Loving You 2: Wanita Pengganti

Loving You 2: Wanita Pengganti
Anna Hilang


__ADS_3

Yang sabar ya🤪 kalau udah pernah baca di Loving You di skip juga boleh, hanya saja ini juga adegan penting dimana Airin pertama kali bertemu Anna dan udah aku kurangin sedikit biar gak terlalu lama, dan ini di kemas dari POV nya Airin.


Untuk yang belum tahu bisa mampir ke Loving You (kisah Anna dan Roland)🤗


Happy reading..


....


Airin tidak bisa tidur semalaman mengingat Alden yang sedang bersama wanita lain membuatnya membayangkan apa yang mereka lakukan di dalam kamar semalaman, dan tentu saja Alden tidak akan hanya tidur saja, dan pemikiran itu terus menghantuinya hingga pagi.


Airin pergi ke arah dapur dan membuat secangkir kopi untuknya, sepertinya akan bagus untuknya agar tidak mengantuk di siang hari.


Airin membawa kopinya dan pergi ke arah kolam, semua orang belum bangun Vila masih tampak sepi hanya ada beberapa pelayan yang sedang bekerja "Kau sudah bangun rupanya" Airin melihat Anna baru saja turun dari tangga.


Anna mengangguk lalu menghampiri Airin "Yang lain belum bangun?" Airin tersenyum kecut.


"Mereka yang sudah lelah semalaman tidak akan bangun cepat.."


"Ah, olah raga malam, lalu kau sendiri tak menghabiskan malam dengan Alden?" Airin terdiam.


"Menikmati secangkir kopi di pagi hari memang enak" Anna tersenyum canggung, dan mengalihkan pembicaraan.


"Kau mau, aku bisa minta pelayan untuk membuatnya" tawar Airin.


Airin meminta pelayan membuatkan kopi untuk Anna dan melanjutkan langkahnya ke arah kolam renang "Kamu juga sudah sering ikut kesini?" Airin duduk di kursi santai diikuti Anna.


"Dua kali, sekitar dua bulan lalu, dan kedua sekarang" jawab Airin, sambil menyesap kopinya.


Melihat Anna yang hanya diam dan melihat pelayan yang menyuguhkan kopi Airin pun berkata "Mereka akan datang dari pagi hingga menjelang siang, lalu mereka pulang dan kembali lagi saat pagi" melihat Anna mengerutkan keningnya Airin hanya mampu terkekeh


"Kata pemiliknya dia tak mau kegiatan malam mereka terganggu.."


Anna mendengus "Kamu tahu sekali.."


"Aku sudah tiga bulan menjadi wanita pengganti Alden.. di Apartemennya juga seperti itu"


"Kamu bisa berenang?" tanya Airin pada Anna, yang mulai menikmati kopinya.


Anna mengangguk "Bisa"


"Itu bagus aku dengar mereka akan berkeliling menggunakan Jet ski"


"Oh ya?"


"Humm"


"Ah, pasti menyenangkan" Airin tersenyum melihat Anna yang terlihat girang, gadis ini sungguh cantik dan baik, berbeda jauh dari Caroline yang sombong dan seolah menganggap Airin wanita murahan, yah..meskipun nyatanya memang begitu, tapi Anna bisa mengobrol dengannya tanpa merasa jijik "Kau bisa berpasangan denganku"

__ADS_1


"Aku tak bisa berenang.." Airin meringis mengingat dia juga pernah tenggelam di kolam di depannya sekarang.


"Bukankah kita memakai pelampung?"


"Ya, tapi tetap saja aku takut.." di kolam saja dia hampir mati, apa lagi di laut.


"Sayang sekali.."


"Tidak masalah, bukankah ada Roland yang menjadi pasanganmu.." Airin menggerling menggoda Anna yang justru mendengus.


"Sepertinya mereka sudah bangun" Airin menunjuk ke arah Roland dan Ben yang berjalan ke arah mereka.


Roland langsung duduk di sisi Anna dan mengecup pipi Anna.. "Kau bangun tanpa membangunkanku" Airin tersenyum melihat Anna yang terpaku dan memerah.


Roland semakin merapat "Kamu melamun?" Roland merapikan rambut Anna yang berantakan, sedangkan Anna terlihat semakin gugup, mereka sangat manis.


"Eh, ti.. tidak..."


"Kau bangun lebih dulu?" Airin menoleh dan tersenyum pada Ben yang menyapanya, sejak datang Ben memang orang yang selalu menyapanya, pria ini cukup ramah pada Airin yang hanya sebatas wanita pemuas ini.


"Ya.. ingin kopi?"


Ben mengedikkan bahunya "Aku sudah meminta pelayan untuk membuatkannya." Airin mengangguk.


Caroline datang dan langsung duduk di pangkuan Ben, Airin tersenyum melihat pemandangan di depannya dua pasangan kekasih yang sudah sibuk masing- masing, Anna yang terlihat saling berbisik dengan Roland sepertinya Anna merasa risi dengan apa yang di lakukan Roland dan Caroline yang mencium Ben, sedangkan dirinya yang hanya sendiri?.. Airin berniat pergi namun Airin merasakan wajahnya tertarik ke belakang dan merasakan bibirnya tersapu sesuatu yang basah, Airin mendongak melihat Alden baru saja menyapukan bibirnya, ke bibir Airin, Airin tersenyum dan kembali menyambut Alden yang kembali mencium bibirnya.


"Kau baru bangun?" Airin tersenyum.


"Ya, semalaman dengan wanita baru cukup melelahkan.. dan dia sungguh luar biasa" ah.. Airin bahkan lupa akan fakta bahwa Alden menghabiskan malamnya dengan wanita lain, dia bahkan dengan bodohnya menerima ciuman Alden di pagi hari saat malamnya dia menghabiskan malam panas dengan wanita lain.


Bukankah Alden sungguh menjijikan..


Airin mengerjapkan matanya lalu melihat Ben yang tersenyum miris padanya, apa Ben baru saja mengasihaninya.


Airin berdehem lalu bangun "Aku.. akan melihat apa sarapan sudah siap.." Airin pergi meninggalkan Ben dan Alden serta Caroline yang masih menempel pada Ben.


"Kau keterlaluan Al.." Alden mendengus tak peduli, sedangkan Airin mengepalkan tangannya, mendengar Alden bahkan tidak merasa bersalah sama sekali, padahal ucapan Alden sungguh membuat Airin sakit.


Setelah sarapan mereka pergi ke pantai untuk berkeliling menggunakan jetski, Airin mendengar Anna membuat taruhan dengan Roland, Ben dan Alden, Anna bahkan sekali lagi mengajaknya namun Airin tetap tidak mau.


Airin hanya melihat mereka bermain di air dengan jetski, dan yang membuat Airin kagum Anna yang bisa mengalahkan tiga pria tersebut juga Caroline dan memenangkan taruhan, meski yang terlihat Roland memang mengalah dan menjaga Anna dari belakang, bukankah Roland pria yang manis.


Airin tersenyum saat Roland mengomel dan menghawatirkan Anna akan terjatuh dari jetnya jika saja gadis itu tidak waspada.


Siapa sangka Roland punya sikap yang manis dan posesif jika pada kekasihnya.


Setelah mengucapkan selamat untuk kemenangan Anna, Airin memilih pergi untuk jalan- jalan sendiri cuacanya memang sangat cerah sangat bagus untuk bermain di tepi pantai, sudah Airin bilang terakhir kali Airin tidak menikmati liburannya.

__ADS_1


Dari kejauhan Alden melihat Airin yang sedang berjalan di tepi pantai dengan melepas sandalnya dan sengaja dia bawa dengan tangannya, rambut Airin yang coklat keemasan melambai karena angin, terlihat sangat cantik di bawah terik matahari.


Alden sedang berfikir apa Airin sudah cukup tersakiti dengan perlakuan dan ucapannya, sejak kemarin Alden bahkan mencoba acuh, meski hatinya tak bisa melihat Airin terluka, entah kenapa.


Bahkan dia harus pura- pura memuji wanita lain di depan Airin padahal wanita itu sama saja payahnya dengan wanita lainnya dan tidak bisa mengalahkan Airin, karena itu Alden ingin mempertahankan Airin, namun jika Airin terus menggunakan perasaannya Alden tidak bisa lagi berbuat banyak untuk membuat Airin terus di sisinya.


...


Airin baru saja tiba di Vila dan melihat orang- orang berkumpul di ruang tengah, dia ingin melanjutkan langkahnya terlebih dia melihat Alden duduk di sebelah wanita yang semalam dengannya "Airin duduklah, kami sedang berbincang.." Airin merasa tak enak dengan Ben yang bahkan membukakan minuman bersoda untuknya "Setelah jalan- jalan akan segar meminum ini" Airin pun terpaksa duduk, Airin bahkan tak ingin repot mendengarkan apa yang mereka bicarakan, dia hanya melihat kaleng sodanya lalu meminumnya.


"Kau melihat Anna?" Airin mendongak melihat Roland yang bertanya padanya dengan raut khawatir.


"Tidak, sejak duduk di sini kami tak melihat Anna" Airin mungkin baru duduk entahlah dengan orang- orang yang ada sebelumnya, terlihat Roland semakin panik dan pandangan Airin mengikuti Roland yang kembali ke lantai atas.


.


.


"Bagaimana Anna ketemu?" tanya Airin saat melihat Roland lebih khawatir dari sebelumnya, Airin juga merasa khawatir.


"Tidak, tolong bantu aku minta pelayan mencari dia seluruh vila, aku akan mencari di luar.."


"Ada apa Land?" Alden ikut bertanya melihat Roland berwajah panik, pasalnya dia melihat Roland mondar- mandir sejak tadi.


"Anna hilang.."


"Mungkin dia hanya berada di sisi lain vila.."


"Aku harap begitu, aku hanya.. firasatku tidak enak, jika kalian menemukannya hubungi aku.." Airin melihat Roland sangat panik, pria itu pasti begitu mencintai Anna hingga ketakutan seperti itu.


"Aku ikut mencari di luar" Ben mengikuti Roland.


"Baiklah kita akan mencari keluar vila"


"Kau bisa mencari di dalam vila bersama para pelayan" Alden melihat Airin, dan di jawab anggukan oleh Airin.


Airin segera pergi untuk menghubungi pelayan yang berada di paviliun, dan meminta mereka menyebar ke seluruh vila untuk mencari Anna.


.


.


Like..


Komen..


Vote..

__ADS_1


__ADS_2