
" mas kamu ngerasa gak sih kalo aku ini memang pelakor...." tanya Kania di mobil saat dalam perjalanan pulang.
seketika Angga menepikan mobilnya dan menoleh kearah Kania.
" maksud kamu apa Kania, kamu gak seperti itu.....!! jelas Angga.
" bukankah kamu tahu kalo Sandra dan Elisa sangat mencintai kamu.... tapi aku hadir di antara kalian....!! ucap Kania sambil menunduk.
" tapi aku tidak mencintai mereka Kania.... aku sudah melupakan Sandra... dan Elisa kita sepupu... dan aku tidak mencintai dia. jelas Angga.
" sebenarnya tadi aku gak sengaja mendengar pembicaraan mama sama Elisa waktu di taman belakang, dan Elisa dia sangat mencintai kamu mas, dia sudah nunggu lama supaya kamu bisa mencintainya. jelas Kania dengan suara bergetar menahan tangisnya.
" tapi aku tidak mencintai dia" ucap Angga.
__ADS_1
" apa sebaiknya aku mundur saja mas, untuk menjadi ibunya Raisa. kata Kania sambil menatap mata Angga.
" kamu gila Kania.... apa kamu tidak mementingkan perasaan Ica.... apa kamu mau mengecewakan Ica.... bukan hanya Ica Kania, tapi aku juga sangat mencintai kamu... aku gak bisa kehilangan kamu lagi Kania. jelas Angga sambil memegang tangan Kania.
seketika air mata Kania keluar dengan derasnya, dia tidak kuasa lagi menahannya, kata-katanya memang mudah di keluarkan tapi tidak dengan hatinya.
" jangan coba-coba melakukan hal bodoh Kania.... aku tidak ingin kehilangan kamu lagi, dan Ica dia pasti sedih. ucap Angga lalu diapun memeluk Kania.
" ma'afin aku mas.... aku hanya tidak ingin ada orang yang tersakiti hanya karena aku. jelas Kania.
Kania pun mengangguk, tapi hatinya masih bimbang, dia tidak tahu harus berbuat apa. untuk saat ini dia masih ragu.
" sebaiknya mas antar aku pulang sekarang, masak kita mau disini terus, ucap Kania sambil melepas pelukannya dari Angga.
__ADS_1
" ok baiklah ayo kita berangkat" Angga pun kembali melajukan mobilnya dengan satu tangannya menggenggam tangan Kania.
" oh ya Nia kapan hubungan kita akan di resmikan... aku sudah tidak sabar ingin cepat- cepat menikah dengan kamu. kata Angga bersemangat.
" aku terserah mas Angga saja, jawab Kania"
" baiklah.... mungkin setelah proyek terakhir ku selesai aku akan persiapkan acara pernikahan kita. ya mungkin sekitar satu bulan lagi. jelas Angga.
" iya.... pokoknya aku ngikut aja deh ya.... tapi aku gak mau pesta besar mas... aku hanya ingin pernikahan yang sederhana. jelas Kania.
" baiklah aku juga tidak terlalu suka dengan pesta yang berlebihan, mungkin nanti kita hanya mengundang keluarga terdekat saja, bagaimana menurut kamu...? tanya Angga.
" aku setuju.... tapi nanti sebelum kita nikah aku pengen ngajak mas ke makam kedua orang tuaku, aku ingin memperkenalkan mas Angga ke mereka, walaupun mereka hanya tinggal nama. ucap Kania sedih.
__ADS_1
" hai jangan sedih sayang.... aku sangat beruntung bisa mendapatkan wanita cantik dan baik seperti kamu... dan sepertinya aku memang harus datang untuk mengucapkan terimakasih dan memohon restu. nanti kita ajak Raisa sekalian, biar dia bisa mengenal kakek dan neneknya. jelas Angga.
" terimakasih mas sudah mau menerima aku dengan segala kekuranganku" ucap Kania sambil menatap Angga.