
Hati angga merasa sedih melihat Kania menangis karena dirinya. dia tidak berhenti menatap Kania yang mengis sambil menutupi wajahnya dengan telapak tangannya. ingin rasa hati memeluk wanita cantik itu, tapi dia tidak berani, mengingat kemarin dia memeluk Kania tiba-tiba malah membuat wanita itu lari darinya.
" Kania tolong maafkan aku, tolong lakukan ini demi Ica, dia sangat merindukan mu, ucap Angga sambil berjongkok di depan Kania.
" apa yang kau lakukan.... ucap Kania saat melihat Angga berjongkok di depannya sambil memohon.
" aku tidak tahu lagi harus berbuat apa Kania, aku sangat menyayangi dirimu dan Ica. bahkan Ica lebih menyayangimu.
" duduklah.... pinta Kania pada Angga.
Anggapun duduk di sebelah Kania.
" baiklah aku akan kembali denganmu dan menjadi ibunya ica, ucap Kania sambil meremas kedua tangannya.
Angga terbelalak melihat ucapan Kania.
" apa kau sungguh-sungguh, Angga memastikan.
" ya aku sungguh-sungguh, tapi aku belum bisa menerima kamu sebagai suami ku, ku harap kamu mengerti itu. ucap Kania sambil menunduk.
" tidak apa Kania aku mengerti.... ucap Angga sambil tersenyum.
__ADS_1
" aku akan bersabar dengan itu Kania, dan aku akan membuatmu perlahan mencintaiku. gumam Angga dalam hati.
" krucuk.... krucuk", suara perut Kania berbunyi.
" apa kau lapar.... tanya Angga sambil tersenyum.
" ya aku lapar karena semalam tidak makan, itu semua karena kamu yang membuat ku syok dengan kedatanganmu, ucap Kania kesal.
" bagaimana kalau sebagai permintaan maaf aku yang traktir makan....?? tanya Angga.
" baiklah.... tunggu sebentar aku ganti baju dulu, jawab Kania cepat karena dia tidak bisa kompromi lagi dengan perutnya.
Angga yang melihatnya hanya tersenyum dan menatapnya pergi hingga menghilang dari balik pintu.
mereka makan di sebuah restoran dekat apartemen Kania, tak ada perbincangan di antara mereka yang terdengar hanya suara berisik dari pengunjung yang lain.
" kapan kita akan kembali...? tanya Angga memulai percakapan.
" nanti setelah aku menyelesaikan pekerjaanku disini dan pamit dengan pacarku.
Rangga mengernyitkan dahi mendengar Kania menyebut nama pacar.
__ADS_1
" jadi kamu punya pacar, tapi kenapa mau menikah denganku.
" siapa yang mau menikah dengan mu, jawab Kania asal.
" ayolah Kania, kamu mau jadi ibunya Ica tapi tidak mau menikah denganku, apa yang ada dipikiran mu...? tanya angga kesal
Kania ingin tertawa melihat ekspresi wajah Angga yang bingung itu, tapi hanya di tahan olehnya.
" jika kamu ingin aku menikah dengan mu, itu lihat nanti bagaimana dengan sikap mu ke aku nanti. ucap Kania sambil tersenyum.
Angga tak habis fikir dengan sikap Kania, dia memilih diam dan melanjutkan makannya. tapi dia sudah tidak bernafsu lagi untuk makan.
" kenapa tidak makan...? tanya Kania yang melihat Angga tidak lagi menyentuh makanannya.
" aku kenyang..!! jawab Angga singkat.
" ok kalau gitu kamu antar aku aja kerumah pacar aku....! Kania berdiri dan berjalan menuju mobil.
Angga yang melihat Kania pergi hanya kaget lalu bergegas, mengejar Kania sambil meletakkan uang beberapa ratus ribu ke meja.
tidak ada percakapan keduanya saat di mobil. tapi Angga sesekali melirik ke arah Kania, tapi wanita cantik itu duduk tenang sambil memejamkan matanya.
__ADS_1
" jangan menatapku seperti itu... fokus saja nyetir.... ucap Kania tiba-tiba, membuat Angga terkejut.
ternyata dia tidak tidur, gumam Angga dalam hati.