MAHKOTA WANITA

MAHKOTA WANITA
Aku


__ADS_3

Aku merasa lengkap meski belum sempurna. Aku merasa senang meski hatimu belum juga kugenggam, semua berjalan sesuai skemanya, hari yang membawa kepada kenyataan pahit lainnya, tiada lagi kabar berita kebersamaan yang sempat tercipta kini hilang sudah, kini duniaku berjalan seperti sebelumnya penuh ambisi untuk kesuksesan Kerja tidak perduli bagaimana akhirnya hanya bisa berkata semua sudah tercipta sesuai jadwalnya.


Aku tidak pergi agar dicari, dan sengaja lari agar dikejar, berjuang tak sebercanda itu. menyerah pada kenyataan berdamai dengan kenyataan hidup itulah pilihanku tanpa rasa takut akan kepalsuan bahkan tekanan masalalu yang mengikuti selayaknya bayangan saat cahaya cinta datang.

__ADS_1


Beginilah kini hidupku penuh kesuksesan tapi bukan kehidupan cintaku, yang layu sebelum berkembang karena madunya telah dihinggapi lebah tanpa aku tahu, "tuhan bolehkan aku meminta sesuatu, saat aku merindukan kasih sayang aku inginkan yang sungguh bukan kepalsuan lagi"batinku membawaku kesebuah pemandangan kota sore ini.


Memilih tinggal di apartemen mendekati tempat kerja, menikmati pemandangan taman di dekat area apartemen menjadi sebuah rutinitasku saat sore atau pagi hari, sungguh diluar dugaan menemukan sosok yang kuhindari tengan asyik duduk di sebuah kursi taman, "mungkin Kita adalah dua orang yang pernah memiliki rasa yang sama namun tak ditakdirkan untuk terus bersama" percakapan batin riska seakan menjawab segala gundah yang terpendam sekian lama, sosok Herdi iya dokter yang ia rindukan juga suami sirinya kini tengah tersenyum melihat sebuah pemandangan taman dengan beberapa anak tengah bermain disana.

__ADS_1


Ingin mendekat takutnya mengganggu, menjauh tapi rindu seakan ngilu diujung hatiku, hanya memandang tanda penghalang mebiarkan senyuman suami sirinya mengembang sekali waktu menikmati canda anak kecil didepannya, "mas aku merindukanmu"kataku lirih meski masih tertengar telinga manusia.


Hari hariku berlalu begitu saja, melakukan tugasku dengan amanah menikmati semua tanpa mengeluh meski terkadang berat bersanding dengan kenyataan, tapi bukankah hidup selalu ada cobaan kalau banyak cucian bukannya ia malah nyuci membuka Pekerjaanny ke loundry, tidak ada yang istimewa hanya sebuah pertemuan dalam sebuah peluncuran produk perusahaan, karena masih awam new be pula, masih bertahan tanpa barang mewah meski sekarang merupakan kebutuhan. Tak apalah masih ada taksi online yang setia mengantarkan, segera bersiap untuk pulang persiapan nanti malam.

__ADS_1


Malam tiba sangat cepat persiapanpun masih seperempat selesai dengan make up sendiri dan mengganti gaun lamaku, akhidnya akupun keluar dengan tujuan perjamuan makan malam berbalut pesta peluncuran produk baru, tiba di sana lumayan terlambat karena banyak hal, saat mataku mulai menjelajah setiap menapaki area hotel, mata terkunci oleh sosok yang tidak diijinkan masuk karena suatu hal, bukan ingin jadi pahlawan tapi sebuah kebetulan saja aku mendengarnya.


"malam non, maaf menggu jalannya" Seorang pengaman atau sekuriti hotel, "malam, kalau boleh tahu ada apa ya ?" tanyaku "ini non, mau masuk tanpa undangan itu sudah aturan" penjelasan yang mencengangkan buatku, ribet amat ya batinku "hemm, biarkan Tuan ini masuk denganku" jawabku sedikit ragu "tapi non,"sebuah sanggahan sekuriti "nanti semua tanggung jawab saya, tulis nama saya dengan pasangan dan tulis namanya"kembali berulah atas nama kata hati.

__ADS_1


__ADS_2