
" Kamu kenapa Kania dari tadi diam saja" tanya Angga saat di mobil.
" aku gak pa pa mas,cuma agak capek aja". jawab Kania.
" ya udah istirahat aja dulu saat sampai rumah nanti"
" nanti malam ajak Ica datang ya mas, aku kangen banget sama dia" ucap Kania.
" aku di kangenin juga gak" tanya Angga menggoda Kania.
" ih apaan sih" ucap Kania.
" sudah sampai" ucap Angga saat tiba di depan cafe milik Kania.
" aku langsung balik ya... biar kamu bisa istirahat... nanti malam aku kesini lagi sama Ica" jelas Angga.
Kania pun mengangguk dan keluar dari mobil Angga. Angga pun melambaikan tangan dan pergi meninggalkan cafe Kania.
" lagi apa sof" tanya Kania saat masuk ke dapur cafe.
" hai dah pulang" tanya Sofi.
" iya.... baru aja sampai"
" mana Angga gak mampir" tanya Sofi.
" gak.. nanti malam dia kesini lagi sama Raisa" jelas Kania.
" oh.... gimana tadi kalian dari mana saja" tanya Sofi.
__ADS_1
" fitting baju pengantin sama beli cincin, mas Angga dah nyiapin semuanya.
" oh gitu... terus kenapa muka kamu kayak gitu" tanya Sofi.
" emang muka aku kenapa sof"
" udahlah Kania aku ini sahabat kamu.... jadi aku tahu, kamu gak usah sembunyikan apapun.
Kania menghela nafasnya, dia memang tidak bisa menyembunyikan apapun dari sahabatnya itu.
" aku takut sof"
" takut kenapa" tanya Sofi.
Kania pun menceritakan tentang apa yang di dengarnya tadi saat di toilet mall kepada Sofi.
" terus kamu gak cerita sama Angga" tanya Sofi.
" jadi orang yang ingin di celakai Elisa itu kamu Kania.
" aku juga gak tau pasti, tapi aku cuma merasa sepertinya itu memang di tunjukkan pada diriku. kata Kania
"ya sudahlah tidak usah di pikirkan, itu hanya fikiranku saja, aku mau mandi dulu. imbuh Kania.
Kania pun masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri dan istirahat sebentar.
sedangkan Sofi masih memikirkan kata-kata Kania.
" apa yang harus aku lakukan bila itu benar-benar terjadi Kania" ucap Sofi dalam hati.
__ADS_1
malam harinya Angga datang ke cafe bersama Raisa putri kecilnya. Kania pun menyambut kedatangan mereka.
" sayang Bunda kangen banget sama kamu" ucap Kania sambil mencium pipi Ica.
" sama ayah gak kangen juga Bun" ucap Angga menggoda Kania.
" ayah.... nih, kan tadi udah ketemu Bunda" protes Ica.
mereka tertawa bersama, banyak yang mereka bicarakan, Ica selalu mendominasi perbincangan mereka dengan tingkah lucunya. Sofi pun ikut bergabung. suasana cafe saat itu tidak begitu ramai.
" kapan acara pernikahan kalian" tanya Sofi.
" rencananya sih dua Minggu lagi" jelas Angga.
Kania pun menoleh pada Angga, pertanda meminta jawaban.
" iya sayang, aku sudah memutuskan dua Minggu lagi kita menikah, dan asistenku sudah menyiapkan kan semuanya.
" apa gak terlalu cepat" tanya Kania.
" ya gak lah, semua persiapan sudah hampir delapan puluh persen, dan acaranya kita adakan di rumahku saja" jelas Angga.
"kamu tidak keberatan kan" tanya Angga.
" aku terserah kamu saja mas, aku percaya sama kamu." jawab Kania.
" terimakasih sayang" ucap Angga.
" kalo gitu gimana kalo besok kita ke makam orang tua aku" ucap Kania.
__ADS_1
" boleh... lagian besok aku juga gak ada kerjaan.
mereka melanjutkan obrolan mereka, hingga Raisa pun tertidur, lalu Anggapun mengajaknya pulang.