
"sayang mari bersiaplah kita menikah ?"kata itu seirama pergerakan lembut sosok melambai di depanku memberikan instruksi juga sentuhan kurang dari satu jam semua sudah seperti sungguhan aku jadi pengantinmu.
Melakoni peran seperti mimpi mendengar ijab kabul dengan suara pasti tanpa keraguan, selesai sesuai jadwalnya, ciuman pertama kami di mulai cium tangan dan ******* kecil di bibirku, singkat tapi pasti sesingkat itu telah memberikan banyak teka teki juga pertanyaan, apakah ini mimpiku ? "sayang istirahatlah, Roland antar nyonya kekamar" Hendrawan mengeluarkan suara Utam setelah penandatanganan buku saku itu.
Entahlah menikmati atau hRus bagaimana saat ini antara yakin dan tidak percaya semua sunggu seakan mimpi tapi ini nyata.
__ADS_1
"silahkan nyonya, silahkan beristirahat Tuan segera kembali"Roland dengan menunduk undur diri, masuk dan memilih duduk di cermin memastikan wajahku tidaklah mimpi, termenung hingga buliran kristalkupun jatuh benar ini nyata bukan mimpi.
"sayang ku bantu, berbenar dan segera beristirahatlah"Suamiku syahnya hukum juga agama, hanya melihat tanpa kata menyeka air mata dan menikmati bantuan hingga usai menyegarkan diri, usai berendam air mawar yang tengah disiapkan tak ubahnya juga baju ganti, begitu transparan dan sedikit seksi.
"istirahtlah aku akan pergi, dengan rekan rekanku sebentar"pinta suami seakan berhayal, meski begitu aku tetap bereaksi dengan anggukan.
__ADS_1
"tapi nyonya ?"Roland membuatku terhenti, "baiklah jika keberatan aku bisa berangkat sendiri" jawabku tak perduli dan berbalik arah mengambil tas kecilku.
"mari nyonya, silahkan" jawaban menohok setelah beberapa menit menungguku kembali. Hanya anggukanku yang menjawabnya.
Sesampainya di Club malam ternama di bali, nampak suami tengah asik menikmati jamuan para wanita yang entah datangnya dari mana, harusnya aku tak kesini, berbalik arah tidak ingin masuk lagi "aku ingin pulang"dengan sayatan di hati, inginku roland menjawab tapi bukan Roland tapi suamiku dengan dekapannya, Hendrawan dengan alkhonol dengan balutan obat perangsang yang telah ia tenggak membuatnya menuntut lebih, baiklah akan ku mainkan tugasku dengan benar "ayo pulang mas nikmati malam kita" sebuah tarikan pertamaku untuknya.
__ADS_1
Roland seirama denganku menyiapkan segalanya dan membawa kami ke hotel terdekat, disana semua akan dimulai senyuman manisku kupaksakan hadir atas dasar sebuah ikatan pernikahan, akan kuperjuangkan meski harus mempertaruhkan semua hal.
Aku bukan wanita murahan, aku juga bukan mengobral tubuhku untuk banyak lelaki, tapi kali ini aku berusahan memberikan kata nikmat itu untuk suamiku, meski harus sakit saat membayangi terakhir ku bercumbu dan aku di campakkan kehamilanku tanpa ku ketahui pasti dan kehilangan calon bayiku, serasa semua menjadi ramua kebinalan akan tubuhku dengan irama masalalu juga backsound lagu patah hatiku, mungkinkah ini juga di rasakan oleh wanita malam di luar sana, bsrusaha membuat pelanggan senang dan menyiksa batin mereka.