Maukah Kau Jadi Ibuku

Maukah Kau Jadi Ibuku
Tempat baru


__ADS_3

Setelah menjelajah berbagai tempat kini Kania menemukan tempat yang menarik menurutnya.... diapun berencana menetap sementara waktu disana....


" wah tempatnya enak.... kata Kania sambil menghirup udara pagi di tempat itu, dia memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar mengelilingi taman dekat apartemen yang disewanya.


terdengar suara gitar melantun indah diarea taman dekat kolam ikan, Kania yang penasaran pun melangkahkan kakinya kesana. betapa terkejutnya dia melihat wajah tampan pria itu yang bernyanyi dengan suara merdunya sambil memetik gitar.


" mau mencoba.... tanya pria itu yang menyerahkan gitarnya kepada Kania.


" oh... bolehkah, tanya Kania kaget.


pria itupun mengangguk dan tersenyum.


" tentu...." cobalah


Kania menerima gitar dari pria itu, kemudian diapun duduk dan bernyanyi


berakhirlah sudah cerita kita


setelah sekian lama bersama


kau hadirkan dia dalam cerita


yang hanya menyisakan luka


ku coba menahan perih yang ku rasa


walau ini menyakitkan


jika menyakiti aku


maka lakukanlah itu


tanpamu ku yakin bisa


ikhlasku mencintaimu


ikhlasku kehilanganmu

__ADS_1


semoga kau bahagia


dengan pilihanmu itu


kau bersama dia aku bersama do' a


jika menyakiti aku


maka lakukanlah itu


tanpamu ku yakin bisa


ikhlasku mencintaimu


ikhlasku kehilanganmu


semoga kau bahagia


dengan pilihanmu itu


jika menyakiti aku


maka lakukanlah itu


tanpamu ku yakin bisa


ikhlasku mencintaimu


ikhlasku kehilanganmu


semoga kau bahagia


dengan pilihanmu itu


kau bersama dia aku bersama do'a


suara tepuk tangan meriah setelah Kania menyelesaikan lagunya. diapun tersenyum dan mengucapkan terima kasih. para penonton dadakan itupun bubar melanjutkan aktivitas mereka masing-masing.

__ADS_1


" mau minum.... tawar pria tadi sambil menyerahkan botol air mineral pada Kania.


" terimakasih... Kania menerima botol itu.


" kenalkan aku Dimas.... sambil menyodorkan tangan ke Kania.


" kania...., membalas jabat tangan Dimas.


" suara kamu bagus Kania...puji Dimas.


" hah.... biasa aja kok.... suara kamu lebih bagus.... Kania memuji Dimas.


" aku belum pernah melihat kamu sebelumnya.....!!!


" iya... aku memang baru sampai di sini semalam. jelas Kania.


mereka mengobrol dengan akrab. banyak hal yang mereka ceritakan. Dimas pun menceritakan banyak tempat- tempat menakjubkan di sana.


" wah sepertinya aku harus segera mengunjungi tempat yang kau ceritakan tadi. aku jadi penasaran dengan tempat itu.


" tentu... bagaimana kalau aku menemani kamu.... tawar Dimas.


" baiklah besok kita pergi kesana...kata Kania. merekapun berpisah dan akan bertemu lagi besok, tak lupa juga bertukar nomor telepon.


keesokan paginya Kania sudah siap untuk pergi bersama Dimas. setelah menunggu beberapa saat akhirnya yang ditunggu-tunggu pun datang.


" lama nunggu Nia... tanya Dimas sambil menyandarkan motornya.


" gak juga kok... aku baru aja kesini kamu dah Dateng.


" tidak apakan kita pergi naik motor...tanya Dimas.


" ya gak pa pa lah... aku dah bersyukur banget kamu mau nganter aku....!


Dimas pun memakaikan helm di kepala Kania. lalu mereka pun pergi.


sudah seharian Dimas dan Kania mengelilingi kota itu dan kini tujuan terakhir mereka adalah sebuah cafe out door yang sangat rame dikunjungi oleh para anak muda, tidak hanya anak muda tapi semua kalangan hampir berkunjung ke tempat itu. semua tamu bisa mengapresiasikan bakat mereka yang terpendam disana. karena disana disediakan alat musik bagi siapa saja yang ingin bernyanyi atau main musik. bahkan untuk anak-anak ada tempat bermain tersendiri. Kania menatap takjub tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2