Loving You 2: Wanita Pengganti

Loving You 2: Wanita Pengganti
Baru Dimulai


__ADS_3

Awalnya Alden ingin acuh saat Ben mengatakan bahwa dia melihat Airin di lantai bawah, namun Ben mengatakan bahwa Airin sedang berbincang dengan seorang pria.


"Mike.." Alden mendesis sambil mengepalkan tangannya yang bertumpu di pembatas.


"Benar bukan? aku tak salah lihat, Aku cukup cerdas saat mengingat wanita cantik, dan Aku ingat Airin yang kau tolong saat dia tenggelam di kolam bukan?"


"Ck.. Mike memang tahu wanita cantik.."


Alden tak mendengar lagi ucapan Ben, dia berjalan kearah lantai bawah dimana Airin berada, dadanya terasa panas saat melihat Mike berbisik di telinga Airin, Alden bahkan melihat jika bibir Mike terlalu dekat dengan telinga Airin.


Sial..


Perasaan apa ini, rasanya Alden ingin membunuh Mike.


Alden bahkan melihat Airin tertawa entah karena apa.


Alden melihat tangan Mike yang akan menyentuh punggung Airin tepat di bo kong gadis itu, Alden mempercepat langkahnya dan meraih tangan Mike sebelum menyentuh bo kong Airin.


Bugh!


Alden meninju rahang Mike hingga dalam satu hentakan Mike terjungkal.


Airin menutup mulutnya dan langsung berdiri dari duduknya, Airin melihat Mike meringis dia pasti kesakitan.. "Kau baik- baik saja?" Airin akan membantu Mike berdiri namun tangannya di tarik oleh Alden.


"Kau berani menyentuhnya!" Alden mengeraskan rahangnya tatapannya begitu tajam hingga Airin menciut ketakutan.


"Dengar kau! jangan berani menyentuh wanitaku!" tunjuknya pada Mike.


Mike yang merasakan bibirnya nyeri dengan sedikit darah di ujungnya, sial Ben harus memberi lebih karena ini.


Alden menarik kasar tangan Airin meninggalkan club dan memasukannya kedalam mobil.

__ADS_1


Alden memacunya dengan kecepatan penuh hingga Airin hanya mampu menggenggam sabuk pengamannya karena merasa takut.


Sepanjang jalan Alden tak bicara, hingga mereka tiba di apartemen "Apa yang kau lakukan di tempat itu!" tanya Alden masih dengan nada dinginnya.


"Aku hanya mencari udara.."


Alden mendengus "Mencari udara di tempat seperti itu!"


"Kenapa memangnya, kau juga pergi kesana"


Alden semakin mendengus "Kau sengaja datang dengan pakaian seperti ini untuk mencari perhatianku bukan, lalu membuatku marah.."


Airin mendongak "Jika iya mengapa? aku hanya berusaha.."


"Kau fikir aku akan cemburu?! lalu drama ini berubah menjadi cinta?" Alden terkekeh, sedangkan Airin tertegun ternyata Alden mengetahui perasaannya. "Ternyata kau sama saja, dengan wanita- wanita itu" Airin mengerutkan keningnya, saat tatapan Alden begitu remeh. "Kau ingin terus bersamaku agar bisa terus menikmati kekayaanku"


Airin tercengang bagaimana mungkin Alden berfikir seperti itu, tidak kah dia lihat ketulusan Airin selama ini..


"Kau kira aku juga menyukaimu dan melakukannya karena cemburu, aku melakukannya hanya karena aku tak suka milikku di sentuh pria lain!" Kata- kata Alden bak belati yang langsung menembus hati Airin, matanya yang sudah merah mulai meneteskan air matanya, namun dengan cepat Airin menepisnya.


Alden mendengus "Ingatlah posisimu Airin, kau hanya wanita pengganti, jangan berfikir untuk tinggal selamanya, dan selama aku belum membuangmu jangan melakukan hal yang di lakukan wanita murahan, duduk dengan pria lain yang hampir menyentuh bo kong mu"


"Baiklah, akan aku ingat.." Airin menunduk lalu pergi ke arah kamarnya, dan menutup pintu.


Airin menyandarkan tubuhnya di balik pintu lalu jatuh terduduk, tidak ada cemburu seperti yang di katakan Ben, Alden melakukannya hanya karena tak mau wanita penggantinya di sentuh orang lain sebelum dia membuangnya.


...


Alden menatap punggung Airin yang menghilang di balik pintu, sial.. Airin pasti sakit dengan kata- katanya, namun itu yang terbaik, karena bagaimanapun Airin tidak akan tinggal selamanya, bahkan meskipun Alden menginginkannya.


...

__ADS_1


Alden kira Airin akan menjadi dingin karena kata- katanya yang begitu menusuk kemarin, namun pagi sekali Airin sudah menyiapkan makanan untuknya sarapan dan seperti biasa Airin yang menyiapkan semuanya, bahkan Airin masih tersenyum ceria, senyum yang membuat Alden merasa bersalah.


"Kau sudah bangun? ayo kita makan"


"Bukankah sudah aku katakan, jangan siapkan masakan lagi"


Airin tersenyum "Tuan.. selagi aku masih kau butuhkan aku akan melakukan apapun dengan sepenuh hatiku.. aku menyukaimu" Airin menundukan wajahnya yang merona, Alden terdiam.


"Tidak perlu melakukan apapun, menolak bahkan menerima karena aku tahu posisiku.."


"Seperti katamu aku hanya akan pergi saat kamu membuangku, jadi tenang saja aku tidak berfikir untuk tinggal selamanya, tapi selama aku masih disini izinkan aku melakukan yang terbaik.."


Sudah Airin putuskan dia tidak akan menyerah, Airin sudah melakukannya dengan benar.


Awalnya Airin tidak berniat mengungkapkannya hingga Alden benar- benar membuangnya, namun Airin merasa lega setelah semalam mengatakannya, meski jawaban Alden membuatnya sakit, tapi setidaknya Airin tak perlu berpura- pura lagi.


Dia akan menunjukan cintanya terang- terangan tanpa perlu menyembunyikannya lagi.


"Ayo duduklah, kita akan makan sebelum kau terlambat berangkat"


Airin menarik satu kursi yang biasa di duduki Alden, namun Alden menatapnya datar dan pergi begitu saja, meninggalkan Airin yang diam terpaku.


Airin menelan ludahnya kasar lalu duduk di kursi yang sudah dia tarik yang harusnya untuk Alden, Airin menghela nafasnya tersenyum lalu mulai makan meski makanan nya terasa hambar karena tenggorokan Airin yang terasa tercekat, ayolah Airin ini baru awal dan jangan menyerah secepat ini.


...


Like..


Komen..


Vote..

__ADS_1


__ADS_2