
Hubungan Angga dan Kania semakin hari semakin membaik. karena Raisa yang selalu mendekatkan keduanya, banyak tingkah lucu gadis kecil itu yang membuat Kania dan Angga selalu tercengang, tapi mereka suka dan membuat hubungan mereka jadi semakin dekat.
" Bunda jadi hari ini kita ke kantor Ayah.... tanya Raisa saat di cafe Kania.
" jadi dong sayang.... ni bunda lagi bikin makan siang buat Ayah, kata Kania.
" sudah siap.... yuk berangkat sekarang. ucap Kania sambil menggandeng Ica.
sampai di kantor Angga, Kania tercengang melihat betapa megahnya gedung yang menjulang tinggi di depannya itu.
" wah Ica... ternyata kantor ayah kamu besar sekali....!!! kata Kania kagum.
" iya bunda.... Ica juga baru tahu".
" permisi Mbk mau ketemu sama pak Angga ada...??? tanya Kania pada resepsionis.
" maaf Bu apa sudah bikin janji....??" kata resepsionis sopan.
" belum..."
" tapi bapak sedang keluar, ibu mau menunggu atau nanti kembali lagi??
" saya tunggu aja Mbk.... duduk disana tidak apa-apa" tanya Kania sambil menunjuk ruang tunggu.
" baik buk silahkan"
" ayo sayang.... ajak Kania sambil menggandeng tangan Ica.
__ADS_1
" kenapa Bunda gak telfon Ayah...??
" kan mau kasih kejutan sayang". kata Ica sambil mengelus rambut Ica.
mereka menunggu Angga cukup lama hingga membuat Raisa tertidur di pangkuannya.
" kita pulang saja sayang.... mungkin lain kali kita makan siang sama ayah" ucap Kania sambil menggendong Ica.
saat ingin berjalan keluar seketika air mata Kania mengalir dengan apa yang dilihatnya.
Kania tak berani menatap mereka dia memilih berbalik tak ingin melihat apa yang dilihatnya.
" mbak saya gak jadi ketemu pak Angga, bisa titip ini dan kasih pak Angga. kata Kania pada resepsionis.
" tapi pak Angga sudah datang Bu.... ibu bisa memberikan sendiri. jelas resepsionis
" baiklah nanti akan saya sampaikan".
" terimakasih" ucap Kania, lalu dia bergegas keluar dan memesan taksi.
" Nia kamu kenapa...?? tanya Sofi yang heran melihat Kania menangis sambil menggendong Ica.
tak ada jawaban dari Kania, dia terus saja berjalan ke kamarnya dan menidurkan Ica disana. lalu dia menutup pintu dan keluar kamar sambil terduduk dan menangis sejadi-jadinya.
" Nia kamu kenapa....?? tanya Sofi sambil memeluk tubuh sahabatnya.
" mas Angga sof.... mas Angga selingkuh sama perempuan lain.
__ADS_1
" apa.... kamu lihat sendiri.... mungkin kamu salah paham Nia...!!! kata Sofi sambil menenangkan sahabatnya.
" aku lihat sendiri sof mereka......!!! ucap Kania tak melanjutkan kata-katanya....
Sofi yang melihat sahabatnya bersedih hanya bisa menenangkan.
" mas Angga pokoknya nikah sama aku aja....." kata Elisa
" gak bisa Elisa kita ini sepupu.... lagian aku juga sudah punya calon istri. jelas Angga
" baru juga calon istri..... belum istri beneran, jawab Elisa.
mereka masih melakukan perdebatan, Elisa adalah sepupu Angga, dia baru saja pulang dari luar negeri, dan langsung menemui Angga karena mendengar Angga mau menikah.
" tok.... tok....tok...!!! " sekertaris Angga mengetuk pintu.
" masuk" jawab Angga tanpa menoleh sedikitpun dan masih fokus dengan laptopnya.
" maaf pak ini ada titipan buat bapak" kata sekertaris Angga sambil memberikan paper bag.
" taruh saja di meja" kata Angga
" baik pak.... kalau begitu saya permisi dulu"
Angga masih sibuk dengan pekerjaannya tanpa menghiraukan Elisa dan paper bag berisi makanan dari Kania.
" baiklah aku pergi dulu.... gak enak disini di cuekin" ucap Elisa lalu pergi meninggalkan ruangan Angga.
__ADS_1
Angga hanya diam saja menatap kepergian sepupunya itu.