
"malam Ris, bagaimana kabarmu"Fadil
Sosok itu, sosok lama yang lama tak pernah ketemu, kembali dipertemukan beberapa hari lalu di pesta, benar dia, dia yang merubah haluan hidupku, posisi semula aku duduk kini sudah sedikit berdiri tertahan tangannya "Ris, jangan pergi"Fadil mengatakan itu dan melanjutkan"maafkan aku"kata katanya itu menyakitkan
Dalam diamku kembali keposisi awalku dengan sedikit ketidak sopananku menepis tangan yang menahanku "semua sudah berlalu, aku harap semua seperti itu"aku mengutarakan isi hatiku dengan penuh emosi yang tertahan
"maafkan aku, Ris"Fadil dengan kembali meraih tanganku "semua sudah berlalu, sebaiknya kita tak usah lagi saling kenal"dengan sekuat tenaga kutahan air mataku yang hampir tumpah, segera berlalu karena terasa sesak dada ini mengingat waktu itu
Tidak lagi perduli apapun, hanya berlalu secepatnya dari moll, dan mengendarai mobilku dengan sesekali menghapus air mataku dengan banyak hal akupun berlalu dengan luka dalam yang kembali berdarah nanah kini.
__ADS_1
"Bisakah kau menghitung rintik hujan? sebanyak itulah, perasaan rinduku padamu, yang kupendam selama ini, mas, bisakah kamu pulang sekarang"gumamku untuk suami siriku isakan tangisku membawaku ke sebuah rumah penuh cerita, disana semua pernah terjadi bahagia juga luka.
Di hadapan indah parasmu aku tak bisa berucap, lidahku terasa begitu kaku, keras dan beku.. Meskipun sebenarnya dari dalam ruang hatiku jeritan memanggil-manggil namamu terus menggema menggetarkan dadaku yang tak pernah bisa aku ungkapkan dengan perasaan dan kata kata.. Tak pernahkah kau rasakan getaran gejolak cinta itu..?
Mas aku merindukanmu meski aku tak pantas untuk itu pergulatan dalam hatiku membuatku makin terjerembab dalam lukaku, hanya ingin sekedar bersandar dipelukanmu
Andai kelak aku tak bisa memilikimu, setidaknya aku pernah berjuang melawan rasa cinta yang selama ini terpendam didalam dadaku untukmu.
Hanya Ingin Kau tahu bahwa selama ini hanya ada satu nama yang selalu kusebut dalam setiap do’a, cintaku bukan untuk orang lain namamu yang muncul setiap waktu, tapi aku hanya bisa berkata dalam do’a agar rasa cinta yang terpendam ini bisa menjadi kenyataan.
__ADS_1
Sungguh hati ini tak akan mampu ungkapkan Semua rasa yang terpendam di dada. Hanya kamu membuatku merasakan cinta yang sempurna walau hanya dalam satu kata yaitu cinta yang terpendam belum sempat diungkapkan.
Malam yang sedianya masih dini datang kini seakan telah dipuncaknya penuh dengan kesunyian dalam rumah yang penuh cerita ini, bagaimana selanjutnya hidupku hanya Engkau yang mana tahu dengan tangisku seakan menjadi alunan musik tersendiri hingga tak kuasa membawaku dalam lelap malam ini.
Malam ini sendiri bukan suatu hal yang biasa aku inginkan, tapi inilah pilihan saat aku tak berani menentukan bagaimana aku harus bersikap atas status dibawah tanganku, pernikahan siriku hanya orang komplek yang tahu bukan dasar paksaan atau rekayasa jebakan dan cerita lainnya.
masa masa sulit ini makin sulit saat bersamaan fadil hadir kembali dalam duniaku, " Mas, adakah rindu untukku"gumamku hingga matakupun lelah hingga terlelap saat menjelang Pagi.
Dan benar saja, bangunkupun kesiangan membuat langkahku menjadi langkah seribu sekilat mungkin berangkat kembali kerja, pada perusahaan yang membuatku menjadi sosok terpandang karena prestasiku dengan posisiku sekarang
__ADS_1