Madu Adik Kakak

Madu Adik Kakak
15


__ADS_3

Ternyata aku tidak bisa menolak apa yang kak Lio katakan. Aku pun mengikuti langkah kaki kak Lio turun kebawah menuju ruang makan.


Di sana, bibik sudah selesai menghidangkan makanan yang aku masak tadi. Aku tersenyum saat melihat bibik tidak bicara siapa yang masak. Karna aku minta bibik merahasiakan, kalau aku yang masak hari ini.


"Silahkan Tuan, silahkan Nyonya muda," kata bibik sambil meninggalkan kami.


"Makasih bik," ucap kak Lio.


Ini yang aku salut sama kak Lio. Dia selalu memperlakukan orang yang bekerja dengannya dengan sangat baik. Ia tidak membedakan kededekan orang lain.


Kami pun makan, saat sedok pertama masuk mulut kak Lio. Ia mengubah ekspresi wajahnya. Ia seakan memikirkan sesuatu saat ia merasakan makanan itu.


"Bibik ...." kata kak Lio memanggil bibik yang berada di dapur.


"Ada apa Tuan?" kata bibik datang dengan tergesa-gesa.


"Apa bibik gak masak hari ini. Apa bibik beli makan siap?" kata kak Lio.


"Gak kok Tuan, bibik gak beli makanan siap kok. Ini masakan rumah kita," jawab bibik sedikit takut.


"Aku gak percaya kalau ini bibik yang masak. Karna rasanya sangat berbeda dari masakan bibik yang biasanya."


Bibik menundukkan kepalanya, ia terlihat sangat takut saat itu. Aku yang telah membuat bibik merasa takut. Aku harus membantu bibik buat ngomong. Kalau tidak, bibik akan terus merasa ketakutan. Lagian, aku juga sudah janji sama bibik buat bertangung jawab jika terjadi sesuatu.


"Kak Lio, maafkan aku. Masakan ini aku yang masak. Maaf kalau rasanya tidak kak Lio sukai. Dan bibik tidak salah apapun hari ini. Karna yang ingin masak itu aku," kataku sambil tertunduk.


"Benarkah apa yang Vanny katakan bik? Apakah benar ia yang memasak semua masakan ini?" kata kak Lio pada bibik.


"Iy ... iya Tuan, semua masakan hari ini, itu Nyonya muda yang masak. Saya tidak bisa melarang keinginan nyonya muda tuan," kata bibik sambil takut-takut.

__ADS_1


"Kamu punya nyali sangat besar Vanny, aku sudah bilang jangan melakukan apapun di rumah ini. Tapi kamu malah masak," kata kak Lio.


"Kalau tidak suka, jangan dimakan. Lain kali, aku tidak akan masak lagi."


"Aku tidak ada bilang tidak suka. Aku hanya bilang kalau kamu punya nyali yang besar. Padahal, aku sudah berpesan pada bibik, saat kamu pulang, kamu harus istirahat biar kesehatanmu cepat pulih."


"Aku hanya ingin melakukan apa yang aku bisa kak Lio. Lagian, aku merasa bosan hanya berdiam diri di kamar," kataku.


"Baiklah, lakukan apa yang kamu mau. Jika kamu benar-benar merasa bosan, maka aku tidak akan melarang kamu melakukan apa yang kamu suka. Selagi dalam batas wajar, maka aku akan membiarkannya."


Aku kaget campur bahagia, apakah itu artinya, aku diberi kebebasan oleh kak Lio untuk melakukan apapun di rumah ini. Aku akan melakukan apa yang aku suka kalau gitu. Tapi aku harus memastikan apa saja yang boleh aku lakukan. Karna aku tidak tahu, batas wajar yang kak Lio maksudkan itu seperti apa. Diakan orangnya sedikit aneh, mana aku tahu batas wajar seperti apa yang ada dalam pikirannya.


"Bisakah aku merawat taman yang ada di rumah ini kak Lio?" kataku dengan hati-hati.


"Apakah itu yang kamu inginkan?"


"Banyak sekali kesukaan kamu ternyata, aku hampir bingung, apakah sebenarnya yang memang benar-benar kamu sukai."


"Apa aku tidak boleh melakukan semua hal itu?" kataku tak mengerti.


"Tidak, aku tidak bilang kalau kamu tidak boleh melakukan hal itu. Kamu bisa melakukan semua itu jika kamu suka. Lagian, kamu sangat berbakat memasak. Masakan yang kamu masak hari ini sangat lezat rasanya. Aku saja sampai berpikir kalau bibik membeli makanan hari ini," ucap kak Lio panjang lebar.


Aku sangat senang dengan apa yang keluar dari mulut kak Lio. Ternyata, ia juga bisa membuat hatiku merasa bahagia. Aku pikir, ia hanya bisa membuat aku merasa kesal, tapi kenyataannya tidak.


"Oh ya, aku harus pergi. Masih banyak yang harus aku kerjakan di kantor," ucap kak Lio sambil bergerak meninggalkan meja makan.


Aku hanya melihat apa yang kak Lio lakukan tanpa menjawab sepatah katapun. Kak Lio bukan hanya meninggalkan meja makan, ia juga meninggalkan rumah setelah berbicara seperti itu padaku.


......

__ADS_1


Malam ini, aku makan malam bersama bibik. Ya walaupun awalnya, bibik tidak mau makan bersama aku. Tapi pada akhirnya, bibik mau juga setelah aku paksakan berulang kali. Aku yang sudah terbiasa makan bersama orang lain, merasa tidak enak jika aku makan sendiri. Aku makan bersama bibik, karna kak Lio masih belum pulang dari kantor walaupun sudah jam makan malam.


Selesai makan malam, aku memilih untuk duduk diruang keluarga. Bibik juga ikut bersamaku. Kami berdua memilih untuk menonton televisi sambil menunggu kak Lio pulang.


"Kok kak Lio belum pulang juga ya bik. Apa kak Lio sudah biasa pulang larut malam?" kataku pada bibik.


"Gak sih Nyonya. Tuan Lio jarang pulang malam, apalagi kalau Nyonya Nessa ada di rumah. Kalau tidak ada hal mendesak, ia tidak akan pulang malam," kata bibik menjelaskan.


"Oh, berarti kak Lio hampir tidak pernah pulang malam selama ini ya bik."


"Bisa dikatakan seperti itu Nyonya," kata bibik.


Aku tidak menjawab lagi, tapi aku bisa menarik kesimpulan kalau kak Lio pulang malam karna aku. Karna di rumah ini tidak ada kak Nessa, hanya ada aku, makanya ia malas untuk pulang cepat.


"Aku tidur duluan ya bik," kataku sambil beranjak dari dudukku.


"Lho, katanya Nyonya muda mau nonton drama favorit Nyonya. Dramanya masih setengah jam lagi lho Nyonya."


"Aku sambung di kamar aja bik nontonya, bibik gak papakan aku tinggal sendirian."


"Iya, gak papa kok Nyonya. Kalau Nyonya may istirahat, silahkan."


"Iya bik. Aku naik dulu ya," ucapku sambil meninggalkan bibik.


Rasa tidak enak ini kembali menghantui hatiku. Rasa tidak enak karna sudah menjadi pengganggu di keluarga kak Nessa dan kak Lio, kembali mencul. Aku merasa bersalah, karna aku, kak Lio memilih pulang malam.


.....


Sampai di kamar, aku bukannya langsung tidur. Aku malah melihat keluar dan menikmati angin malam. Udara yang berhembus lembut membuat aku merasa sedikit nyaman namun juga terasa sedikit dingin. Aku lihat langit malam, terlihat tidak bersahabat, karna langit malam ini agak sedikit mendung.

__ADS_1


__ADS_2