MAHKOTA WANITA

MAHKOTA WANITA
Awal


__ADS_3

Ingin segera berlari mengalah, hanya berpura-pura kalah atau kalah dengan sengaja. Ada sebuah alasan tersembunyi kenapa memilih untuk mengalah dan bersabar. Bisa karena demi kebaikan, atau tidak mau memperpanjang dilema dan dengan berpikir mengalah jauh lebih baik untuknya saat ini.


Banyak yang bilang bahwa terlalu banyak mengalah itu artinya seorang yang pengecut walaupun sebenarnya yang benar tidak begitu. Tapi jika dicermati dengan seksama, mengalah menunjukan bahwa seorang sudah mempunyai pribadi yang matang dan dewasa. Bagaimana tidak, kini ku sudah memiliki pikiran yang panjang dengan mempertimbangkan apakah hal yang akan dilakukan bisa menimbulkan dampak atau tidak dikemudian hari.


"Aku mengalah karena aku tidak ingin orang yang aku sayang merasakan kekecewaan, aku peduli dengan perasaanmu dan aku harap kamu juga bisa begitu."Pikiranku untuk segera berlalu dengan begitu aku bisa kembli merasakan bebasku tanpa merasakan kembali belenggu masalalu.


"Ris, maafkan kesalahaku"kata yang tak ingin aku dengar saat ini yang begitu aku dambakan saat itu, Tuhan beginikah kisahku, mohon ampuni kesalahanku hingga terjerembab dalam hal yang merupakan dosa besar, entahlah hidupku kini hanya ingin melihat sosok suami siriku bahagia, "bisakah aku meminta dua hal ?" kataku untuk mengakhiri kebersamaan ini "mintalah meskipun itu nyawaku" Fadil tetaplah orang yang menyakitiku, mencampakkanku dan merubah semuanya hingga hal yang terjadi kini.

__ADS_1


"aku berharap segera keluar dari sini sekarang, dan aku juga meminta biarkan masa laluku terkubur tanpa ada yang tahu"aku mengatakan dengan rasa sakit sedangkan fadil hanya diam dan menghubungi seseorang dan berlalu pergi.


Kisahku baru dimulai, setelah hari itu, hidupku kembali dalam dunia nyata mengubur semua rasa cinta juga kecewa, berusaha Apapun yg ku lakukan, melakukan tuk diriku. tidak berusaha menyenangkan semua orang, namun diriku menderita.


Tidak ada lagi kabar atau apapun tentangnya hanya rindu yang aku tahan dan ku tutup rapat, merindukanmu itu seperti hujan yang datang tiba-tiba dan bertahan lama. Bahkan setelah hujan reda, rinduku masih terasa. Jarak itu sebenarnya tak pernah ada. Pertemuan dan perpisahan diciptakan oleh perasaan, sedangkan jarak hanya rintangan yang bisa ditempuh untuk bertemu.


saatnya sebuah keputusan penting harus ku lakukan, menikmati karir yang kian menanjak tanpa permisi seakan semua berbanding terbalik dengan kondisi percintaanku, semenjak itupun aku tak lagi menemukan sosok Fadil yang sedianya mengikutiku meski tak sering itu aku tahu.

__ADS_1


Finaly aku memutuskan mengembang karir dan mengubur semua cerita di daerah yang katanya penuh dengan kerja keras sebuah kota yang tak harus ku sebutkan, kepindahan atas dasar mutasi karena prestasiku menduduki jabatan baru dan kantor baru, semua baru kecuali ceritaku masih sama seperti semula.


Perpindahanpun berjalan lancar dan penerimaan yang dibaik dari lingkungan baru membuat rasa nyaman, kini tak terasa seminggu berlalu, perlu membeli sesuatu untuk kebutuhan di rumah tempat tinggal sementaraku, memilih berjalan kesebuah perkampungan yang menarik klaster yang menjadi pilihankku kini tak jauh dari keramaian juga taman yang berada disekitas kami memberikan pemandangan juga paru paru bagi pengguninya


 


 

__ADS_1


__ADS_2