa lakukan itu, bangun dan melihatku setiap hari, tapi bukankah dengan begitu kamu juga harus terus bersamaku.." Kini Airin terdiam dengan jantung yang memacu cepat "Jadi jangan bilang dan menyuruhku membuangmu mulai sekarang Airin, karena aku tidak akan membuangmu.."


Airin menghela nafasnya lalu setelah menguasai hatinya dia berkata "Kamu sedang mempermainkan aku.. sejak awal kamu memperingatkan aku untuk tidak memakai hati.. dan kamu berusaha membuatku membenci kamu, lalu sekarang? kamu ingin aku terus bersamamu, apa mau kamu sebenarnya?"


"Alasan aku membuat kamu membenciku adalah agar kamu terus bersamaku.. jadi mulai sekarang teruslah bersamaku, dan aku tidak akan membuangmu meski kamu mencintaiku.."


Airin semakin dibuat bingung dengan ucapan Alden, apa yang di maksud Alden dengan tidak akan membuangnya meski mencintai Alden "Kamu mengatakan sesuatu yang rumit.."


"Kalau begitu jangan mengerti, cukup diam dan tinggal bersamaku.." Alden memeluk Airin dengan erat dia menyadari sesuatu, sesuatu yang membuatnya semakin tidak bisa melepaskan Airin setelah kejadian semalam.


Saat memasuki apartemennya semalam Alden melihat Airin yang tertidur di sofa, meringkuk dan hanya memeluk bantal sofa, dengan tatapan dalam Alden menerawang, benar sejak awal hanya gadis ini yang dengan tulus mendatanginya, di saat wanita lain datang padanya demi barang mewah dan berkelas, hanya Airin yang datang demi neneknya.


Hanya Airin yang mampu bertahan meski terus dia sakiti, hanya Airin yang mencintainya dengan tulus, dan hanya Airin yang mampu bertahan dengan kekuatannya.. benar hanya Airin!.. jadi akan dia buat Airin terus bersamanya, meski tersembunyi dari dunia.


Karena hanya Airin yang tulus, tidak Daddynya, tidak juga wanita yang semalam di jodohkan dengannya, tidak ada yang tulus setulus Airin.. yang mampu mencintai tanpa Alden mencintainya.


...


Ingat ya..


Jangan Like..


Gak usah Komen...

__ADS_1


Gak vote juga gak papa..


Cukup tabur bunga sama kopi aja, gak papa aku ikhlas.. beneran deh aku ikhlas.. apalagi kopinya sepuluh cangkir, bunganya seratus tangkai 🤭


__ADS_2