Loving You 2: Wanita Pengganti

Loving You 2: Wanita Pengganti
Perjodohan Bisnis


__ADS_3

Alden menatap datar dua keluarga yang sedang berbincang penuh dengan muslihat, dia duduk di depan wanita cantik yang menunduk malu- malu seolah dia wanita yang lugu.


Kedua keluarga itu sedang membahas rencana mereka kedepannya antara Alden dan wanita di depannya yang Alden tahu akan di jodohkan dengannya.


Namun yang terdengar olehnya adalah rencana penyatuan dua perusahaan yang penuh dengan keuntungan.


Alden mendengus saat melihat Gres mulai pembicaraan dengan wanita yang bernama Casandra, nama yang indah namun Alden sama sekali tidak tertarik.


"Bagaimana menurutmu, tentang perjodohan ini..?" Setelah makan malam usai Casandra mengajukan pertanyaan untuk Alden, di saksikan dua keluarga yang menatap keduanya penasaran.


Alden mengangkat alisnya sejak tadi dia hanya diam "Jika kau tidak menyukaiku, kita bisa lakukan pengenalan..."


"Aku tidak tertarik.." belum selesai Casandra bicara Alden menyelanya


Barnes menatap Alden tajam, sedangkan Gres menyunggingkan senyumnya.


"Aku hanya penasaran dengan sesuatu yang sedikit sensitif tentangmu.." Alden memutar gelas minumannya lalu menyesapnya sedikit.


"Apa itu? aku akan menjawabnya dengan senang hati.." Casandra masih menunduk malu- malu..


"Apa kau masih perawan?"


Hening, suasana nya menjadi hening.. sepertinya pertanyaannya memang sensitif.

__ADS_1


Kedua orang tua Casandra mengerutkan keningnya, sedangkan Casandra berubah pucat.


"Melihat raut pucatmu, sepertinya kau memang sudah tidak perawan.."


"Alden!" Barnes menyanggah ucapan Alden, anaknya benar- benar kurang ajar bertanya itu di depan orang tua sang wanita..


Bukankah itu artinya Alden sedang mempertanyakan kehormatan keluarga calon besannya.


Alden terkekeh tak peduli dengan peringatan Barnes "Tapi tidak masalah, karena aku juga bukan pria yang setia.. tanyakan saja pada nyonya rumah ini, benar bukan Gres..?, jadi tidak usah menunduk malu- malu seolah kau wanita lugu.."


Gres tersenyum canggung pada kedua calon besannya.. apalagi sang kepala keluarga yang menggertakan giginya "Jangan khawatir.. kalian tahu bukan masa muda jaman sekarang.. tapi aku yakin setelah menikah Alden akan setia padamu, terlebih kau sangat cantik pria mana yang tidak jatuh hati padamu.."


"Kau bicara seolah kau sudah tua Gres.. ah.. atau kau termasuk anak muda tersebut?" Gres menatap tajam Alden, sedangkan Alden menyeringai tak peduli.


"Tidak, dia tidak bermaksud begitu.."


"Begini saja.. tidak usah basa- basi, lagipula ini pernikahan bisnis jadi tidak perlu bertindak seolah ada cinta disini, kita akan sama- sama menguntungkan satu sama lain, bukankah itu cukup.. dan untuk kau, aku tak perlu bertanya apapun tentangmu, aku sudah tahu seperti apa wanita di depanku sekarang!" Alden bangkit dan meninggalkan ruangan pengap penuh dengan kepalsuan tersebut.


Meninggalkan kedua keluarga yang tertegun di tempatnya, bukan tidak mungkin Alden tahu tentang latar belakang mereka, jadi Barnes pun hanya bisa menghela nafasnya "Benar katanya.. terserah kalian saja, apakah ini akan dilanjutkan atau tidak, karena nyatanya itu tujuan kita.. menguntungkan satu sama lain, dan untukmu" Barnes melihat kearah calon menantunya "Semua tergantung padamu, dalam menaklukan hati pria itu.. jika beruntung kau akan memenangkan hatinya, namun jika tidak ingin sia- sia.. kau bisa mundur.."


Casandra menggeleng "Tidak Uncle aku menyukai Alden.. dan aku yakin aku bisa meluluhkan putramu"


Barnes mengangguk "Baiklah.. tunjukan saja ketulusanmu!"

__ADS_1


Lalu semua kembali tenang, berbeda dengan Gres yang merasa Alden semakin diluar kendali, bukan tidak mungkin Alden akan mengungkap semuanya di depan Barnes, dan dia akan segera di tendang dari dirumah ini.


Harusnya Alden menolak perjodohan ini memberontak dan melawan, namun Alden hanya mengikuti permainan seolah semua sudah terencana.


Alden sudah tidak memiliki perasaan lagi, bahkan menanggapi semuanya dengan acuh tak peduli, menghadapi perjodohan yang mereka lakukan bahkan dengan tenang meski tidak ada cinta sama sekali..


Alden sudah tak peduli pada orang lain.. tunggu!. Gres menggeleng, tidak.. ada satu yang jadi perhatian Alden akhir- akhir ini yaitu pelayan yang bahkan Alden bawa ke apartemennya, pergi berlibur bahkan dia jadikan teman tidurnya, dengan rekor terlama. dari yang Gres tau Alden tidak akan menyewa wanita itu- itu saja karena merasa bosan dengan wanita tersebut, dan pelayan itu masih di pertahankan Alden bahkan saat sudah tiga bulan.


Ya, Gres tahu pasti Alden punya kelemahan dan mungkin kelemahannya adalah gadis pelayan itu..


Gres tersenyum penuh arti lalu melipat tangannya di dada, akan dia coba..


Gres menatap punggung Alden yang semakin menghilang dengan senyum menyeringai..


...


Komen ....


Komen...


Komen...


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


☕☕☕☕☕


__ADS_2