MAHKOTA WANITA

MAHKOTA WANITA
Penyatuan


__ADS_3

Bukan hanya keliaran yang muncul permainan kami berimbang hingga Hendrawanpun tumbang Karena kenikmatan.


Tangisku pecah, sebegitu dosakah Ku harus selalu mengalami ini, tidak adakah cinta alami yang bisa sejalan tanpa, hiks hiks hiks tangisku menjadi alunan musik tersendiri, Hendrawan sosok baru dalam hidupku terusik atas itu, "hay, "dengan belaian yang membuatku berhenti tersedu akan tangisku, dekapan itu memberikanku kepastian akan ku buktikan semua bukan janji tetaplah disisiku dan tunggu, bukti bagaimana cintaku padamu.


Usapan lembut itu membawaku tenang dan kembali menikmati dada bidang hingga rasa nyaman itu membuatku tenang dengan nafas penuh aturan dalam lelapku.


Paginya masih dengan manjanya, menungguku bangun masih menanti katup mataku terbuka, dada bidang itu sangatlah nyaman hinggaku tak lekas bangun pagi ini.

__ADS_1


Sentuhan dipipi membuat rasa geli tersendiri, dan mengusik rasa nyamanku "pagi sayang, "sapa suamiku "mas, masih dengan malas membuka mataku yang sembab Karen Tangisan semalam, tanpa busana menempel saja membuat gejolah jimat suami mulai menggeliat, "sayang" dengan nada sesikit tertahan, makin menjadi sengaja menggesekkan duah buah di dadaku maksudnya membenarkan posisi tidurku Tapi, semua kembali berbalik arah posisiku kini terkungkung dan kembali berhadapan dengan hujaman jimat suami penuh nikmat yang tersusun rapi dalam permainan tiada bosan sering kali berulang hingga singpun tak malu untuk datang.


"mas, aku lapar" pintaku seakan mengakhiri sebuah gerakan juga hujaman terskema untuk yang kesekian kali, saat sadar ia lebih garang dan liar, "setelah ini sayang"dan benar sebuah hujaman begitu mendalam dalam sekali hentakan kamipun sampai dipuncak kenikmatan entah untuk kesekian kalinya.


Desahanku seakan musik baru untuk menyatukan perbedaan kami menuju kenikmatan alam, saat kami saling menghimpit semua bukan lagi masalah hanya menjadikan nikmat yang tertunda sebelum adanya pergesekan tarik ulur nikmat penyatuan.


"Mas, aku ijin keluar ya mau cari oleh oleh" sekalian cek out sayang nanti agak siangan "mas antar"jawabnya

__ADS_1


"baiklah ayo bersiap, ini sudah siang"Ajakku "biarkan begini" timpalnya masih dengan memejamkan mata, kuberanikan menyentuh rahang yang tercipta tegas dan memainkan bulu halus disana, sekilas akupun sadar kemiripan yang selama ini ku pertanyakan dalam hati "dokter Herdi, mirip dengannya, mungkinkah suatu kebetulan? "tanda tanya besar dalam perdebatan dalam benakku.


"sayang hentikan itu, menggodaku"suara khas itu kembali memberikan serangan balik dan membuatku diam dengan keluhan tertahan hanya menerima sedikit perlawanan empat hari ini sungguh melelahkan juga nikmat yang telah melewati batasan kehamilanku kemarin.


Siang akhirnya memberikanku kesempatan melihat dunia luar, dengan penyatuan kami memberikanku rasa yang tidak bisa di artikan mana yang lebih atas nikmat atau lelah ini, "mas, lusa aku harus kembali,"sengaja mengantungkan pertanyaanku "ikut denganku"hanya itu jawabnya tetep berfokus kepada kemudi yang jarang sekali ia lakukan.


Bukankah seharusnya pulang dulu tapi membawaku ke tempat membeli oleh oleh tapi ini diluar dugaan membawaku ketempat spa kenamaan dan membiarkanku menikmati sesuai jadwal yang sepertinya terlebih dulu dikondisikan.

__ADS_1


Hanya diam dan mengikuti semua proses yang harus dijalani, hampir 3 jam semuanya selesai.


__ADS_2