Maukah Kau Jadi Ibuku

Maukah Kau Jadi Ibuku
Bertemu Kania bag 4


__ADS_3

Kania menangis sejadi-jadinya di dalam apartemennya. dia tidak pernah menyangka akan bertemu dengan Angga lagi.


" aku tidak berniat menyakitinya dim, selama ini aku mencarinya, tapi tak pernah ada kabar tentang keberadaan Kania, bahkan sahabatnya pun tak mau memberitahu, jelas Angga dengan sedih


" selama ini dia bersamaku, aku memang baru mengenalnya, tapi dia gadis yang baik.


" aku akan membantumu untuk memperbaiki hubungan mu dengan Kania, kata Dimas sungguh-sungguh.


" benarkah.... bukannya kamu menyukainya?


tanya Angga heran.


" aku memang menyukainya, tapi aku tahu dia hanya menganggapku sahabat, jadi aku tidak ingin memaksakan perasaan yang bukan untukku, aku tidak melakukan ini untukmu, tapi untuk putrimu.... karena Kania sangat menyayangi putrimu. jelas Dimas


" terimakasih kasih dim ... aku sangat berterimakasih... ucap Angga sambil memeluk temannya itu.


setelah kejadian kemarin dimaspun membantu Angga menyelesaikan masalahnya dengan Kania.


" ini apartemen Kania, masuklah dia tinggal di lantai empat. ingat jangan sampai menyakiti hatinya kalau tidak aku akan mengambilnya dari kamu. ancam Dimas

__ADS_1


" aku pasti akan menjaganya dengan baik, kau tenang saja, kata Angga sambil menepuk pundak Dimas.


Angga berjalan menuju apartemen Kania. sebenarnya dia ragu, tapi dia harus berjuang demi putrinya.


Angga mengetuk pintu apartemen itu berkali-kali, tapi tak ada tanda-tanda orang yang keluar. Angga gelisah di buatnya, tapi dia mencoba untuk tenang.


di dalam apartemennya Kania baru saja bangun kepalanya terasa pusing karena terlalu banyak menangis.


" AW.... kepalaku, mungkin karena terlalu banyak menangis semalam, gumam Kania lalu diapun berjalan menuju kamar mandi.


selesai mandi dan berganti baju, kania menuju dapur ingin mengambil minum tapi langkahnya terhenti mendengar suara ketukan pintu.


" ya tunggu sebentar, teriak Kania dari dalam.


" deg.... jantung Angga berdegup kencang mendengar suara Kania dari dalam. pintu itu pun terbuka menampakkan Kania dengan wajah sembabnya karena terlalu banyak menangis.


" mas Angga, gumam Kania pelan, dan langsung menutup pintu tapi angga mencegahnya.


" pergi mas... ngapain kamu kesini, kata Kania sambil memegang gagang pintu.

__ADS_1


" Kania tunggu kita perlu bicara.


" nggak ada yang perlu dibicarakan mas, tegas Kania pada Angga. masih sambil menarik-narik pintu, tapi sepertinya tenaga angga lebih kuat.


" Kania aku mohon berikan aku kesempatan, ini semua demi Raisa.


Kania pun berhenti memberontak dan diam mendengar nama Raisa. Kania berjalan kedalam dan duduk di sofa, dia membiarkan pintu itu terbuka, Angga yang melihat Kania tidak menutup pintunya berarti dia mengizinkan Angga masuk. lalu Anggapun masuk dan duduk di samping Kania.


" Nia maafkan aku dengan apa yang terjadi selama ini... aku merasa bersalah padamu. hatiku sakit melihat Ica yang begitu menginginkan kamu untuk menjadi ibunya, dan aku sadar bahwa aku sangat mencintaimu Kania. jelas Angga memulai percakapan.


" kau tidak tahu... selama ini putriku selalu belajar untuk menjadi anak yang baik dan mandiri agar kamu mau menjadi ibunya.


dia sangat berharap jika kamu datang nanti kamu mau menjadi ibunya.


Kania hanya terdiam, hanya bulir-bulir air mata yang keluar dari pelupuk matanya.


dia tahu kalau selama ini Ica melakukan itu semua, karena Sofi selalu memberitahunya. Kania juga merasa sedih, tapi hatinya belum bisa memastikan dengan semua itu. apakah dia mau melakukan permintaan Ica untuk menjadi ibunya dan tak menggap Angga sebagai suaminya nanti.


dulu benih-benih cinta itu ada untuk Angga tapi mengingat kejadian dimana Angga ragu dengan perasaannya membut kania mengubur dalam-dalam benih cinta itu.

__ADS_1


__ADS_2