
Hanya senyuman bukan jawaban atas ketidak setujuan, meraih tanganku dan menyelipkan di antara lengan juga pinggangnya, aku yang blingsetan.
Menikmati segalanya instan masuk kedalam mobil mewah, dengan pendamping dua orang, siapa sebenarnya lelaki ini. Didalam saling menikmati pemandangan ada jarak antara kami karena mobil itu sungguh nyaman, "Tuan sudah sampai"sosok pengawal itu juga tidak kalah keren, entah mataku kini menjadi liar semenjak dua kali tersakiti seakan tak lagi peerduli itu cinta sejati atau cinta lainnya.
Tanpa kata, keluar dan membukakan pintu untukku, mengulurkan tangan membuatku merasa sedikit spesial menapakkan kaki di lokasi yang sudah disiapkan dengan nyaman, "pesanlah sesuatu, sesukamu"dengan memberikan akses terlebih dulu tempat duduk dengan pemandangan pantai yang menawan
"Anda suka apa ?" tanyaku, dibikinnya aku sedikit gemas ekspresinya seakan tak mendengarku, baiklah mari bermain dalam benarku "sayang, ingin makan apa? " kata kataku spontan membuatnya memandang penuh arti dan pastinya susah diartikan.
__ADS_1
"baiklah Mas, bisa minta satu makanan terbaik disini, dan satu udang besar asam manis" pintaku "baik nyonya"timpalnya sopan
Sementara menunggu, hanya dalam diam menikmati alam, "boleh aku bertanya sesuatu ?" Kataku penuh harap, "hemm" jawabnya dengan sekilas melihatku.
"Menurut anda, wanita yang melepas keperawanannya karena cinta bagaimana ? " pertanyaanku sesaat sebelum menu makanan malam datang "silahkan tuan, nyonya selamat menikmati"Pelayan datang memberikan jeda percakapan yang baru dimulai.
Sudah jenggah dengan cinta yang menyakiti, menikmati makan malam dengan memberikan kebiasaan yang diajarkan keluargaku juga ingatan akan sosok ibuku "mas segini cukup nasinya ?"Gerakan otomatisku membuatnya terpaku "cukup, sayur itu"dengan memberikan kode menunjuk "cukup, ini dibikin matang atau ?dengan menyiapkan pemanggang "matang boleh asal jangan hangus"timpalnya senyuman itu mulai menawanku.
__ADS_1
Menyiapkan bumbu ala suka suka memasukkan daging pilihan itu memberikan kehangatan dan mebolak baliknya hingga cukup matang memberikannya "ini mas, coba pas atau gimana ?"pintaku tak perlu berjeda sudah mendapatkan jawabannya "enak sayang minta 4 lagi boleh ?"pintanya, anggukanku dengan senang membuatnya kenyang dan tugas terselesaikan dengan menaruhnya di sebuah piring kecil.
"Minumannya air hangat atau jeruk hangat itu pas mas, mau ?" tanyaku "boleh sayang"jawaban kembali ada kata yang berbau sayang hanya mendengar dengan rasa kurang nyaman jemgah mendengar kata itu.
dengan mengangkat tangan meminta jeruk hangat dengan takaran gula yang ku tentukan.
"mas aku coba cubit ini ikan gemuk, mas mau coba ? atau ada alergi ?" tanyaku sembari beraksi "pernah makan tapi tidak terlalu sering n suka"jawabnya dengan menikmati daging panggangku "hemm coba ini" dengan menyodorkan tanganku dengan secuil daging udang besar itu "tanganku bersih mas, cobain atau"kataku belum terselesaikan tanganku sudah bersentuhan dengan bibir tebal menawan itu, "nanti lagi setelah ini"pintanya, senyum kepuasankupun mengembang, menikmati setiap detik kebersamaan yang telah terjalin dengan baik, memperlakukanku selayaknya istri penuh kasih sayang meaki tak seperti pasangan kekasih sungguhan, perhatian yang tulus tidak dibuat buat bahkan di atas dasar imbalan atau tujuan tertentu terhadapku entahlah luka yang ada tak secepat itu sembuh tapi terlah sedikit terobatj dengan ketidak yakinan ini
__ADS_1