Madu Adik Kakak

Madu Adik Kakak
23


__ADS_3

Aku terdiam, apakah yang sebenarnya ada dipikiran istriku saat ini? Apakah segitu pentingnya adik angkatnya itu? Aku tidak habis pikir, benar-benar tidak habis pikir saat ini.


Aku lebih baik tidak membahas lagi hal seperti ini. Aku tidak bisa melihat Nessa seperti bukan dirinya. Saat membahas Vanny, ia selalu terlihat sangat bersalah. Ntah salah apa yang telah Nessa lakukan pada gadis itu. Aku jadi merasa sangat bingung sekarang.


Aku angkat tubuh istriku yang sedang berada di lantai saat ini. Aku pindahkan ia keatas ranjang. Aku berusaha menenangkan istriku agar ia tidak terbebani lagi walau hanya untuk malam ini saja.


......


Saat aku bangun, aku sudah tidak menemukan Nessa berada disamping aku. Kemana dia, kenapa ia bagun begitu pagi sekali. Hari masih terlalu pagi, apakah ia sudah mau bersiap-siap untuk pergi kerja?


Aku tidak ingin hanya menebak saja. Lebih baik, aku melihat sendiri di mana Nessa sekarang.


Aku keluar dari kamar, lalu menuju dapur. Niatnya, aku ingin melihat, apakah bibik sudah bangun dan membuatkan sarapan untuk kami.


Saat aku hampir saja sampai di dapur, aku mendengarkan suara Nessa sedang bicara dengan seseorang. Suara orang itu adalah suara laki-laki. Dan suaranya sangat mirip dengan Pandu.


"Kamu tidak harus berlutut sampai merendahkan dirimu Ness. Aku tidak suka melihat kamu seperti tadi malam itu. Terkadang, yang dibilang Tuan Lio itu ada benarnya. Kamu tidak perlu terlalu ikut campur soal hidup Vanny," ucap Pandu.


"Kamukan tahu bagaimana aku dan Vanny. Aku sudah terlalu merasa punya banyak dosa sama Vanny. Aku tidak bisa menebus semua dosa itu jika tidak mendapatkan laki-laki yang baik buat dia."


"Tapi kamu benar-benar tidak cinta pada suami kamu?"

__ADS_1


"Tidak, aku hanya berkorban buat Vanny saja. Seperti yang kamu tahukan, dosa aku pada Vanny itu sudah sangat banyak. Kamu tahu, neneknya meninggal karna aku."


"Itu senenarnya sudah takdir Ness," ucap Pandu.


"Bagaimana dengan laki-laki yang ia cintai, yang aku rebut darinya. Yang aku pacari dan membuat ia kehilangan rasa dan terpuruk. Aku telah merebut apa yang ia punya, tanpa Vanny ketahui Pandu. Kasihan gadis itu, ia sangat baik padaku, bahkan mengangap aku kakak kandungnya."


"Tapi ...."


"Sudahlah Pandu, semua yang aku lakukan ini masih belum seberapa dengan apa yang Vanny lakukan buat aku. Kami ingatkan, aku juga hutang nyawa pada adik angkatku itu. Bukan hanya sekali, tapi dua kali malahan. Ia hampir mati tenggelama, karna ia menyelamatkan aku. Ia juga mengalami pendarahan berat, akibat menyelamatkan aku dari kecelakaan."


"Ya, aku tahu apa yang telah ia lakukan. Wajar sih, kalau kamu berusaha membuat ia bahagia saat ini. Apalagi soal kamu yang telah jadi orang ketiga dalam hidupnya. Yang menimbulkan rasa sakit sehingga ia tidak ingin jatuh cinta lagi."


.....


buat hidup adik angkatnya.


Kasihan Vanny, ia adalah gadis yang lembut dan penyanyang. Ia sebenarnya tidak pantas mendapatkan begitu banyak kesulitan. Apalagi kesulitan dari orang yang ia anggap terlalu baik. Orang yang sangat ia sayangi, seperti Nessa ini.


Tapi tunggu dulu, ada yang aneh antara Nessa dengan Pandu. Kenapa Pandu terlihat sangat dekat dengan Nessa. Bahkan, ia tidak memanggil Nessa dengan sebutan Nyonya. Pandu dengan leluasanya memanggil Nessa dengan kamu atau nama Nessa langsung. Ada yang tidak beres antara Pandu dan Nessa. Aku harus menyelidiki semua ini.


Aku bergegas kembali kekamar dan berpura-pura tidak mendengarkan apa saja yang Nessa dan Pandu bicarakan. Aku ingin tahu, apakah Nessa dan Pandu punya hubungan tersembunyi dibelakang aku.

__ADS_1


.....


Vannya POV


Malam yang sangat cerah, bintang yang bertaburan menghiasi langit malam ini. Bulan sabit juga terlihat sangat indah saat ditemani oleh bintang dan kecerahan langit malam.


Sekarang, aku sedang duduk sendirian di taman rumah ini sendirian. Berusaha menghibur hati yang sedikit lara akibat masalah yang aku hadapi.


Aku susah mencoba berbagai cara, agar aku tidak merasakan sakit hati akibat perkataan kak Lio beberapa hari yang lalu. Tapi rasanya, aki tidak bisa untuk tidak sakit hati saat ini. Perkataan itu membuat hatiku begitu terluka.


Aku duduk sendirian di taman ini, karna semua orang yang ada di rumah, sedang tidak ada sekarang, kecuali bibik. Ia sedang menikmati sinetron kesayangannya saat ini didalam rumah. Aku tidak tertarik untuk ikut nonton bersama bibik didalam. Yang aku suka itu bukanlah sinetron, melainkan drama yang berbau kerajaan atau zaman dahulu.


Maka dari itu, aku tidak ingin ikut bibik buat nonton.


Sedangkan kak Nessa, ia sedang berada di kantor. Ia bilang sedang banyak pekerjaan dan harus lembur. Kalau mas Pandu, sudah pastilah ia selalu ada di mana kak Nessa ada. Ia adalah orang yang paling dekat dengan kak Nessa. Ia tidak pernah jauh dari kak Nessa walau kak Nessa berada di luar begeri kekalipun. Sedangkan kak Lio, dari yang aku dengan, bibik bilang ia juga sedang lembur malam ini.


Aku sekarang benar-benar berusaha menghindar dari kak Lio. Sebisa mungkin, aku akan jaga jarak dan tidak saling sapa jika kami berhadapan. Aku tidak siap, jika aku menerima perubahan sikap kak Lio yang selalu tiba-tiba itu. Terkadang ia hangat dan sangat baik padaku. Namun terkadang, ia juga sangat dingin dan selalu membuat aku terluka.


Sudahlah, tidak ada yang harus aku pikirkan. Jika kak Nessa mengizinkan, maka aku akan pulang kerumah mama dan papaku dalam waktu dekat ini. Apapun yang terjadi, aku sudah tidak ingin berada ditenga-tengah kak Nessa dan kak Lio. Aku sudah capek berada di rumah ini. Mungkin tidak akan ada masalah, jika aku pulang kerumahku dan menjadi diriku yang dulu di rumah. Walaupun sekarang, aku bukan gadis lagi.


Terkadang, aku merasa sedikit menyesal telah menerima tawaran kak Nessa waktu itu. Jadi istri kedua atau wanita kedua dalam suatu rumah tangga itu tidaklah enak. Hal yang paling sulit adalah berada ditengah-tengah mereka. Jangan pernah berniat, untuk menjadi wanita kedua. Karna rasanya gak akan pernah enak. Namanya juga sesuatu yang terbagi, mana ada enak. Sesuatu yang tidak bisa kita miliki dengan seutuhnya. Bukannya enak, itu malah akan menimbulkan rasa sakit dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2