Madu Adik Kakak

Madu Adik Kakak
10


__ADS_3

Aku tersadar saat pintu kamarku diketuk oleh seseorang dari luar. Ntah siapa yang mengeruk pintu kamar itu, aku rasa bukan hanya satu orang, tapi juga sudah dua orang yang mengetuk pintu kamar ini.


Aku bangun untuk membuka pintu kamar. Saat aku buka pintu itu, aku lihat yang ada didepan pintu itu adalah kak Lio. Ia melihat aku yang terlihat sangat menyedihkan. Mataku yang sembab ini sangat jelas terlihat.


"Ada ... ada apa kak Lio?" kataku gelagapan.


"Kenapa kamu gak turun untuk makan?" ucapnya datar.


"Nanti saja aku makannya, sekarang masih kenyang," ucapku sambil melihat kearah lain.


Hush, kalo tidak ada kak Nessa, ia bisa bicara padaku. Tapi saat bersama kak Nessa, ia terlihat sangat tidak suka dan selalu menghindar dari aku. Ia akan terlihat sangat membenci aku saat mereka bersama. Tapi saat kami hanya berdua saja, ia mau bicara dan seolah perhatian padaku, walaupun itu terlihat terpaksa.


"Sebaiknya kamu makan sekarang, karna hari sudah sangat siang."


"Gak papa, nanti aku akan makan kalo sudah lapar."


"Jangan pernah membantah apa yang aku bilang. Lakukan saja apa yang aku katakan. Apa susahnya makan sekarang," kata kak Lio terlihat sangat kesal.


Aku melihat wajahnya dengan tatapan kaget sekaligus mentedihkan. Ia terlihat baru menyadari apa yang baru saja ia katakan.


"Aku hanya melakukan apa yang diminta Nessa padaku. Ia ingin kamu makan dan tidak sakit karna kelaparan," ucap kak Lio sambil membalik badannya ingin turun kembawah.


"Apa kak Nessa ada dibawah?"


Kak Lio tidak menjawab sedikit pun apa yang aku katakan. Ia terus berjalan meninggalkan aku yang sedang kebingungan dengan sikapnya barusan. Ia sedikit perhatian, namun juga terlihat terpaksa dan sangat tidak suka padaku. Aku yang terlalu berharap atau aku yang terlalu kekurangan kasih sayang yah.


Aku pun masuk kedalam kamar kembali. Aku ingin mencuci muka dan segera turun. Aku melihat jam yang berada disamping tempat tidurku ini. Ya ampun, hari sudah siang ternayat. Kalo gitu, aku tertidur lumayan lama tadi pagi. Pantas saja, perut ini rasanya sedikit perih. Aku baru makan jajan sedikit saja hari ini, belum makan nasi dari kemarin sedikit pun.


Aku bergegas turun kebawah untuk makan. Aku sangat berharap tidak menganggu kak Nessa dan kak Lio lagi siang ini. Mungkin mereka sudah berangkat kekantor lagi kayaknya.

__ADS_1


Saat aku hampir mencapai ruang makan. Aku melihat kak Lio sedang duduk di sofa ruang keluarga. Ia sibuk dengan laptop dipangkuannya.


Kak Lio duduk sendirian, tidak ada kak Nessa disekitarnya sama sekali. Di mana kak Nessa ya? Apa kak Nessa tidak pulang kerumah siang ini?


Aku pun tidak ingin menganggu kak Lio yang sedang sibuk. Langkah kakiku, aku usahakan tidak terdengar sama sekali. Saat aku ingin duduk di kursi meja makan. Bibik menyapaku dengan sangat ramah.


"Nyonya muda mau makan?" kata bibik itu.


"Iy ... iya bik. Saya mau makan," ucapki ragu.


"Saya akan siapkan makan buat nyonya muda ya," kata bibik sambil sibuk.


"Iya bik. Oh ya bik, jangan panggil saya nyonya muda ya. Panggil saja saya non atau nama saya juga boleh," kataku.


"Kamu itu istri di rumah ini. Apa masalahnya dengan sebutan nyonya muda yang bibik berikan padamu. Apa kamu berniat ingin tetap menjadi nona?" kata kak Lio tiba-tiba saja ikut dalam pembicaraan aku dan bibik.


Aku memilih untuk diam, tidak menjawab adalah pilihan terbaik buat ketenangan rumah ini. Lebih baik aku tetap menjadi diriku yang lembut dan selalu penurut, dari pada aku jadi orang yang selalu bikin semua orang kesal padaku.


"Silakan makan nyonya muda," kata bibik.


"Makasih bik," kataku sangat kecil.


"Oh ya bik, di mana kak Nessa. Apakah ia tidak pulang kerumah siang ini?" kataku.


"Nyonya Nessa tadinya pulang sebentar, tapi ia sudah pergi lagi. Ia pergi keluar kota beberapa hari untuk urusan bisnisnya."


"Uhuk ... uhuk ... uhuk ...."


Aku tersedak saat mendengarkan apa yang bibik katakan. Ternyata kak Nessa tidak berada dirumah maupun dikantornya. Ia sudah pergi keluar kota untuk urusan kerja, namun ia tidak pamit padaku saat ingin pergi.

__ADS_1


"Minumnya Nyonya," kata bibik sambil memberikan aku minuman.


"Makasih bik," kataku sambil menerimanya, lalu dengan cepat meminum air itu.


"Kenapa kak Nessa tidak pamit padaku dulu saat ingin pergi."


"Nyonya muda, Nyonya tadi sebelum pergi sudah ingin pamit pada nyonya muda. Hanya saja, pintu kamar nyonya muda terkunci, dan saat diketuk-ketuk sambil memanggil namanya nyonya muda, Nyonya muda tidak keluar juga. Saat itulah Nyonya Nessa mengira kalau nyonya muda sedang tidur. Ia memutuskan untuk langsung berangkat karna tidak bisa menunggu lama," kata bibik menjelaskan panjang lebar.


"Kapan kak Nessa pulangnya bik?"


"Mungkin minggu depan nyonya."


"Oh ...."


"Oh iya, nyonya Nessa pesan sama bibik. Nyonya muda tidak boleh keluar dari rumah tanpa izin Tuan Lio. Dan Nyonya Nessa juga berpesan, Nyonya muda agar bisa memenuhi semua kebutuhan Tuan Lio selama Nyonya Nessa pergi keluar kota."


Aku terdiam sama apa yang bibik katakan. Ternyata kak Nessa tidak membiarkan aku pulang kerumah mama saat ia tidak ada di rumah. Rencananya, aku ingin pulang saat kak Nessa tidak ada di rumah seperti ini. Rasanya makin aneh untuk tetap berada di rumah ini.


"Silakan lanjutkan makannya Nyonya muda," ucap bibik saat melihat aku termenung.


"Eh, iya bik. Apa bibik gak makan bareng aku?" kataku.


"Gak Nyonya, bibik udah makan dari tadi."


"Aku gak enak makan sendiri bik. Bibik makan aja lagi bareng aku," kataku.


Bibik melihat kearah kak Lio. Aku melupakan kak Lio yang sedari tadi duduk di sofa ruang keluarga. Kalau aku ingat ada kak Lio di sana, aku gak akan bilang kalau aku gak enak makan senduri. Ini sama artinya dengan aku minta kak Lio buat menemani aku makan.


Aku tidak bicara sepatah kata lagi saat ini. Apa yang aku pikirkan ternyata benar. Kak Lio benar-benar menghentikan pekerjaannya dan ia langsung duduk didepan aku.

__ADS_1


"Apa susahnya makan sendiri, kenapa harus minta ditemani juga. Makan sendiri atau berdua jatuhnya juga akan sama bukan," ucap kak Lio sambil menatap wajahku.


__ADS_2