Madu Adik Kakak

Madu Adik Kakak
24


__ADS_3

Tapi, bagaimanapun, jalan hidup setiap manusia itu tidak pernah bisa ditebak. Kita inginkan hal yang terbaik buat hidup kita kedepannya. Namun, yang kita dapatkan malah sebaliknya. Kita tidak bisa mengeluh atas apa yang tuhan berikan pada kita. Yang bisa kita lakukan adalah menerima apa yang tuhan berikan pada kita, dan jangan lupa untuk selalu bersyukur dengan apa yang kita dapatkan. Karna apa yang kita dapatkan adalah hal terbaik yang tuhan berikan buat kita. Karna kita tidak akan tahu, apa yang terbaik untuk kita sebenarnya.


Aku terus melihat langit malam yang tampak sangat cerah malam ini. Ntah jam berapa sekarang, aku juga tidak peduli dengan waktu. Karna saat ini, hatiku bisa sedikit tenang berada di taman sambil melihat bulan.


"Kenapa berada diluar, udara malam tidak bagus buat kesehatan," ucap seseorang dari belakangku.


Aku kaget dengan suara yang tiba-tiba saja bicara padaku. Suara laki-laki yang tidak asing lagi bagi aku. Itu adalah suara kak Lio, tapi yang aku tahu, kak Lio sedang lembur malam ini. Kenapa ia bisa ada di sini sekarang. Kapan ia pulang sebenarnya, kenapa aku tidak sadar kalau ia sudah pulang.


Aku berbalik untuk melihat orang yang ada dibelakangku. Aku tidak ingin hanya menebak saja. Mana tahu itu bukan kak Lio yang sedang ada di belakangku sekarang.


Di sana, kak Lio sedang berdiri tegak. Dengan masih memakai baju kemeja berwarna biru muda yang ia kenakan tadi pagi. Ia terlihat baru saja pulang dari kantor. Karna ia masih memakai baju kemeja dan masih membawa tas kerjanya.


"Kenapa kamu kaget saat melihat aku? Apa ada yang aneh dengan aku malam ini?" ucap kak Lio sambil berjalan mendekati aku.


"Tidak, tidak ada yang aneh. Aku juga tidak merasa kaget saat melihat kak Lio."


Aku tahan rasa ingin tahuku soal kapan kak Lio pulang dari kantor. Karna aku tidak ingin terlihat sangat ingin tahu semua hal tentang kak Lio. Lebih baik, aku terlihat tidak peduli saja. Biar hati ini, tidak akan terluka lagi nantinya.


"Kamu belum menjawab pertanyaanku yang pertama Vanny. Kenapa kamu berada diluar malam-malam begini?"


"Aku sedang bosan didalam kak Lio, apakah salah jika aku berada diluar?" kataku sedikit ketus.

__ADS_1


"Tidak ada yang salah jika kamu ingin duduk diluar. Tapi sekarang sudah hampir jam sembilan malam Vanny. Udara malam itu gak bagus buat kesehatan. Apalagi baju kamu sangat tipis sekarangan."


Aku hanya diam saja, tidak ingin menjawab apa yang kak Lio katakan. Rasa sakit ini sebenarnya masih ada dalam hatiku. Aku tidak ingin salah mengartikan perhatian kecil yang kak Lio berikan padaku.


"Vanny, apa kamu tidak berniat untuk masuk kedalam sekarang?" ucap kak Lio.


"Aku akan masuk sebentar lagi, kak Lio bisa masuk duluan saja."


"Vanny, cuacanya semakin sejuk saja sekarang. Apa kamu tidak merasakan, kalau sekarang semakin dingin di sini."


"Aku tidak merasakan hawa dingin sedikitpun kak Lio. Kakak bisa masuk duluan, aku akan nyusul sebentar lagi."


Kak Lio berkata seperti itu sambil bagun dari duduknya dan memakaikan jas yang ia bawakan ketubuhku. Aku kaget dengan apa yang kak Lio lakukan. Tapi juga tidak bisa berkata apapun saat ia memberikan jasnya padaku.


"Aku kasuk duluan, ingat waktu yang aku berikan padamu. Lima belas menit saja," ucap kak Lio sambil berjalan meninggalkan taman.


Aku terus melihat kak Lio meninggalkan aku hingga ia menghilang dibalik pintu rumah kami.


Aku melihat jas yang sedang ada di bahuku saat ini. Jas kak Lio ini, masih mrninggalkan bau harum parfum yang sering kak Lio pakai setiap kali ia pergi kekantor. Harus sekalai bau parfum ini. Seakan membawa sebuah kenyamanan saat aku mencium baunya.


.....

__ADS_1


Ntah berapa menit sudah berlalu, aku masih belum masuk kedalam rumah juga. Mungkin sudah lewat atau masih kurang dari waktu yang kak Lio berikan padaku tadi. Tapi, aku bahkan tidak memikirkan soal waktu yang kak Lio berikan sebelum ia masuk kedalam rumah. Aku malah sibuk melihat bulan sabit yang dikelilingi bintang-bintang malam ini, bersama bau harumnya parfum yang terus menempel di jas yang menutupi separuh badanku.


"Ternyata, istri kedua aku ini orangnya sangat keras kepala yah. Masa sudah lewat lima menit dari waktu yang aku berikan, kamu masih tetap berada diluar juga," ucap kak Lio.


Aku kaget karna suara kak Lio tiba-tiba saja berada disamping telingga kiriku. Sontak saja, aku langsung membalikkan badanku dan bertatap mata dengan kak Lio dengan jarak hanya beberapa senti saja. Ntah kenapa, dadaku tiba-tiba berdetak lebih cepat dari yang biasanya.


Kak Lio segera mengalihkan wajahnya dan kembali berdiri tegak. Ia terlihat tidak seperti yang biasanya. Ia juga seperti orang yang berusaha untuk tetap tenang sekarang. Tapi wajahnya masih belum bisa tenang saat ini. Ia masih terlihat sangat berusaha keras, supaya ia terlihat seperti biasanya.


"Ee ... sebaiknya kamu masuk, karna sebentar lagi Nessa pasti pulang. Dan ia akan bilang, kalau aku tidak menjaga kamu saat dia tidak ada," kata kak Lio.


Tiba-tiba saja, rasanya aku seperti sedang tertusuk jarum saat ini. Awalnya, aku tidak ingin memasukkan kedalam hati perhatian kecil yang kak Lio berikan malam ini. Karna aku takut, harapan ini kembali hampa. Tapi ternyata, aku malah memasukkan kedalam hati kejadian yang baru saja terjadi beberapa menit yang lalu.


Ternyata, aku masih berharap, kalau kak Lio itu memperhatikan aku, karna kemauannya sendiri. Tapi ternyata, aku hanya salah dengan harapan itu. Karna, kak Lio melakukan semua ini, hanya demi kak Nessa. Ia tidak ingin kak Nessa marah padanya. Makanya, ia begitu perhatian padaku dan meminta aku segera masuk.


Aku ini terlalu naif ternyata, memiliki harapan seperti itu. Padahal, itu mungkin tidak akan pernah terjadi. Karna, apapun yang kak Lio lakukan padaku itu, jika bukan demi kak Nessa, maka tidak akan pernah ia lakukan.


"Aku permisi dulu," ucapku sambil bangun dari duduk dan berjalan meninggalkan kak Lio.


Aku terus berjalan tanpa melihat kebelakang lagi. Rasanya, aku sedikit kecewa dengan apa yang terjadi barusan. Makanya, aku tidak ingin melihat atau berjalan bersama kak Lio untuk masuk kedalam rumah.


Aku bahkan tidak mengajak kak Lio untuk masuk kedalam rumah. Aku masuk sendiri saja, biarkan kak Lio melakukan apa yang ia mau di sana. Toh, dia juga mungkin akan masuk setelah kak Nessa pulang.

__ADS_1


__ADS_2