
"mari, "Pintaku untuk orang yang tidak ku kenal baik, cuman ya sudahlah mungkin ini campur tangan Tuhan.
Tanpa kata berlalu pergi mendahuluiku dan kupikir ya sudahlah biarkan semua terjadi toh hanya ingin memberinya akses masuk.
__ADS_1
Mengikuti acara dengan sibuk bercanda dengan rekan rekan baik yang termasuk tim atau yang baru kenal masih dalam scup managemen, sudah malam waktunya pulang dengan sedikit efek minuman yang sengaja diberikan oleh salah satu rekan kerja membuatku sedikit melayang layang entahlah meski, masih tahu arah pulang ke apartemen denga taksi online.
Kembali campur tangan Tuhan membawaku ke sebuah kenyataan sesaat badanku serasa panas dan ada sesuatu yg aneh tidak biasanya mungkin ada yang salah dengan minumanku tadi, ingin menelpon siapa ? ternyata hatiku memberikan kode yang ada dua nama di hatiku, mdmikirkannya sembari masuk apartemen
__ADS_1
Tidak lama kdmudian ada ketukan pintu, masih dengan segala rasaku membuka pintu dan begitu terkejutnya aku melihat mas herdi sudah didepan pintu, tanpa ragu entah itu asli atau efek minumanku memeluknya tanpa babibu, bukan penolakan melainkan dorongan kedalam dan memberikan kehangatan yang aku butuhkan penuh cinta tanpa pinta.
Semuanya membuatku seakan binal dalam hal tabu yang sudah ku alamami tanpa kurasakan, pernah kumengalami tanpa menikmati hanya saja kini nyata sentuhan tangan suami siriku begitu memberikan duniaku berwarna, menikmati setiap pergerakan menahan suara yang seakan tertahan hingga berbunyi lengkuhan kenikmatan semakin dalam larut dalam permainan hingga akupun menemukan sebuah hal yang menawan nampak jimat suami siriku begitu besar dan menantang dengan ketegangan tidak diragukan, sedikit sentuhan seakan telah dimainkan dengan jimat yang sudah disematkan sedikit rintihan ada rasa perih seakan akhir valentin itu terulang, hujaman itu menyakitiku meski tak terlalu, senyuman mas herdi membawaku kegerbang kenikmatan dan menggila atas nikmat jimatnya dengan irama maju mundurnya, sungguh nikmat yang tertunda, menikmati meski hatiku kembali terluka dengan setitik air mata yang tak lagi ku indahkan, hanya menikmati nikmat dan menuntutnya mengulang hingga badanku lemas tak berdaya lagi baru tuntutanku berhenti, lebih dari empat kali pergerakan dengan banyak posisi seakan itu menjadi otomatis mengisi aktifitas akhir pekan kami hingga pulas bersama di apartemenku.
__ADS_1
Saat pagi datang kepala terasa pusing sekali ada rasa berat diatas perutku sebuah tangan menempel di perut datarku, rasa nikmat yang seakan mimpi membuatku segera bangun meski tak rela dan benar saja tak rela jauh dari nikmat semalam apalagi melihat suamiku disisiku melaksanakan tugasnya sungguh duniaku semakin indah, "terimakasih mas"kataku dengan menyentuh wajah rupawanku, andai aku bisa juga mampu bersamamu, "sayang sudah bangun ? "Suara khas bangun membuka mata berat dan mempesonaku, tidak ada jawabanku hanya memiringkan posisiku menghadapnya, "sayang jangan menggodaku aku masih bira bertahan beberapa ronde lagi, sebelum kerja"kbali mas herdi bersuara, "lakukan aku dengan senang hati menerimanya"jawabanku membuat mas herdi kini menggila mengungkungku hingga kembali nikmat penyatuan kami berulang beberapa kali serasa remuk badanku akibat ulahku menantang jimat kebesaran yang mengoyak nikmat area sensitifku begitu nikmat dan tidak bisa dituliskan dengan kata membuat mataku membuka dan mengatup sendiri dalam desahan yang memberikan iramanya sendiri setiap hentakan dengan kekuatan terukur suami sungguh inikah surga dunia pernikahan.