
" Ica g mau pulang pokoknya Mbk... kalo bukan ayah yang jemput, Raisa gadis cantik berumur lima tahun berlari meninggalkan pengasuhnya.
" Brukkk.... ah sakit, gadis kecil itu terjatuh karna menabrak seseorang.
" Duh sayang ma'af Tante gak lihat.... ma'af Kania pada gadis kecil itu sambil memegang tangannya.
Raisa malah nangis lebih kencang yang membuat Kania semakin panik.
" Apa ada yang sakit....tanya Kania cemas, namun gadis itu malah memeluknya.
Mbak puji yang melihat anak majikanya itu menangis lari tergopoh-gopoh....
"Non kenapa.... tanya Mbk puji pada Raisa, tapi gadis kecil itu tak mau menjawab, malah semakin mengeratkan pelukannya pada Kania, yang mampu membuat kening Kania berkerut.
" Hai anak manis mau makan ice cream....tawar Kania pada gadis kecil itu.
__ADS_1
" Ice cream....aku mau Tante, seketika Raisa melepaskan pelukannya dari Kania. Kania pun memberi kode kepada pengasuh Raisa untuk mengikuti mereka.
Setelah berjalan sekitar sepuluh menit mereka sampai di kedai ice cream milik Kania.
" Oh ya kita belum kenalan Lo nama kamu siapa.... tanya Kania pada gadis kecil itu dan menjulurkan tangannya untuk berkenalan.
" Raisa tante, tapi ayah suka panggil aku Ica "
celoteh Raisa yang membuat Kania tersenyum.
" Kenalin nama Tante Kania.... ingat ya nama Tante, Kania memperkenalkan diri.
" Ica mau ice cream rasa apa....? tanya Kania pada Ica.
" Coklat Tante...jawab Ica bersemangat.
__ADS_1
" Baiklah kamu tunggu disini Tante buatkan dulu Ok.... gadis kecil itu pun mengangguk dengan antusias. tak lupa Kania menyuruh pangasuh Raisa untuk duduk.
" Anak siapa Nia...tanya Sofi sahabat Kania sekaligus partner kerjanya. Kania dan Sofi sudah berteman sejak kecil mereka pun tinggal bersama karena sama sama ditinggalkan oleh orang tua mereka, membuat mereka menjadi saudara.
orang tua Kania meninggal karena kecelakaan di usianya yang baru enam tahun yang harus membuat dia hidup sebatang kara, tapi itu tidak membuat dirinya lemah justru malah membuat dia tumbuh menjadi wanita yang mandiri dan tegar. sedangkan Sofi ibunya meninggal karena kanker dan ayahnya yang tidak bisa menerima kematian istrinya membuat dirinya bunuh diri, tragis memang tapi itupun membuat Sofi tumbuh menjadi gadis yang tegar. mereka hidup bersama sebagai keluarga dan membuka sebua kedai ice cream.
Tidak hanya ice cream kedai mereeka juga menyediakan minum dan makanan ringan lainnya. karena letaknya yang strategis dan harga terjangkau membuat kedai ice cream mereka ramai setiap harinya. mereka punya satu koki dan dua pelayan. Sofi bertugas sebagai kasir sedangkan Kania dia melakukan apa saja sesukanya, terkadang membantu koki menyiapkan ice cream pesanan pelanggan kadang juga menjadi pelayan, kadang juga menggantikan Sofi jadi kasir.
Delain itu di kedai mereka juga di lengkapi dengan alat musik seperti keyboard, gitar dan yang lain, karena terkadang pelanggan yang suka bernyanyi bisa mengapresiasikan bakat mereka disana sambil menghibur pengunjung yang lain.
" Ica ni ice cream pesanan ica.... Kania berjalan ke arah gadis kecil itu sambil meletakkan satu cup ice cream rasa coklat yang di taburi almond dan memberikan jus jeruk pada pengasuhnya.
" Makasih Tante...." menerima ice cream itu dengan penuh semangat. Gadis kecil itu melahap ice creamnya tampak bersemangat.
" Setelah di rasa cukup akhirnya Mbk puji mengajak Raisa pulang....dan gadis kecil itupun nurut.... dengan syarat setiap hari harus datang ke tempat ini, Mbk puji pun dengan pasrah mengiyakan ajakan nona kecilnya itu.
__ADS_1
" Tante Ica pulang dulu ya, besok Ica kesini lagi pamit Ica pada Kania. Kania pun tersenyum dan mengangguk.