Loving You 2: Wanita Pengganti

Loving You 2: Wanita Pengganti
Menuju Akhir


__ADS_3

"Aku akan segera menjadi ibu.." Anna menatap Airin dengan sedikit tak enak hati, berbanding terbalik dengan Airin yang tersenyum haru.


"Benarkah?" Airin memeluk Anna "Selamat untukmu" semua orang tertegun dengan reaksi Airin tidak ada raut sedih, yang ada Airin begitu bahagia mendengar kabar dari Anna.


"Ada apa dengan kalian?" Airin melihat sekitarnya yang mendadak canggung.


"Airin kamu baik- baik saja bukan?" Anna menggenggam tangan Airin, dan Airin mengangguk.


"Aku baik.." dan saat itulah Airin mengerti mereka hanya tak ingin dia bersedih hanya karena mendengar orang lain hamil sedangkan dirinya...


Airin tersenyum "Aku baik- baik saja Ann, dan jangan karena apa yang terjadi padaku, kalian menyembunyikan kabar baik ini" Airin menundukkan kepalanya "Aku sudah menerima semuanya, apa yang terjadi padaku adalah takdir terbaik dari tuhan, terimakasih.. karena sudah peduli, tapi aku sungguh baik- baik saja.." Alden menggenggam tangan Airin lalu mengecup ujung rambutnya.


"Jadi berapa usianya?" Airin kembali bertanya pada Anna.


Anna tersenyum "Baru beberapa minggu kurasa, kami belum menemui dokter untuk memastikannya, hanya baru melakukannya dengan testpack"


Airin mengangguk.


"Aku rasa kalian sudah tahu bukan kenapa kita berkumpul, kami akan menikah!" seru Alden "Harusnya aku beritahu sebelum memberi undangan, tapi kemarin kami sibuk dengan fitting baju pengantin"


Airin tersenyum melihat Alden, benar.. tak perlu fikirkan apapun, seiring berjalannya waktu dia akan menerimanya semuanya dengan ikhlas asalkan Alden selalu bersamanya.


....


10 tahun kemudian..


"Mom!!" suara kecil namun melengking itu datang dari seorang gadis kecil yang baru saja datang dari arah taman "Uncle mengambil mainanku!"


Airin menoleh mendapati putrinya yang menangis, dan langsung memeluknya.


"Apa yang terjadi, hum?"


"Uncle mengambil mainanku, katanya itu bukan mainan perempuan.. hiks..hiks.."


"Alan berikan mainan keponakanmu!" seruan itu diberikan oleh wanita yang hampir seusia Airin, bahkan usianya satu tahun lebih muda dari Airin.


"Tidak masalah Mom, itu biasa di lakukan anak kecil.."


"Apanya yang anak kecil dia sudah sepuluh tahun dan mengerjai keponakannya yang masih berumur lima tahun, kemari cucuku, biarkan saja.. Alan akan nenek marahi nanti.." Airin meringis setiap kali mendengar ibu tiri Alden itu mengatakan kata nenek, sedangkan usianya bahkan lebih muda darinya.

__ADS_1


Ya, Daddy Alden menikah kembali, mereka bahkan menikah tak lama setelah Alden dan Airin menikah, dan siapa sangka jika dia akan menikah dengan gadis muda yang seusia menantunya.


Sofia, gadis itu cukup bertanggung jawab meski usia muda dia harus mengurus pria paruh baya, bahkan melahirkan anak, dan ternyata dia hamil sebelum menikah, gadis itu datang dan mencaci Barnes karena menghamilinya di malam mereka bertemu di sebuah klub malam, karena saat melakukannya mereka tak mengenakan pengaman.


Pengalaman yang di alaminya dulu bersama Gres, Barnes tak mudah percaya begitu saja, lagi pula bagaimana bisa gadis muda ini meminta pertanggung jawabannya yang usianya dua kali lipat usianya bahkan lebih, namun siapa sangka justru gadis itu tak menyerah dan terus bersih keras jika dia tak melakukannya lagi setelah menghabiskan malam dengan pria tua yang masih tampan.. Barnes.


Akhirnya Barnes memilih menikahi gadis itu dengan syarat jika yang di kandungnya bukan anaknya, dia akan menceraikannya dan menjebloskannya ke penjara, seperti yang dia lakukan pada Gres.


Hingga gadis itu melahirkan dan terbukti bahwa DNA mereka sama, lalu Barnes menerima sepenuhnya..


Dan siapa sangka, Sofia sangat tulus bahkan dalam merawat dan melayani Daddy Alden meski pria itu di awalnya sangat acuh padanya.


Hingga setelah melahirkan.. Sofia mengatakan "Tidak tahu, apa yang terjadi padaku, kenapa aku jatuh cinta pada pria tua sepertimu, bahkan sejak pertama melihatmu.."


Barnes benar- benar tak percaya dengan apa yang di dengarnya, namun pria tua itu akhirnya mengatakan bahwa dia juga memiliki perasaan yang sama, mencintai Sofia yang bahkan lebih cocok menjadi putrinya di banding istrinya.


Anggap saja dia pria tua yang beruntung..


Hingga kini usia pernikahan mereka sudah sepuluh tahun delapan bulan, dan Sofia tetap setia pada Barnes.


"Tapi ini bukan mainan anak perempuan Mom.. dan dia mengambilnya dari rak mainanku!"


"Sayang itu punya uncle mu?" Airin mengelus rambut putri angkatnya, lima tahun lalu Airin dan Alden memutuskan mengadopsi seorang bayi berusia dua bulan yang di tinggal mati kedua orang tuanya, dalam kecelakaan dan di serahkan ke panti asuhan karena tidak punya keluarga lain, saat itu bertepatan Alden dan Airin datang ke panti untuk mengadopsi dan mereka langsung jatuh cinta pada bayi itu.


Tidak mudah bagi Airin memutuskan mengadopsi seorang bayi, Airin juga selama itu mengobati hatinya dan terus berusaha ikhlas dengan semua takdir yang tuhan berikan, dan Alden selalu menemaninya. terlebih Airin juga melanjutkan pendidikannya dan memenuhi janjinya pada Mommynya, barulah setelah lima tahun menikah Airin memutuskan mengadopsi seorang anak.


"Apa yang terjadi?" Alden baru saja tiba di ikuti Barnes, mereka baru saja selesai melakukan pekerjaan di ruang kerja Barnes.


"Daddy.." Amanda berlari ke arah Alden, dan langsung di tangkap olehnya.


"Ada apa Honey?" Alden memberi kecupan di pipi gadis kecil itu.


"Uncle, jahat padaku.." tunjuknya pada Alan, Alden menoleh ke arah Alan yang juga menatapnya tajam.


Alden mendengus saat melihat bocah kecil yang sialnya adalah adiknya itu, usianya sudah 41 tahun, dan memiliki adik berusia 10 tahun yang lebih pantas menjadi anaknya.


Dan yang lebih menyebalkan lagi, bocah itu tidak takut padanya.


"Apa?" Alan menantang Alden "Amanda yang mengambil mainanku.." Alan melipat tangannya di dada, dan Alden memutar bola matanya.

__ADS_1


Barnes terkekeh melihat Amanda semakin mengerucutkan bibirnya di pangkuan Alden "Kakek akan belikan kau yang lebih bagus dari itu"


"Sungguh?" Amanda langsung berbinar.


"Tentu saja.. sekarang kemari!" Barnes melambaikan tangannya ke arah Amanda.


Amanda segera meronta dan turun dari pangkuan Alden, berlari ke arah kakeknya yang duduk di sebelah neneknya.


Barnes mengecup pipi gembul gadis kecil yang dia sayangi "Kau manis sekali."


Di sebelah Barnes, Sofia juga memberikan kecupan pada Amanda, "Siapa sangka aku sudah memiliki cucu.." lalu menyandarkan kepalanya di bahu Barnes, dan membuat Barnes terkekeh.


Alden duduk di sebelah Airin setelah sebelumnya mengecup bibir istrinya itu..


"Kurasa Amanda terlalu manja.."


"Tidak masalah dia manja pada keluarganya.." Alden mengecup dahi Airin, beruntung semua orang menyayangi putri angkatnya meski bukan dari darah Barnes, Daddynya kini sudah berubah dan tak melihat semua hal dari sudut pandangnya saja, terlebih Amanda memang menggemaskan hingga semua orang menyayanginya.


"Mau pergi ke suatu tempat?" Airin mengerutkan keningnya, saat Alden menarik tangannya.


"Lalu Amanda?" Airin melihat Amanda masih duduk di pangkuan kakeknya, dan mereka sedang bercanda juga Alan yang juga kembali mengusili Amanda.


"Biarkan saja dia bersama kakeknya.." Airin mengikuti Alden yang masih menggenggam tangannya.


Mengendarai mobilnya, Alden tak henti tersenyum dan membuat Airin mengeryit heran..


"Ada apa?"


Alden tak menjawab dan hanya mengecup tangan Airin yang sejak tadi di genggamnya.


Alden memarkirkan mobilnya di sebuah Club malam "Kau yakin?" Airin menatap Alden sedangkan Alden terkekeh, lalu membuka pintu dan memutar arah untuk membuka pintu Airin.


"Al, kau membawaku ke Club?"


...


Like..


Komen..

__ADS_1


Vote..


__ADS_2