
Tapi aku tidak ingin memikirkan semua hal tentang kak Lio dan kak Nessa. Kalau mereka punya kesamaan yang sama, apakah itu akan menguntungkan dan merugikan aku. Kayaknya tidak juga, mereka memang pasangan yang cocok. Aku pindah kesini itu, biar mereka berdua punya waktu bersama.
Tapi, kembali pada rumah ini lagi. Aku merasa sangat kagum saat melihat apa yang ada di rumah ini. Ternyata, kak Lio benar-benar pintar mendekor rumah ini. Yah, walaupun, dia hanya mengarahkan saja, orang lain yang mengerjakannya. Tapi ini benar-benar sempurna bagi aku. Semuanya sangat sesuai dengan seleraku.
Aku turun dari kamar ini, lalu melihat bagian bawah sekali lagi. Aku ingin berkeliling rumah ini sekarang. Aku ingin melihat halamannya dari dekat dan berada ditengah-tengah halaman itu, agar aku bisa merasakan, apakah ini yang namanya keindahan yang telah kak Lio siapkan untuk aku.
Belum juga aku sampai didepan pintu, tapi seseorang sudah mengetuk pintu rumah ini. Aku bertanya-tanya, siapakah yang sedang bertamu kerumah baru ini. Padahalkan tidak ada yang tahu, kalau rumah ini sudah ada penghuninya. Atau mungkin, mereka adalah orang yang aku kenal.
Aku bergegas untuk membuka pintu, saat pintu terbuka, bibik yang biasa bekerja di rumah kak Lio sedang berdiri di sana.
"Nyonya muda, saya datang kesini atas perintah Tuan Lio," kata bibik dengan gembiranya.
"Oh bibik, aku pikir siapa tadi. Ayo masuk bik, dan pilih salah satu kamar yang bibik suka," ucapku ikut bahagia.
"Iya Nyonya muda, terima kasih banyak sudah mau menerima saya di rumah baru ini."
"Apaan sih bibik, harusnya itu, saya yang berterima kasih pada bibik. Bibik sudah mau menemani saya tinggal di sini. Walaupun atas perintah kak Lio."
"Saya suka tinggal bersama Nyonya muda. Saat Tuan bilang, saya harus menemani Nyonya, rasanya saya sangat bahagia. Kalau pun Tuan tidak menyuruh saya, maka saya sendiri yang akan minta sama Tuan, buat tinggal sama Nyonya muda."
__ADS_1
Aku berpikir sejenak saat mendengarkan perkataan bibik. Apakah bibik ini segitu bahagianya saat disuruh pindah dari rumah yang sudah lama ia tinggali. Dan juga, ternyata, kak Lio benar-benar memberi aku orang yang sangat ia percaya, untuk ikut tinggal bersama aku. Kak Lio itu, ada apa sih dalam pikirannya. Ia sangat sulit buat aku tebak.
"Nyonya muda, rumahnya sangat bagus. Saya rasa, Tuan muda sangat sayang pada Nyonya muda. Ia sampai rela turun tangan sendiri sekarang," kata bibik sambil tersenyum manis.
"Apaan sih bibik, mana ada kak Lio sayang sama aku. Kak Lio itu melakukan semua ini, hanya untuk membuat kak Nessa bahagia saja."
"Saya rasa, kali ini tidak ada sangkut pautnya sama Nyonya Nessa, Nyonya. Karna setahu saya, Nyonya Nessa saja tidak tahu, kalau Tuan Lio sudah membeli rumah buat Nyonya."
"Sudahlah bik, ayo pilih kamar yang mana bibik suka. Saya tidak ingin membahas soal kak Lio dan kak Nessa lagi. Saya harap, dengan kepergian saya dari rumah mereka, maka mereka bisa kembali seperti dulu lagi."
Bibik tidak menjawab, ia hanya menatap wajahku dengan tatapan kasihannya saja. Ya ampun, aku memang pantas untuk mendapatkan tatapan kasihan dari orang lain. Karna hidupku ini sangatlah memperihatinkan. Dari dulu sampai sekarang, aku itu tidak pernah bahagia soal urusan percintaan. Ada saja yang tidak baiknya dengan urusan hatiku. Disakiti dan dihianati itu hal biasa bagi aku. Dulu saja, aku sudah mersakan hal yang sangat perih. Pacarku diambil orang, lah sekarang, malah aku yang menikah dengan suami orang. Itukan hukuman yang tidak adil buat aku. Yah, yang namanya jalan hidup juga tidak ada yang tahu. Toh, bukan kita yang mengatur jalan hidup kita. Kita hanyalah bisa menjalani apa yang telah diatur.
Ya sudahlah, lupakan masalalu sekarang. Masalalu itu adalah kenangan yang tidak pernah bisa di perbaiki. Hanya bisa di jadikan pekajaran agar tidak salah lagi di masa depan.
Aku pun keluar dari rumah, meninggalkan bibik yang bingung dengan kamar mana yang harus ia tempati. Ia merasa bingung, karna di dapur ada tiga kamar yang sama bagusnya. Aku tidak keberatan bibik mau pilih kamar yang mana. Toh, di rumah ini ada banyak kamarkan. Lagian, tidak ada bedanya jugakan, kalau bibik mau tinggal di kamar yang mana saja. Bibik juga manusia seperti aku, tidak harus menggunakan kamar khusus.
Udara diluar rumah lumayan panas, matahari sudah muncul dan bersinar terang. Tidak ada awan yang menghiasi langit pagi menjelang siang ini. Aku pun melihat-lihat halaman rumah yang lumayan luas. Ada taman yang tertata rapi disamping rumah, dengan ditamani bubga-bunga yang sangat indah terlihat dibawah sinar mentari ini.
"Sempurna sekali halaman rumah ini, suasananya sangat nyaman sekali," kataku pada diri sendiri.
__ADS_1
"Iya Nyonya, suasananya sangat bagus yah," kata bibik yang tiba-tiba ada dibelakangku.
"Ya ampun bik, kenapa bibik tiba-tiba ada dibelakang aku sih," ucapku sambil mengelus dada karna kaget.
"Maaf Nyonya, bibik kesini hanya ingin bilang. Hari ini, kita mau masak apa buat makan siang."
"Gak usah masak lagi bik, kita pesan makanan aja siang ini. Aku yakin, bibik pasti capekkan saat perjalanan kesini."
"Gak papa kok Nyonya, bibik gak capek kalau hanya buat masak mah bibik masih kuat. Lagian, Tuan bilang, ia akan makan siang di sini bersama Nyonya."
"Apa?"
Rasanya, kabar itu membuat aku kaget. Aku pikir, setelah pindah kerumah ini, kak Lio tidak akan datang lagi kesini jika tidak ada perlunya. Tapi, baru aja ia pergi tadi pagi, eh siangnya malah mau makan di rumah ini lagi. Ini namanya bukan menjauh dari kak Lio, ini malah semakin memberikan kak Lio dan aku waktu berdua lebih banyak.
"Nyonya ...." kata bibik sambil melambai-lambaikan tangannya tak jauh dari wajahku.
"Eh, maaf bik. Bibik hilang apa barusan," kataku.
Aku ingin kendengarkan perkataan bibik sekali lagi. Hanya untuk memastikan, kalau aku tidak salah dengar apa yang bibik sampaikan soal kak Lio yang ingin makan di rumah ini.
__ADS_1
"Tuan Lio ingin makan siang bersama Nyonya muda," kata bibik mengulagi perkataannya.
Ternyata, aku tidak salah dengar. Kak Lio benar-benar mau makan di ruamh ini. Barusan ia pergi, eh sekarang mau datang lagi. Apa maksud kak Lio memindahkan aku kerumah ini sebenarnya.