
Sekian lama tak kunjung nikmat hanya sakit yang kian mengerap artinya harus segera merapatkan barusan ke rumah sakit untuk proses persalinan.
Tak butuh waktu lama semua sudah lengkap bak perayaan mengantarkan kerumah sakit berkelas mengikuti ritmenya menanti sakit sebuah kontraksi pada umumnya untuk mendapatkan buah hati secara normal, berbahagialah semua pasangan atas kehadiran sosok buah hati dan berjanjilah suami selalu menemani proses panjang ini, dengan telaten dan mengikuti instruksi yang kadang tak pernah ada kata benar, berbuah marah goresan kuku, pukulan dan lain sebagainya.
Berjam jam kemudian waktunya mengadu nasib dengan melakukan proses persalinan normal, saatnya masuk obgyn dengan pendampingan suami tersayang sakit yang kurasakan mantabs sekali, kalau belum tahu bagi yang wanita selamat menanti giliran dan yang pria sabar dan kuatkan pasangan kalian kelak, tiga puluh menit proses berjalan dengan banyak peluh yang mengikut sertakan dalam pergulatan ini satu jagoanku tengah beraksi diatas dadaku, sembari menunggu satu lagi putri kecilku masih malu malu keluar hingga selang beberapa menit kembali ada kontraksi saatnya melakukan perjuangan berikutnya dan disanalah tangisan kakak seakan memberikan tanda pada sang adik untuk mengikuti pergerakan juga nada mereka.
__ADS_1
Sungguh menyenangkan melihat mereka di sana dua berbagi tempat diatasku
Segala rasa masih tersimpan rapi masih mengikuti proses berbersih diri mata tak ingin lagi terbuka setelah melihat keduanya sempurna meski sekilas saat berproses pembersihan, ucapan syukur dalam hati atas anugrah ini, tapi perjuangan belum selesai sesaat pelepasan plasenta mereka, ternyata ada hal lain yang tidak terduga terjadi dalak proses persalinan, yaitu pendarahan hebat tengah terjadi saat tenagaku sudah habis terkuras sepanjang hari ini.
Pingsan itu hal yang ditakutkan banyak pergerakan sedangkan darah terus keluar seperti kran yang diputar pembukanya, seakan mati rasa hanya pusing dan badan kian terasa ringan, infuspun seakan di kucurkan dialirkan cepat dan dokter bidan berjibaku membantu memberikan pertolongan kilatnya karena bukan hitungan jam saat wanita mengalami pendarahan bisa sekejap hilanglah nyawanya karena hitungan detik saja semua berujung fatal.
__ADS_1
Satu jam masih dalam pantauan hingga beberapa jam ke depan, badanku masih sangat sangat lemah menikmati proses persalinan yang masih terbayang, bayi di atas dadaku dan benar itu membuat semangat tersendiri.
mas Hendrawan suamiku telah siaga menanti setia setiap saat bersama di ruang pemantauan itu, menunggu hingga tiga jam menemani tanpa mengeluh juga rasa lelah yang sukses disembunyikan dariku.
Dijam berikutnya kini dipindahkan keruang rawat Inap meski semua kini lebih sedikit tenang pendarahan hampir tidak lagi terjadi dan melihat kekanan kiri belum nampak kereta bayi, pandanganku terhenti saat terdengar.
__ADS_1
"sebentar lagi sayang mereka kemari" mas hendrawan memberikan jawaban akan keinginanku.
Mendengar itu senyumanku merekah, "makasih sayang untuk semuanya, ini hadiah buatmu" hendrawan dengan menyodorkan sepetak warna bludru padaku "bukalah sayang" kembali suami memberikan perintahnya dengan lembut