Madu Adik Kakak

Madu Adik Kakak
7


__ADS_3

Adelio POV


Aku merasa gadis ini agak sedikit aneh. Masa hanya karna ingin memberi jarak antara aku dan dia, dia malah rela tidur tanpa bantalnya.


Awalnya, aku ingin membiarkan saja ia tidur dengan beralaskan tangannya sebagai bantal. Namun, lama kelamaan, aku merasa kasihan juga dengan gadis ini. Jika ia tidur dengan beralaskan tangannya sampai pagi. Mungkin tangannya akan merasa kesemutan.


Aku bangun untuk melihat Vanny tidur apa belum. Ternyata, gadis ini sangat cepat sekali tidurnya. Baru saja beberapa waktu yang lalu, ia sangat sulit untuk aku ajak tidur. Tapi sekarang, ia malah sudah tidur duluan.


Aku pun mengangkat kepalanya, meletakkan bantal dikepala Vanny. Ia tidak sadar saat aku melakukan hal itu. Berarti, saat ini, Vanny memang sangat terlelap.


Awalnya, aku datang kekamar ini hanya untuk memenuhi permintaan Nessa, sekaligus untuk memberi Vanny pelajaran karna bersedia menikah dengan aku. Tapi ternyata, bukan Vanny yang aku kerjain, malahan aku yang merasa jadi tidak tega saat membentak Vanny.

__ADS_1


Awalnya, aku ingin membuat Vanny tidur dilantai malam ini. Eh, setelah sampai dikamarnya, aku malah berubah pikiran. Aku malah meminta Vanny untuk tidur disamping aku.


Ternyata Vanny adalah gadis yang sangat polos. Untuk hari pertama aku menikah dengannya, ia terlihat seperti punya tekanan yang kuat. Ia terlihat tidak suka saat berada dirumah ini. Ia bahkan sangat merasa tidak nyaman dirumah ini. Apa sebenarnya yang terjadi antara Vanny dan Nessa. Apa yang sebenarnya Nessa sembunyikan dari aku. Kenapa ia malah menikahkan aku dengan adiknya. Benarkah apa yang mama katakan, kalau Nessa tidak seperti yang aku lihat dan ia membawa adiknya karna punya rencana.


Aku tidak tahu siapa yang benar dengan omongan mereka. Nessa atau mama yang berbohong. Apa yang Nessa tunjukkan itu sama persis dengan kenyataan. Sedangkan mama, mama hanya bicara saja. Mama tidak pernah menunjukkan bukti kalau Nessa itu tidak baik. Mama minta aku punya anak, padahal Nessa memang tidak bisa punya anak karna ia memiliki penyakit ganas yang membuat ia tidak bisa hamil. Tapi mama terus memaksakan Nessa supaya memberi keturunan buat aku.


Aku jadi pusing saat memikirkan semua itu. Antara aku dan Nessa, aku tidak pernah mempermasalahkan Nessa bisa hamil atau tidak. Aku tidak pernah keberatan kalau Nessa tidak bisa punya anak. Karna bagi aku, Nessa jadi istri yang baik dan selalu ada buat aku saja, itu sudah sangat cukup bagiku. Tapi Nessa malah keberatan dengan hal itu, ia malah memaksa aku menikahi adiknya. Karna ia pernah dengar, mamaku meminta aku menikah lagi untuk punya anak. Karna mama tahu, aku sangat sayang pada Nessa. Mama mengusulkan untuk menikah dengan istri kedua tanpa menceraikan Nessa.


Aku terus berpikir tentang semuanya, hingga jam menunjukkan tengah malam. Aku baru sadar, kalau aku memikirkan masalah keluargaku sudah lebih dari dua jam.


Mata ini tidak mau tidur karna waktu tidur sudah lewat. Mataku akan terus terjaga jika aku tidur lewat dari jam sebelas malam. Kini aku sudah melewati waktu tidurku hampir dari satu jam lebih. Hasilnya, aku tidak bisa tidur lagi saat ini. Karna jika aku terus memaksakan untuk tidur, itu akan sia-sia saja.

__ADS_1


Aku pun memutuskan untuk bangun. Aku ingin menikmati udara dibalkon kamar ini saja. Walaupun udara malam sangat tidak baik buat kesehatan, tapi itu mungkin berhasil membuat aku terlelap.


Baru saja aku ingin bangun, aku melihat Vanny tiba-tiba memegang tanganku. Aku pun melihat kearah gadis itu, ia tidak membukakan matanya sedikit pun. Itu artinya, Vanny masih tidur saat memeluk tanganku.


Aku membiarkan Vanny melakukan apa yang ia suka dengan tanganku. Vanny benar-benar memeluk erat tanganku saat ini. Apa yang gadis ini pikirkan sebenarnya. Kenapa ia bisa memeluk tanganku. Saat disuruh tidur tadi, ia seperti orang yang sedang punya masalah berat. Tapi saat sudah tidur, ia bagaikan gadis yang tidak punya beban sama sekali.


Aku tatap wajah Vanny yang terlelap disamping aku saat ini. Wajah cantik yang terlihat sangat manis. Bahkan seperti tidak punya masalah. Berbeda saat aku menatap wajah Nessa saat ia terlelap. Saat Nessa terlelap, ia bahkan tidak berbeda saat ia terjaga. Hanya saja, Nessa terlihat sedikit tidak cantik saat tertidur. Karna ia tidak menggunakan bedak dan make-up saat tidur. Tapi saat melihat Vanny yang sedang terlelap, itu lebih cantik dari pada ia yang sedang terjaga. Mungkin saat Vanny terjaga, ia tidak pernah menunjukkan wajah bahagianya padaku. Jangankan tertawa, tersenyum padaku saja ia tidak pernah sekalipun.


Aku memukul kepalaku, apa yang aku pikirkan. Kenapa aku bisa membandingkan Nessa dengan Vanny. Aku bahkan tidak boleh menyamakan Vanny dengan Nessa. Vanny dan Nessa adalah dua orang yang sangat berbeda. Mereka tidak bisa disamakan sedikit pun.


Saat susah tidurku kambuh, aku jadi banyak berpikir yang aneh-aneh. Seperti saat ini, aku malah berpikir membandingkan antara Vanny dan Nessa. Jelas saja, Vanny dan Nessa itu tidak sama. Eh aku malah membandingkannya.

__ADS_1


Aku berusaha memejamkan mataku, aku lupa membawa obatku kesini. Aku tidak berpikir kalau penyakit susah tidur ini akan kambuh saat aku berada dikamar Vanny. Aku tidak mungkin kembali kekamarku saat ini. Nessa pasti akan marah jika melihat aku kembali. Tapi, tanpa obat itu aku tidak bisa tidur sampai pagi tiba. Aku tidak punya cara lain selain menunggu pagi tiba.


__ADS_2