
Akhirnya kembali menikmati pelayanan kelas wahid, polesan yang ditinggalkan kini digunaka. Bedanya kini setelah menikmati menjadi ibu setengah tahun tubuhku kini makin berisi naik satu ukuran, yang dulunya paling besar Memakai ukuran medium kini jadi ukuran Large lebih berisi terutama pada sikembar milik sikembar yang makin menawan.
Dengan persiapan yang matang semua terpenuhi dengan sempurna aku hanya tersenyum, sembari kilas balik akan kisahku dulu, doaku ketika hinaan, cacian, cemoohan, remehan itu tertuju pada ku. karena Allah tidak tidur dan tidak diam saja melihatku. Buktinya semua seakan mimpi buruk yang berlalu saat kita terbangun. meski kadang membayangi seperti hantu.
Aku percaya Allah menggenggam semua doa dan akan melepaskannya satu persatu di waktu yang tepat. Sesaat alunan memori dalam benakku usai semuanya selesai seakan sejalan, kesiapan diluarpun sama. Mobil mewah yang tidak pernah aku impikan sudah berjajar rapi dipelataran tinggal menanti kesiapan dan keberangkatan kamipun tidak mungkin dihindari, dengan rasa yang entah datangnya dari mana rasa nyaman itu berkurang, sikembarpun sama seakan tidak ada yang benar dalam banyak hal, tapi bersyukurlah ada mama yang membantuku menenangkan hingga merekapun pulas dalam pelukan kami.
__ADS_1
Hampir satu jam keterlambatan akan kedatangan kami, Papa yang tiba duluan sudah mengkondisikan segala sesuatunya untuk kami, sikembar menjadi perhatian sekian pasang mata yang datang hampir bersamaan hampir jarang melihat sosok bayi dalam pejamuan malam, entahlah kamipun telah sepakat untuk bersama malam ini.
Karena tertidur pulas kamar berkelas pun sudah siap untuk keduanya, dan beruntunglah mama berpesan sebentar mama akan kembali setelah menyapa beberapa kenalan juga sebagian ada sahabatnya yang sudah menunggu.
Kecemasanku makin menjadi sepintas tadi tidak nampak suami tercinta entahlah disebelah mana karena kami hanya melintas sekilas didepan pesamuan karena koridor itu sejalan.
__ADS_1
Sekiranya masih kondusif untuk ditinggalkan akupun memilih pergi, dengan sedikit berbenah mengumpulkan kembali percaya diriku yang sedikit terusik, berpamitan dan melangkah menikmati alunan musik dalam sebuah acara yang sedikit mulai ku rindukan beberapa waktu lalu.
Masuk kedalam dan mulai melakukan pencarian sangat suami yang tak kunjung menemukan, masih mencoba menyusuri beberapa sudut ruangan dengan semakin kawatir akan firasat beberapa malam yang lalu.
"Ris!!!" suara yang tidak asing, dengan sedikit ingin tahu membuatku menoleh otomatis ke arah suara itu, dan bahagianya aku saat ada sosok kenalan lama yang ada di situ.
__ADS_1
"hay" sapaku dan melanjutkan perbincangan ala kadarnya teman lama dengan informasi yang baru kudapatkan, "ada wanita mengejar pangeran bisnis malam ini mungkin kini tengah asyik menikmati dunia penyatuan" Anita teman lebih tepatnya rekan kerjaku dulu tengah asik menjelaskan sesuatu yang menghentak sekaligus menghujam jantungku untuk segera mencari tahu lebih banyak tentang itu dengan debaran yang tidak bisa lagi tertahan untuk segera mungkin menemukan ke mana dan siapa itu pangeran yang dimaksud ? apakah suamiku, sekian menit lamunanku pun segera membuahkan pertanyaan