MAHKOTA WANITA

MAHKOTA WANITA
Aku menyerah


__ADS_3

Pelukan ini membuatku tenang, tapi tidak gejolak hatiku "mas bisakah aku meminta sesuatu ?"nadaku bergetar bukan karena salah tapi tertahan kecamuk segala rasa dalam jiwaku "katakanlah"timpalnya dengan masih menaruh dagunya di bahuku.


Mengumpulkan keberanian membalikkan badanku menghadap suamiku, dan menarik tangan yang sedianya di pinggangku untuk duduk di ranjang temoat tidur kami yang belum sempat menjadi saksi penyatuan kami, karena saat itu hanya menjadikanku tawanan dirumah saat ia bepergian selama kurang lebih seminggu ini.


Menutup rapat kamar yang sendari tadi belum tertutup dengan sosok Herdi melihat nampak puas atas kemenangannya.

__ADS_1


Kuncian yang aku lakukan bukan akhir dari penyiksaan tubuhku, bahkan batinku ini akan dimulai, aku tahu libido suamiku lebih dari kata kebanyakan pria dengan ini aku siap menerimanya mengimbanginya, dan benar kemarahan yang disembunyikan akhirnya tak lagi tertawan semua semakin brutal dari awal pergulatan berkali kali lipat, seakan bukan lagi manusia lebih tepatnya hipersex semua ia lakukan bukan hanya rasa nyeri sakit semua ada semalaman melakukan pergulatan hanya menunggu ia lelah hingga tak lagi mampu melawan bahkan menghujamiku lagi. Jangan tanya bagaimana aku menahanya rasa sakitku lebih dominan dan memberikan ku sebuah kata kekuatan hingga akhir pergulatan perih darah semua itu hanya sakit yang nampak tapi hatiku yang bsrkeping keping berantakan itu lebih tidak bisa ku tahan jika harus disini.


Pagi buta mataku tak bisa lagi mengatub badanku seakan tak utuh penuh sakit juga memar kanan kiri, itu atas ijinku semua sekema malam ini aku lakukan untuk terakhir kalinya berharap esok tak lagi bertemu dengan masa menyakitkan ini tidak hanya batinku lahirkupun tersiksa, begitu beringas dan tampan tatapanku terhadap suamiku, aku juga tidak bisa memastikan ini cinta, hanya buliran air mata yang pasti hadir dini hari ini, dengan kembali tertatih selayaknya kegadisku terenggut dulu, memberikan penyegaran sejuk atas air menyentuhku semua kuakhiri sekiranya cukup, aku mulai menuliskan sesuatu untuk sebuah tanda kasihku, mungkin kisah akhirku denganmu mas. terimakasih membuatku menyandang Nyonya meski sebentar aku cukup bangga akan itu.


^^^Untukmu yang istimewa^^^

__ADS_1


Sebelum aku pergi sengaja aku menulis kisahku agar tak lagi menimbulkan suatu hal yang menyakitkan, Aku akui aku salah, salah telah menikah dengan adikmas yaitu Herdian dan tidak menceritakannya dulu padamu, tapi itu bukan hal baru dan aku sengaja karena itu sebelum kita bertemu, pernikahan siri itu terjadi atas keinginan Bapakku yang menjadi pasien, dan berbuah kekecewaan seperti yang mas rasakan kini, mirip malam ini semua ternikmati tapi esok pagi talakpun berbunyi. aku tidak ingin mendengar untuk ke Dua kali karena itu aku pergi.


Semua pasti berubah, mau tidak mau. Semua pasti berpisah, ingin tidak ingin. Semua pasti berakhir, siap tidak siap aku memilih pergi untukmu.


Terimakasih atas indah yang tergoreskan, nikmat yang takkan tertandingi. berbahagialah tanpa menoleh kebelakang do'a terbaikku untukmu suamiku tersayang.

__ADS_1


^^^Riska Amelia Putri^^^


__ADS_2