MAHKOTA WANITA

MAHKOTA WANITA
Kembali


__ADS_3

Kebersamaan kami tidak bisa lama saat mas Herdi harus kembali bekerja, "istirahatlah, mas kerja dulu"mas herdi beranjak pergi kekamar mandi sunggu tak rela tapi itulah tugasnya, sekian lama berfikir dengan menikmati segala rasa lelah mungkin air adalah solusinya, ikut masuk dan menikmati pemandangan transparan tubuh kekar di hadapanku, kupeluk dengan begitu membuatku senang membangunkan lagi jimat kesayangan suami dan melakukan pergulatan penyatuan sungguh tidakkan puas semalam hingga pagi ini membawaku kembali menikmati penyatuan ini, hingga saling memberikan usahan untuk membersihkan badan dan senyuman tanda kepuasan.


Dengan balutan handuk entah urat maluku kemana ? begitu saja dengan santainya "mas ganti dulu q bikinkan sarapan" pintaku, anggukan mas herdi memberikanku percikan masa lalu dan aku tidak perduli akan itu yang ku tahu aku menikmati malamku, dan aku tak perduli bagaimana nanti, jika harus mengakui akan ku akui semua tanpa terkecuali.

__ADS_1


masih menggukan handuk meraih piama transparan berlapis, melaksanakan goyangan yang lain di sebuah cobek untuk memberikan bumbu nasi goreng kurang dari sepuluh menit sarapanku jadi, "mas, makanlah sebelum berangkat" pintaku, tatapan itu memberiku kembali kaca dua rah bisa melihat kenyataan juga masalalu.


Menikmati makanan tanpa kata apapun, kecuali kata "maafkan aku, aku harus pergi"sebuah isyarat yang akhirnya aku mengeri saat ponselku memberikan sebuah berita terkini pertunangan sosok dokter muda berbakat itu yang sedang memanjakanku semalam dengan anak pengusahan yang juga berprofesi dokter, terselenggara dengan kemewahan semalam di gedung yang sama, oh Tuhan inikah indahnya untukku ? kenyataan membawaku kembali terdampar dalam sebuah pulau buangan, "mas, minum apa ?" pintaku "ijinkan aku menyiapkan itu sebelum mas pergi" dengan wajah datarnya "kopi"timpal mas herdi, dengan sigap semua sudah terpenuhi memberikannya dan mengatakan "Terima kasih" senyuman yang mengembang sekian menit "aku talak kamu," dengan jelas kata itu ku dengar seakan duniaku tengah runtuh, tak ada jawaban yang mas herdi tunggu berlalu tanpa kata, aku hanya menangis tanpa suara.

__ADS_1


Roda kehidupan akan terus berputar. Tidak selamanya ku mendapatkan apa yang kuinginkan. Karena hidup tak akan pernah selalu bahagia. Ada kalanya ku senang, ada saatnya aku dihadang musibah dan rintangan. Kamu perlu menyiapkan hati yang ikhlas. Karena kembali menelan kekecewaan ini.


Maka dari itu, ku tetap boleh bermimpi setinggi langit. Berangan-angan sejauh mungkin. Apapun yang terjadi, ku harus kuat dan jangan lupa untuk tetap kuat. Menerima kenyataan sepahit mungkin, adalah bagian dari kehidupan. Berharap semoga di hari esok akan lebih baik dibandingkan hari ini.

__ADS_1


Kembali berjibaku dalam dunia kerja membawa kenyataan baru, dua minggu dari peristiwa malam itu aku harus kembali melakukan perjalanan bisnis dengan tim selama sebulan lebih dengan kata lain keluar dari apartemen penuh ceritaku dengan mas herdi. semua persiapan sudah dan tinggal menunggu keberangkatan kami, dalam perjalanan kali ini harus mebuahkan kemenangan tender besar akan membawa kami bonus akhir tahun dan liburan panjang dan itulah impianku obsesiku dipertaruhkan dan akhir dari semua itu membuktikan kerja Timku memang layak dipertimbangkan.


__ADS_2