MAHKOTA WANITA

MAHKOTA WANITA
Pulang


__ADS_3

Sorenya kebersama begitu istimewa belanja apapun tanpa ragu semua terpenuhi.


Tinggal rasa lelah yang kini masih tersisa, kembali menjadi ratu saat menerima sebuah sentuhan membuat tubuhku melayang dan dekapanpun aku lakukan.


Menatap mata indah milik suamiku yang sedianya kini semakin susah untuk di tebak, mencoba kembali menikmati dan melakukan tanpa berbimbang yang nampak, karena hatiku masih tertawan dokter Herdian, sungguh tidaklah adil jika aku tidak mengimbangi meski masih ada bayang masalalu.

__ADS_1


Sungguh semua seakan mimpi jika mengingat perlakuan ini sangat diluar logika, pertemuan yang tidak segaja karena keguguran waktu itu, mencoba melakoni semua dengan menyimpan rapat rapat rasaku ini, ia cintaku belum bisa kupastikan untuknya, pelukanku semakin kuat saat masuk kesebuah rumah yang penuh cerita awal kebersamaan ini meski berdasar luka, "istirahatlah besok kita pulang"Kata suami, apa lagi ini ? entahlah dengan menikmati sebuah kenikmatan kasur dengan ukuran besar nan nikmat ini membuatku kembali diam tanpa reaksi berlebih atas sebuah pernyataan.


Sosok yang mengungkungku berulang kali tanpa tahu kisah sebelumnya bagaimana, dimana semua berawal hingga seperti sekarang apakah iya ? semua secara instan tanpa cerita dibelakang sebelum menjadi sebuah kenyataan.


Sungguh penuh pertanyaan akan sebuah kisahku, membuatku tak lagi nikmati kasur ini, memilih pergi menyegarkan diri melepaskan segala penat melepaskan semua benang yang tersusun dan memberikan air sower menyentuhku dari ujung ubun ubun hingga kakiku, begitu menikmati tak perduli akan apapun yang terjadi di sekelilingku, sungguh diluar kendali saat tubuhku yang mulai menikmatu kesegaran ini telah mendapatkan kehangatan dari belakang karena bekapan Hendrawan membuatku sedikit kaget dan mulai terkondisikan nikmat atas diri dimanjakan dengan semua yang selalu di ritmekannya.

__ADS_1


Jangan tanyakan bagaimana hatiku, masih sama merindukan sosok lain yang meninggalkanku kenyataan lain ada sosok yang memanjakanku tanpa perduli bagaimana aku dulu, dan siapa yang menghamiliku hingga keguguran, Tuhan adakah cerita ini selalu bertahan bahagia bukan sebuah mimpi semalam.


Hanya menikmati dengan senyum mengembang tapi hatiku tidak sejalan. Tersenyum diatas lukaku inginku orang itu bukanlah Herdrawan tapi Herdian isi siriku yang tengah mengunciku terlebih dulu.


Malam ini bedanya apa antara wanita penghibur denganku,memberikan tubuhku tapi bukan hatiku yang sudah terisi terlebih dulu, sungguh aku tak tahu bagaimana ini, biarkanlah waktu yang menjawab atas semua ini. memilih memejamkan diri di dada bidang suami yang memberikan banyak arti nikmat meski itu tak sejalan dengan hati, menjadikan penyeimbang hidup meski banyak pertanyaan, mencoba menjalani dan mengikis luka semoga hatiku juga bisa berulah menganti nama HENDRAWAN BRAMANTYO yang secara legal memilikiku secara agama juga hukum negara.

__ADS_1


Esok pagi sebuah harapan dan disana kembali pertanyaan kemana aku harus pulang, Tuhan kembali aku berpasrah untuk cerita sesuai alurMu.


__ADS_2