Loving You 2: Wanita Pengganti

Loving You 2: Wanita Pengganti
Jebakan


__ADS_3

Alden memacu mobilnya dengan kecepatan penuh saat menerima telpon dari orang suruhannya untuk mengawasi Luke dan Gres, dan kini mereka tengah berada di hotel di pinggir kota.


Tiba di hotel Alden langsung menemui orang suruhannya dan membuka laptopnya "Kau yakin itu mereka?"


"Aku yakin tuan, aku sudah mengikuti mereka bahkan sejak mereka keluar dari rumah.. silahkan aku sudah menempelkan kamera tersembunyi di kamar mereka.."


Alden memasang earphone di telinganya dan mendengar percakapan dari kedua orang itu, dan ternyata dugaannya selama ini benar, sial Alden melepas earphone nya saat mendengar percakapan mereka semakin memuakkan, lalu di akhiri dengan adegan yang menjijikan.


"Terus awasi mereka kumpulkan semua bukti dan pastikan kau melaporkan setiap pergerakkan mereka padaku.."


Dia butuh skenario untuk menjebak dua manusia busuk itu, dan kini sekutu mereka bertambah satu orang.. Cassandra.


Ponsel Alden berdering dan mengeryit saat melihat nama Ben di layar ponselnya "Al, Aunty Jeseline meminta kita ikut dalam drama untuk Roland.." Alden mengeryit.


"Drama?"


"Ya, sepertinya akan seru saat kita melihat tampang bodoh Roland, Aunty Jes berencana melamar Anna tanpa sepengetahuan Roland.."


Alden terkekeh "Benar, sudah saatnya Roland bahagia, satu bulan ini dia begitu mengerikan.."


Ben tertawa, "Baiklah kita akan berangkat malam ini"


Alden bergumam, lalu menutup ponselnya.


Setelah berfikir dengan matang Alden yang memang butuh rencana berniat memanfaatkan kepergiannya ke Indonesia dan memanfaatkan Cassandra, siapa suruh dia ikut bergabung dengan Gres, ya.. dari yang Alden dengar dari percakapan Gres adalah dia memang sengaja memilih Cassandra untuk menjadi calon istrinya, dan kelak akan mengeruk hartanya setelah menikah, tapi rupanya Gres terlalu bodoh, karena rencananya sudah Alden ketahui.

__ADS_1


Alden melihat ponselnya dimana ada Airin sebagai wallpaper di ponselnya, mengelus potret Airin yang sedang tersenyum itu lalu bergumam "Sebentar lagi aku akan menjadikanmu milikku, tunggulah.. dan kita akan hidup bahagia bersama dengan anak kita."


Alden menekan layar ponselnya dan mendekatkan ke telinganya "Baby apa yang sedang kau lakukan?"


"Al, kau sudah tiba di kota?"


"Huum, apa wanitaku merindukanku?" Airin terkekeh, lalu mengangguk dan saat menyadari Alden tak bisa melihatnya Airin berkata..


"Ya.. aku merindukanmu"


Alden tersenyum "Aku juga.. ternyata benar, saat kita mencintai seseorang jangankan satu hari baru beberapa jam saja kita sudah merindukannya kembali.." di sebrang sana Airin tersipu.


"Apa yang sedang kau lakukan?"


"Tidak ada, mungkin aku menunggu kamu pulang" Airin melihat kearah dua pelayan yang akan menemani Airin saat Alden tidak ada.


Sejak Alden pergi fikiran buruk terus merasukinya bahwa Alden sengaja menyembunyikan keluar kota agar tak ada yang tahu hubungan mereka, apa Alden menyimpannya di tempat terpencil ini, agar mereka terus bisa bebas tanpa di ketahui orang lain, atau bahkan Alden membuangnya, sugesti buruk tersebut terus berputar di kepalanya, tapi tetap saja dia berusaha mengenyahkan fikiran tersebut, dan berfikir bahwa Alden memang sedang melakukan pekerjaannya.


Meski begitu Airin masih merasa gamang, saat mengingat Alden belum memilih antara dirinya dan anaknya, atau harta keluarganya.


..


Alden dan Ben menaiki pesawat bersama dengan Vero dan Cassandra.


Mereka yang tak ingin repot memilih berangkat dengan pesawat pribadi mereka, saat di dalam pesawat Alden memilih memejamkan matanya dan mengacuhkan Casandra yang duduk di sebelahnya "Kau tau Al, aku baru pertama kali pergi ke Indonesia, dan tidak menyangka akan pergi bersamamu, terimakasih untuk kesempatannya" Alden hanya bergumam tak peduli dengan apa yang di lakukan oleh Cassandra.

__ADS_1


Cassandra beberapa kali melakukan selfi dan bersua foto, dengan Alden sebagai latar tak peduli Alden yang tertidur.


Ben menggaruk hidungnya, saat melihat Cassandra melakukan hal- hal aneh. " Sayang, apa kau tahu, wanita itu katanya putri rekan kerja keluarga Barnes, tapi kenapa aku merasa dia seperti pelayan di rumahku..Auuuh" Vero mencubit pinggang Ben.


"Jaga bicaramu!" Ben meringis.


"Sayang jika kau mencubit begitu keras sel telur ku bisa pecah, dan aku tidak akan bisa membuahi mu lagi.." Vero mengeryit apa hubungannya cubitan di pinggang dengan sel telurnya. "Tapi tidak apa bukankah aku juga akan segera memiliki anak darimu?"


Vero mendengus saat Ben mengusap perutnya yang masih rata, dan Ben benar di dalam perutnya memang sudah ada buah cinta mereka, hubungan mereka memang rumit karena anak mereka hadir saat Ben masih menjadi tunangan Caroline, yang ternyata terobsesi pada Roland, Roland yang marah karena menyebabkan Anna pergi, membuat Caroline dan keluarganya tak berkutik, sehingga keluarga Ben memutuskan hubungan mereka, lalu Ben dengan bebas memilih Vero yang memang dia cintai dan berkat Roland akhirnya mereka akan menikah di tambah mereka akan segera memiliki anak, bukankah itu sempurna .


Vero tersenyum mendengar pramugari berkata bahwa mereka akan segera mendarat dia sudah tidak sabar bertemu dengan Anna. gadis itu, sudah berjanji akan menghubunginya namun hingga satu bulan dia tidak pernah menghubungi Vero, dan Vero akan mencecarnya nanti.


Yang Vero dan Ben tak tahu Cassandra sedang tersenyum melihat hasil jepretannya yang sangat bagus dengan posisi yang seolah dia sedang duduk dengan intim bersama Alden.


Cassandra mengirimkan semua foto tersebut pada Gres yang tak lama kemudian membalas pesannya dengan acungan jempol.


Gres menyeringai saat melihat semua foto- foto yang di kirimkan Cassandra padanya, dan setelah menyimpan semua fotonya Gres mengirimkannya pada Airin.


-Aku tau Alden mencintaimu, tapi dia tetap tak bisa memilih antara cintanya atau hartanya, nyatanya dia ingin keduanya, sekarang terserah padamu Airin, apa kau akan bertahan selamanya dalam persembunyian, tapi tetap saja Cassandra yang di akui oleh dunia-


...


Like ..


Komen ..

__ADS_1


Vote..


__ADS_2