Loving You 2: Wanita Pengganti

Loving You 2: Wanita Pengganti
Airin Dan Andi


__ADS_3

"Sudah selesai dengan urusanmu?" Seorang pria berjubah putih khas dokter duduk di depan Airin.


Airin mengangguk "Terimakasih untuk semuanya Andi.."


"Harusnya aku melakukan lebih" pria itu mengusap pucuk kepala Airin "Maaf terlambat mengetahui kamu.. jika saja aku tahu lebih awal"


"Aku akan bersiap dahulu.." Airin memilih mengabaikan dan mengalihkan pembicaraan, Airin tahu Andi pasti merasa bersalah.


"Hmm pergilah kita akan berangkat satu jam lagi.."


Airin memasuki kamarnya dan merapikan pakaiannya, Airin meneliti seluruh ruangan perawatan dimana dia tinggal selama satu bulan ini, pandangan Airin jatuh pada perutnya yang sudah kembali rata, air matanya menetes tak tertahankan.


Pandangan Airin jatuh pada surat yang di berikan neneknya terakhir kali, yang selalu dia bawa kemanapun, disana tertera alamat sebuah rumah yang akhirnya Airin datangi setelah memutuskan pergi dari Alden.


....


Tiga bulan yang lalu..


Airin menatap sebuah rumah besar lalu sebuah kertas di tangannya, surat dari sang nenek yang berisi sebuah alamat yang baru Airin tahu ternyata itu adalah alamat Ibunya.


Dengan mengepalkan tangannya Airin menekan bel dan berdiri beberapa menit hingga seseorang membuka pintu, seorang wanita paruh baya tersenyum kearah Airin yang masih terdiam, hingga raut wanita paruh baya itu berubah kehilangan senyumnya.


Airin menyadari beberapa detik wanita paruh baya itu menatapnya lalu tertegun.


"Kau..?"


Airin memberikan surat dari neneknya kepada wanita paruh baya tersebut tanpa berkata apapun, hingga wanita itu menangis setelah membacanya, Airin bahkan tak takut akan salah memberikan surat itu pada orang yang salah, karena wajah mereka cukup mirip dan bisa di pastikan dia adalah Ibunya.


[Airin cucuku..


Selama ini kamu selalu bertanya kemana orang tuamu, maafkan nenek karena telah menyembunyikannya, namun nenek juga tak bisa berbuat banyak selain hanya diam.


Airin sebenarnya kamu tidak hanya sendiri kamu memiliki saudara laki- laki, saudara kembar.


Ayahmu meninggal karena kecelakaan, saat Ibumu tengah mengandung kalian.

__ADS_1


Ibumu kembali menikah, setelah melahirkan mu karena tuntutan keluarganya..


Namun keluarga pengantin pria hanya menerima anak laki- laki, karena itu Ibumu menyerahkanmu pada nenek.


Beberapa tahun lalu Ibumu datang pada nenek dan mencarimu, namun nenek tak rela kamu di rawat wanita yang bahkan meninggalkanmu sendiri, sejak kamu bayi.


Nenek meminta agar kamu tetap bersama nenek setidaknya sampai akhir hayat nenek.


Dan sekarang nenek rasa nenek tak bisa menahan mu lagi, kamu sudah terlalu banyak menderita selama ini, pergilah temui ibu dan saudaramu, maafkan nenekmu yang selama ini membebanimu..]


Disana bahkan tertera alamat rumah dimana Airin berdiri kini, Airin tidak ingin datang sungguh, dia merasa sudah terbuang tak ingin mengemis, namun Airin merasa benar- benar sendiri sekarang.. setidaknya jika mereka sudi menampung Airin untuk sementara saja, jika tidak Airin cukup tahu saja.


Namun yang terjadi di depannya wanita paruh baya itu menangis dan berjongkok di bawah kaki Airin.


"Maafkan Mommy.." Airin tercenung, saat melihat wanita paruh baya itu menyentuh kakinya.


"Apa yang kau lakukan nyonya berdirilah.." Airin ingin membangunkan wanita yang masih berjongkok di depannya kini, namun tangannya mengambang di udara, saat seruan seorang pria mengalihkan tatapannya.


"Mom, ada apa denganmu.. apa yang kau lakukan, siapa kau?" Pria itu berusaha membangunkan ibunya namun wanita paruh baya itu menolak dan terus menunduk.


"Mom..?"


Airin menatap dua orang di depannya tanpa ekspresi, lihatlah.. rumah mereka mewah, pakaian bagus dan hidup mereka nyaman, lalu apa yang terjadi padanya, dia anak yang terbuang.. oh, drama apa lagi ini..


Airin menghela nafasnya, sepertinya keputusannya untuk datang adalah sebuah kesalahan saat melihat kehidupan Ibu dan saudara kembarnya bahkan hidup dengan nyaman sedangkan dirinya harus hidup menderita bahkan menjual dirinya demi mengobati neneknya, lalu di permainkan seorang pria, membuat hatinya begitu sakit,,, dengan perlahan Airin memutar langkahnya dan berjalan pelan kearah gerbang.


"Airin.." Wanita paruh baya itu meraih tangan Airin dan menggenggamnya.. "Maafkan Mom, Mom mohon.."


"Sepertinya.. aku salah orang nyonya.." Airin melepaskan tangan wanita yang tak berhenti menangis di depannya.


"Ini Mommy nak, maafkan Mommy.."


"Dengarkanlah dulu penjelasan Mommy.." Airin mendongak melihat pria yang ternyata saudara kembarnya, kini menghalanginya, ya.. meski tidak seiras wajah mereka memang memiliki beberapa kesamaan.


Airin menggeleng "Tidak maaf, aku permisi.."

__ADS_1


"Airin.."


"Aku mohon lepaskan aku.." Andi menggenggam tangan Airin erat.


"Setidaknya dengarkan dahulu, baru setelah itu kamu bisa memutuskan.." Andi juga terkejut, namun melihat Mommynya bahkan bersujud di depan wanita ini, dia rasa Mommynya punya alasan sendiri.


Airin merasakan kepalanya berdenyut, tubuhnya sudah lelah sepertinya dia sudah tidak bisa menampung lagi masalah yang datang bertubi- tubi padanya, hingga akhirnya Airin terjatuh beruntung Andi yang sejak tadi memegang tangan Airin segera menangkapnya.


...


Airin mengerjapkan matanya saat merasakan aroma kayu putih menusuk hidungnya, Airin terbangun dan melihat wanita paruh baya itu berada di sebelahnya dan menggenggam tangannya, juga pria yang Airin tahu saudara kembarnya sedang berdiri di sebelahnya.


"Syukurlah kamu sudah bangun"


Airin mendudukan dirinya "Tidak berbaringlah kamu perlu istirahat!" Airin meraba perutnya, dan wanita paruh baya di depannya kini tahu apa yang di khawatirkan Airin "Bayimu baik- baik saja.. Andi seorang dokter jadi dia sudah memastikan."


Airin bisa melihat Andi tersenyum "Mom sangat mencintai ayahmu.." Airin mendongak saat mendengar wanita paruh baya itu bicara. "Namun keadaan Ayahmu yang terlahir dari keluarga biasa membuat keluarga Mom tidak menyetujuinya, Mom bersi keras untuk menikah meski tidak ada restu.


Mom hidup bahagia bersama ayah kalian, meski kami hidup dengan pas- pasan, dan ayah kalian selalu berusaha memenuhi semua keinginan Mom, meski dia hanya seorang supir taksi, dan kebahagiaan kami bertambah saat Mom mengandung kalian.."


"Namun sepertinya dunia tak berpihak pada kebahagiaan kami, ayah kalian meninggal karena kecelakaan, dan meninggalkan Mom, dia bahkan tidak melihat kalian lahir..


Satu bulan setelah melahirkan, Kakek kalian datang dan memohon agar Mom bisa membantunya, perusahaan sedang kritis dan kami hampir bangkrut, Kakek kalian meminta Mom menikah dengan rekan bisnis kita agar perusahaan kembali stabil.


Awalnya Mom kira pria itu tidak masalah Mom membawa kalian, namun ternyata mereka memberikan syarat bahwa mereka tidak menerima seorang putri..


Kakek kalian yang melakukan segala cara, mengancam akan membuang kalian jika Mom tidak menurutinya, maka mereka memberikan pilihan, pilih satu atau kehilangan keduanya..


Mom tidak ingin kehilangan kalian berdua, Mom sudah berusaha lari namun mereka terus menemukan Mom, hingga mom menyerah dan menitipkanmu pada nenekmu, ibu dari ayah kalian...


Mom menyesal, setiap saat mom selalu teringat dengan mu" Airin menelan ludahnya kasar, saat wanita yang sejak tadi bicara melihat ke arahnya dengan tatapan penuh permohonan "Andai Mom punya kekuatan, Mom ingin membawa kalian lari.."


Setelah menikah, kami tinggal di luar negeri, dan setelah beberapa tahun lalu setelah Ayahku, Kakek kalian meninggal, aku memutuskan bercerai, dan kembali kemari untuk mencarimu, namun nenekmu tidak memberi mom kesempatan bahkan untuk melihatmu.."


"Maafkan Mom, Airin.."

__ADS_1


...


Cung☝️ yang pernah sakit gigi, ternyata rasanya lebih sakit dari pada sakit hati.. itu yang sedang ku rasakan, ternyata syair tentang 'Lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati' itu salah besar, nyatanya sakit gigi membuatku tak nafsu makan, melebihi saat aku sakit hati.. karena mau ngunyah pun sakit.. oh..😭..


__ADS_2