
Senyuman itu mengisyaratkan sesuatu, membiarkan si kembar dengannya itu sudah menjadi kebiasaan, belum sempat bernafas dengan tenang sosok masa lalu itupun datang Fadlian sosok mirip Fadil yang tidak lain saudara kembarnya.
"ikut aku! "
Nada perintah bukan pemintaan itu membawaku paksa bersamanya kesebuah tempat yang lebih mencengangkan. Pelataran belakang rumah itu menghubungkan sebuah hunian yang lebih megah bak istana.
"lihat foto itu" seakan terdampar kembali ke masalalu, sesuatu yang menjijikkan kembali terulang, rasa ngilu atas kejadian malam valentine itu kembali membelenggu, sesaat melihat foto Fadil sosok yang menggiringku hingga seperti sekarang
"tinggalah disini, biarkan mereka bahagia juga aman bersama kami disini"
Sebegitunya cerita dalam hidupku, sesaat aku keluar dari sebuah taman kini harus masuk dalam hutan belantara, ku sudah lelah menjadi kuat bahkan mengatakan diriku mampu dan pergi, hanya saja saat ini masih lebih baik siaga menyusun strategi untuk buah hati agar tetap nyaman tanpa tekanan 💔😖
__ADS_1
"Dan satu lagi sebaiknya jaga jarakmu denganku tapi bukan ibuku"
"baik, terimakasih" ingin segera pergi kembali ke sebuah rumah munggil dan melihat si kembar tapi apalah daya cengkraman itu menghentikanku, kuncian kembali kudapati dari sosok lelaki yang kini baru ku ketahui adalah saudara kembar lelaki malam valentine itu.
"bersandiwaralah didepan ibuku, sebaiknya kamu bekerjasama denganku"
Hanya bisa mengangguk dengan ketakutanku, kembali luka akan sebuah kisah kelam yang membelengguku meluapkan bendungan air mata yang sendiri tadi tertahan.
Kembali berusaha menata juga mencari peluang juga mendapatkan pemasukan, semakin terpacu segera berdikari tanpa meminta perlindungan meskipun sosok itu adalah saudara kembar orang yang pernah dicintainya. Entah itu sebenarnya cinta atau rasa yang salah ? entahlah banyak ungkapan akan rasa itu.
Suatu sore saat tengah asik menyiram bunga yang sengaja ia rawat di depan rumah mungil itu, ada sebuah mobil mewah yang pernah ia miliki lengkap dengan empunya. Dengan penuh kebencian yang nampak sekali terpancar tanpa basa basi langsung menyodorkan sebuah map untuk ia tanda tangani 📝
__ADS_1
Tanpa ragu meraih itu dan melakukannya karena lebih baik sesuai permintaannya tanpa lagi berdebat akan sebuah status yang sudah ternodai perselingkuhan senadari awal dan akhirnya menjadi korban fitnah akan situasi yang telah dikondisikan.
Berakhir sudah semua ikatan, tidak lagi merasa terbebani akan status bersuami tapi tidak lagi bersama. entah harus bahagia atau menangis jika sekarang gelarnya menjadi Janda dengan dua anak yang tidak diakui.
bukankah dulu pernah melakukan yang lebih dari sekarang, foto itu bukan jawaban hanya bukti yang bergambar, andai waktu itu bisa ku ulang betapa sakitnya malam itu menemukanmu di sebuah kamar hotel. tapi siapalah hamba? perbedaan kini jelas antara aku dan Tuan.
Kini hanya bisa melanjutkan rajutan kehidupan dengan memotong bola yang kusut dan menyambungnya kembali jadi rajutan terbaik versi kami.
Proses rajutan selanjutnya berjalan baik, dengan fadlian juga ibu yang baru kusadari sosok Fadil, yang setia membantuku menjaga si kembar sedangkan usahaku juga berkembang dengan bantuannya juga.
Senantiasa bersyukur masih ada keluarga baru meski itu terkait dengan masa suramku dulu, tapi inilah kenyataan yang sedang kujalani, sisi lain ada luka sisi satunya ada bahagia akan cinta yang kembali tertata.
__ADS_1