
Penerbangan hingga aktifitas kami berjLan lancar membuahkan impian yang menjadi tujuan kemenangan Juga liburan sebulan kedepan, bukan hanya aku semua tim girang melihat hasil pengumuman tender dan inilah waktunya pulang melihat bik sum dan bersenang senang.
Seminggu pasca acara dinas luar atau dua bulan setelah talak itu aku melupakan satu hal rutin dalam kamus wanita, ia aku hampir dua bulan tidak datang bulan, mungkin aku kelelahan masih belum curiga ataupun kawatir yang mendalam, menikmati kebersamaan dengan bik sum dan segera pergi ke pulau Dewata bersama kenangan yang akan ku tinggal disana.
"Bik, ajak anak bibik dirumah ini biarkan mereka membantu bibik uang bukanan akan tetap Riska kirim"pintaku sebelum pergi, "Baik non terimakasih"jawab bik sum.
__ADS_1
"setelah dari Bali, Riska langsung ke kantor cabang Bik, jadi bibik baik baik dirumah jaga kesehatan"Pintaku "non, kapan pulang, maaf tidak tahu"Nina anak bik Sum "hay nin, nanti jaga ibumu dirumah sini, tidak usah bayar kontrakan lagi, kuliahmu aku bantu, sebagai imbalannya jaga rumah jiga ibumu untukku"penjelasanku panjang lebar, ekspresi tak percaya dan berkaca2 nina mendengar itu, "sudah ini nomerku, aku buru buru akut ketinggalan pesawat"akupun berlalu dengan pelukan perpisahan.
Bali aku datang masih tiga minggu disini nikmatnya liburan meski terbayang sosok mas herdian bramantyo, perjalan kali ini membuatku sedikit kelelahan hingga rasa nyeri di perutku sungguh sakit meaki begitu aku harus menahannya segera keluar dan mencari taksi tapi sayang rasa nyeriku makin menjadi hingga aku harus berjongkok menahan sakitku.
"mbak, mbak baik baik saja ?"sosok pria dengan jas hitam itu menjajarkan posisiku "perut saya sakit sekali" jawabku dan sebuah rasa syurrr dibawah itu darah segar mengalir indah dan kesadaranku hilang, hanya kedamaian diluar nalar melihat kedua orang tuaku senang di sebuah taman dengan menimang sosok anak kecil yang tampan dengan penuh canda tawa, bapakpun ada disana memberikan kode tangan untuk menjauh dari kami lebih tepatnya mengusirku dengan gerakan tangan dengan pandangan penuh cinta, anggukanku membawaku kedunia nyata.
__ADS_1
Pergerakanku membuatnya terjaga "hay, sudah bangun"kata kata pria ini lembut sekali, anggukanku menjawabnya, dengan sigap minumlah teh hangat ini dengan segera melangkah memberikan minuman hangat, tanpa ragu aku meminumnya dengan sekali sedotan dan mengurangi air dalam gelas itu.
Pandangan teduh itu beradu denganku "terimakasih Tuan" itu kata pertamaku semenjak kembali ke dunia nyata.
"maaf bayimu tidak bisa diselamatkan"Katanya pelan tapi bagaikan petir di siang bolong meski sekarang sudah tengah malam, kembali mulutku terkunci air mataku tak lagi bisa keluar "hay, sudah jangan bersedih, semua sudah ada yang mengaturnya"sosok itu memelukku seakan kami kenal sudah lama disitulah air mataku tumpah dan duniaku kembali gelap.
__ADS_1
Pagi yang memberikan suasana baru kicauan burung juga sinar mentari menyilaukan mataku yang sedianya masih tertutup kenyataan pahit dalam hidupku, saat terbuka akupun lupa aku telah dimana.
"Selamat pagi nyonya"Sapaan baruku