MAHKOTA WANITA

MAHKOTA WANITA
SEORANG IBU


__ADS_3

Malam yang kian larut membawaku kembali ke kenyataan akan tugas sebagai istri yang telah memiliki buah hati, merengkuhnya dalam pelukanku meski tak bisa bersamaan karena mengangkatnya satu persatu bergantian dan bersyukurlah mereka seakan tahu Bunda nya lagi banyak pikiran akan hari ini sikembar segera minum ASI untuk segera kembali terlelap dengan nyaman.


"Ris, maafkan aku" suara yang tiba-tiba muncul itu ku kenal pasti itu suamiku.


Hanya ingin menoleh melihatnya sekilas untuk memberikan isyarat untuknya diam, membiarkan buah hati kami terlelap tanpa terusik kisah kami malam ini


"Ris,.. " kata suamiku selanjutnya ku potong sebelum tersampaikan lanjutannya "mas, sudah malam sebaiknya istirahat" kata yang berat tapi ini yang terbaik dan sebaiknya menyelesaikannya nanti saat semua lebih tenang


Butuh waktu bertahun-tahun untuk mendapatkan kepercayaan seseorang dan tidak perlu waktu lama untuk kehilangannya. Selingkuh bisa menjadi satu di antara penyebab runtuhnya kepercayaan itu. Mayoritas orang yang telah diselingkuhi akan kehilangan kepercayaan dan sulit untuk memaafkan perbuatan tercela itu.

__ADS_1


Pagi yang tidak diundangpun datang membawa sebuah kepastian akan apa yang terjadi nanti, rasa canggung banyak saksi mata semalam tidak membuat ku bergeming pergi dan mengakhiri, tapi Aku tidak berharap untuk menjadi yang terpenting dalam hidupmu mas, karena itu adalah permintaan yang terbesar bagiku. Aku hanya berharap suatu saat nanti, jika kau melihat aku, kau akan tersenyum dan berkata "Dia orang yang selalu menyayangiku" melangkah menjalankan tugasku membantu menyiapkan keperluan pagi ini itulah yang kupilih terlebih dahulu, meski sebelumnya melihat sikembar masih pulas dalam tidur nyenyak mereka.


"pagi Sayang " mama mertua menyapa dengan kehangatan, segera ku jawab "pagi ma, mau dibikinkan apa? " sebuah penawaran yang biasa kulakukan, bukan jawaban tapi pelukan hangat seakan ingin memberikan kehangatan untuk mengatakan semua baik-baik saja.


Kadang hati tidak dapat sejalan dengan pemikiran. Apalagi jika masalah itu datang karena persoalan cinta yang entah dapat dipertahankan ataupun tidak sama sekali, "Ma, kami baik-baik saja" sebuah penjelasan yang kucoba menenangkan pikiran orang tua yang tengah memelukku begitu penuh kasih sayang.


Sarapan usai semua kembali ke rutinitas masing-masing kecuali suami yang mulai mengekor kemanapun aku pergi bahkan membantu memandikan sikecil dan menyiapkan keeprluan mereka.


Bukan lagi gemas, ingin marah tapi untuk apa ? kalau terjadi sesuatupun diantara mereka akupun tidak tahu, bahkan sebelumnya malam, siang, sore atau pagi bisa saja mereka bersama melakukan apapun tanpa aku ketahui karena Ku bukan Tuhan yang Maha Tahu.

__ADS_1


Ketika seseorang yang kamu perjuangkan justru malah sebaliknya, percayalah ada orang yang lebih tepat di sana menunggu kamu melepaskannya tetapi, untuk mereka yg masih pacaran saja, buatku masa depan si kembar itu penting terutama gadisku nanti pasti butuh ayahnya bukan Bapak sambungnya.


Karena pikirku tidak akan ada lagi hal yang seperti ini "diselingkuhi" semoga Tuhan mengijabah itu.


Sebenarnya, apa pun yang mendasarinya, perselingkuhan tetaplah tidak dibenarkan. Dalam kata lain, tidak ada perselingkuhan yang benar, semua yang dilakukan dengan mencurangi orang lain, sudah pasti salah. Dan – yang harus di ingat adalah, tidak ada kebahagiaan yang bisa di ambil dengan mengambil kebahagiaan orang lain.


Bagaimana orang lain memperlakukanmu adalah karma mereka, sedangkan reaksimu menentukan karma seperti apa yang akan kamu alami, Kamu bebas untuk memilih, apakah kamu ingin mendua atau men-tiga itu bebas. Tapi kamu tidak akan bisa bebas dari konsekuesi dari pilihanmu tersebut.


Pilihanku adalah melanjutkan cinta ini hubungan ini, meski semua tak lagi sama, ada guratan luka yang membekas

__ADS_1


__ADS_2