
Hidupku jangan ditanyakan bagaimana ? yang ada semua terasa hambar tanpa tujuan, kini hanya bisa mengalihkan semua pemikiran kepada sosok yang bukan manusia melainkan sebuah pekerjaan memenangkan tender atas sebuah kontraktual didunia kerja seakan merubah semua menjadi biasa, saat pulang malam membuatku langsung tertidur tanpa memikirkan dia sosok suamiku.
__ADS_1
Sampai sebuah acara membawa kami dalam peluncuran Sebuah terobosan hasil kontrak kerja dengan rekan bisnis perusahaan yang aku geluti membawa kami kembali bertemu dengan dunia nyata. Disana ada sosok yang aku rindukan sekaligus membuatku kecewa, sosok Mas Herdi dengan sosok yagn cantik, meski cantik itu relatif tetap saja itu membuatku sakit hati. Dengan balutan senyumku aku berupaya menepeis semua itu, karena banyak relasi yang datang untuk menjadikan lebih besar lagi usaha kami dalam bidang properti, apa yang ku hindari menjadi sangat tidak mungkin karena di bawah atap yang sama kami bisa saja bertemu dan harus bertegur sapa, menghindar itulah yang membuatku lelah, sampai kapan aku harus menghadapinya.
__ADS_1
"Bu Riska, ada yang ingin membahas tentang kontrak kerja, beliau disebelah sana "Vina menunjukkan sebuah tempat dan begitu indahnya itu tempat mas Herdi dengan pasangannya ada juga orang lain diantara mereka seorang paruh baya, "baik, sebentar saya kesana"Jawabku sekan kuat menerima kenyataan ini
__ADS_1
Semua berlalu dengan baik sesuai dengan konsep dan harapan disitu lelahku berbuah hasil tapi tidak rinduku, memikirkan sesuatu yang hampir taidak kubayng kan menikmati sebuah minuman terlarang dengan kondisi sekarang itu sangat berbahaya tapi kenapa ? aku harus menahannya bukannya aku bukan lagi perawan sejak dulu, sejak malam Valentine itu usia masih belasan tahun kini sudah kepala dua.
__ADS_1
Menikmati tanpa perduli apa yang akan terjadi nanti, hanya ingin bersenang senang bukannya besok hari libur dan ingin rasanya aku cuti meninggalkan semua rutinitasku, masuk kesebuah clup malam masih dalam gedung yang sama, meski pertama tidak membuatku canggung memilih ujung tak begitu terlihat memesan minuman dengan kadar alkohol katergori sedang dan itu bukan untukku yang hanya anak rumahan tetap saja memabukkan, meski masih sadar, dan sedikit pusing yang makin membuatku sempoyongan keluar setelah membayarnya
__ADS_1