Loving You 2: Wanita Pengganti

Loving You 2: Wanita Pengganti
Akhir (The End)


__ADS_3

Airin membenci tempat ini, karena disinilah Alden bertemu para wanita- wanita yang melayani Alden dulu, ketika baru menikah Airin bahkan marah pada Alden saat salah satu wanita itu datang menghampiri ketika mereka makan malam di sebuah Restoran dan mencium Alden, sontak saja Airin marah dan memilih pergi, Alden bahkan perlu satu minggu meluluhkan Airin kembali, dan sejak saat itu Alden berjanji tidak akan pergi ke Club malam lagi, dan sekarang Alden membawanya kesana.


Alden terus tersenyum saat membawa Airin masuk, tanpa peduli raut wajah Airin yang memberengut.


Alden membuka pintu dan disambut oleh cahaya temaram dengan lampu kerlap kerlip, jangan lupakan musik yang menghentak menusuk pendengaran Airin.


Namun ada yang aneh saat disana tak penuh sesak oleh pengunjung hanya ada dua pasangan yang sedang menari di lantai dansa.


Airin mengerjapkan matanya saat melihat Anna dan Vero menari dengan suami mereka, tubuh mereka melenggok ke kanan ke kiri mengikuti hentakan demi hentakan.


"Hai.. kalian sudah datang" Anna menarik Airin agar segera bergabung ke lantai dansa.


"Apa yang terjadi..?"


Anna tertawa "Alden menyewa seluruh Club untuk kita.." Airin melihat Alden yang bergabung dengan Roland dan Ben.


"Lalu kemana anak- anak kalian?" tanya Airin.


Ayolah Vero sudah memiliki dua anak dan Anna tiga anak, dan tidak mungkin mereka meninggalkan mereka di rumah hanya sendiri.


"Kami menitipkannya pada mertua kami" Vero terkekeh "Kau tahu sejak menikah aku bahkan tidak pernah kemari, karena sibuk mengurus anak dan rumah tangga, belum lagi pria posesif itu tidak mengizinkanku" Vero menunjuk Ben yang memberikan kecupan jarak jauh padanya.


"Dan aku sangat senang saat Ben bilang akan pergi ke Club, meskipun tidak ada orang lain selain kita.." Vero terkekeh.


Para pria kini sudah ada di meja bar, meninggalkan istri mereka di lantai dansa.

__ADS_1


Airin mengerakkan sedikit tubuhnya, meski dengan kaku, dia tidak terbiasa namun melihat Anna dan Vero, Airin mulai menikmati terlebih tidak ada orang lain disana. "Aku rasa aku salah kostum?" karena sedang santai di rumah Airin hanya mengenakan blouse dengan celana kain, Alden bahkan tidak memintanya berganti pakaian.


"Tidak masalah.." Vero membisikan sesuatu di telinga Airin dan mendapat anggukan, lalu Vero membawa Airin ke arah toilet.


Beberapa menit kemudian Airin keluar dengan gaun yang di berikan Vero padanya.


Gaun hitam ketat memiliki panjang diatas lutut membalut tubuh Airin dengan setengah pundaknya yang terbuka,Airin nampak cantik dan seksii dengan polesan make up yang berani, bibir merah dengan pipi pink merona, Alden bahkan membelalakan matanya saat Airin mengedipkan mata dengan senyuman manis, lalu pergi ke arah Anna dan Vero yang masih berdansa.


Airin mulai menari meliuk mengikuti hentakan musik yang di mainkan DJ, dan semua itu tak lepas dari tatapan Alden. "Aku serasa sepuluh tahun lebih muda.." desah Alden, yang di tanggapi kekehan oleh Roland. Alden turun ke lantai dansa tentu saja untuk menemui istrinya.


Alden melingkarkan tangannya di pinggang ramping Airin, hingga Airin menoleh dan tersenyum pada Alden.


"Kau sangat cantik Baby.." Alden mengecup bahu Airin yang terbuka.


Airin menoleh hingga kini berhadapan dengan sang suami, melingkarkan tangannya di leher Alden "Jadi, kenapa. mengajakku kemari?"


Alden terkekeh "Hanya ingin kembali ke masa muda.." Airin terkekeh, usia Alden juga tidak terlalu tua, baru kepala empat, hanya saja sejak Airin marah Alden tidak pernah datang lagi ke Club.


"Tapi terimakasih, ini cukup menyenangkan" Airin mengecup bibir Alden, dan membuat Alden mengeram saat merasakan bibir basah Airin menempel di bibirnya.


Alden menekan tengkuk Airin dan mulai menggerakan bibirnya melu. mat bibir Airin lembut,. Airin membalas dan mengikuti ritme ciuman Alden yang semakin lama semakin menggebu.


Alden tidak melepaskan Airin hingga Airin merasakan kebas, dan sesak, dangan nafas terengah Airin mendorong Alden "Selalu saja begitu.."


Alden terkekeh "Aku tidak mau melepaskanmu.." Airin mencebik.

__ADS_1


"I Love you Baby, kau selalu membuatku jatuh cinta setiap hari" Alden kembali mengecup bibir Airin.


Airin tersenyum "Terimakasih sudah menerimaku apa adanya dengan semua kekuranganku"


Alden menggeleng "Tidak aku yang harusnya berkata begitu, terimakasih mau menerima aku si brengsek dan penuh dosa ini"


Alden mengeratkan pelukannya di pinggang Airin dan mengecup dahinya dalam


"Love you my wife"


"Thank you for loving me, my husband"


...


Maafkan aku membuat kalian kecewa, hanya saja sejak awal aku memang membuat alurnya seperti ini..


Aku ingin semua tahu, bahwa dengan cinta kita bisa menutupi setiap kekurangan, dan cinta yang tulus adalah menerima setiap kekurangan pasangannya, lalu tugas kita adalah melengkapinya dengan cinta, banyak di luar sana yang meskipun tidak memiliki anak, tapi pasangan mereka tetap setia dan bahagia, bahkan menua hanya berdua.


yah, begitulah ya..


Terimakasih sudah menemani kisah Airin dan Alden😘


Jangan lupa mampir ke ceritaku yang baru "ISTRIKU TAK GENDUT LAGI"


BYE..🤗

__ADS_1


__ADS_2