
Dunia senantiasa punya alurnya seperti air yang selalu mengikuti arus, entah berbuah arus yg sedang, tenang bahkan deras. Seperti hidupku penuh dengan liku. Jika bahagiaku seakan utuh ternyata bukan bagitu karena masih banyak alur yang menunggu.
Dengan segala Rasa yang terbina sekian lama tidaklah mudah begitu saja bisa dibinasakan, apalagi dibinasakan oleh orang yang tidak Terima atas bahagiaku.
Saat menjalani hidup, terkadang aku merasa lelah, jenuh, bahkan hampir menyerah. Namun, ada banyak cara yang bisa kulakukan untuk mengembalikan semangat itu, dengan kembali menikmati proses dan berproses. Upaya dahsyat yang bisa merubah perjalanan hidupku adalah selalu berdoa dan tidak berhenti berharap.
Doa memberikanku kekuatan pada orang yang lemah, membuat orang tidak percaya menjadi percaya dan memberikan keberanian pada orang yang ketakutan, saat ini tengah kualami meski belum begitu membebani, saat kebersamaan kami mulai terbagi kurang berimbang hatiku malam ini seakan menemukan kegundahannya sendiri, kekawatiran bukan tanpa alasan membawaku kerasa was-was dengan tujuan keselamatan rumah tangga ini.
__ADS_1
Hari berlalu dengan cepat diujung kebimbangan yang kurasakan tanpa sengaja mulai menyusun sebuah kejutan atas acara malam ini, acara jamuan yang sering dihadiri banyak kolega juga rekan kerja hampir setengah tahun ini dilupakan, ditinggalkan olehku sebagai istri yang tengah asik menikmati tugas baru jadi seorang ibu buat sikembar yang menggemaskan, bukan tidak mau menemani suami, tapi ini sebuah kebutuhan bukan keinginan, melalaikan prioritas beberapa bulan yang lalu adalah si kembar dengan harapan terpenuhinya ASI mereka.
Malam ini aku kembali****
Membiarkan pagi berjalan sesuai biasanya, Mas Hendrawan berangkat dan sempat menjelaskan malam ini langsung ke acara jamuan perusahaan. Dengan sedatar mungkin mengatakan persetujuanku penuh ambigu.
Suara nada penghubung masih belum berulang sudah terdengan suara bel pintu, juga ada Bibik yang berlari berhamburan mendekatiku
__ADS_1
"Non ada Tuan dan nyonya" sosok paruh baya yang menemani keseharian keluarga kami dengan sigap tidak banyak mengeluh.
"Iya Bik" menjawabnya sambil lalu menata keperluan buah hatiku yang kembali tertidur setelah menikmati sarapan pagi mereka.
setelah sekian menit mertuapun menyapaku dengan lembut dan penuh kasih sayang, seakan jawaban atas do'a yang tersampaikan kepada Tuhan, rasa rindu kehangatan orang tua yang sekian lama ku rindukan kini tergantikan dengan sempurna dan diluar dugaan manusia yang penuh dengan keinginan juga ketidak tahuan akan rahasia alam bahkan Tuhan.
Menikmati semua membuatku tersenyum penuh kebahagiaan yang seakan suka rela tertawan pada sosok mertua yang sangat ku rindukan beberapa minggu ini melakukan perjalanan bisnis mereka, itupun dengan terpaksa meninggalkan kami, bersyukur mereka sehat dan kembali ditengah-tengah kami lagi kini, kilasan pikiranku terkoyak saat mendengar kata "Pagi sayang" sapaan mama mertua denghampiriku dengan pelukan rindu selayaknya ibu kepada anak kandungnya dan bergantian papa mertuaku.
__ADS_1
Obrolan kami tentang acara malam ini akhirnya mendapatkan persetujuan dengan kembali melibatkan banyak orang untuk membantu keselamatan kami juga kenyamanan si kembar nanti,