Maukah Kau Jadi Ibuku

Maukah Kau Jadi Ibuku
Kepergian Kania (tiga)


__ADS_3

saat di dalam mobil Ica hanya diam tak bersuara.... Angga yang melihat putrinya tidak seperti biasanya pun heran.


" kamu kenapa sayang.... tanya Angga pada anaknya.


" Tante Kania pergi yah.... kata Ica sambil menangis.


" apa.... kata Angga kaget". Angga pun meminggirkan mobilnya.


" pergi kemana sayang...?"


icapun menggeleng tanda tidak tahu. Angga merasa sesak di dadanya. ada rasa kehilangan saat mendengar kabar dari putrinya.


" Tante Kania bilang sama Ica.... kalau Ica harus jadi anak yang baik selama Tante Kania pergi....hiks hiks hiks. tangis Ica pecah, Anggapun memeluk tubuh kecil putrinya. dia bisa merasakan kesedihan yang di alami putrinya.


" maafkan ayah sayang.... ayah gak bisa menjaga Tante Kania untuk Ica..... sesal Angga.


" tidak pa pa yah... Tante Kania berjanji untuk menemui Ica lagi nanti kalo Ica bisa jadi anak yang lebih baik dari sekarang.... jelas Ica sambil menghapus air matanya.


" jadi mulai sekarang Ica gak akan sedih lagi... Ica akan menjadi wanita yang kuat seperti Tante Kania.


" anak ayah sudah besar sekarang.... kata Angga memuji anaknya, walaupun hatinya masih merasa kehilangan.

__ADS_1


tanpa sepengetahuan orang setiap hari Angga selalu mengunjungi kedai ice cream kania, tapi dia tidak masuk dan hanya memandang dari luar, siapa tahu dia bisa melihat Kania dan ingin minta maaf. tapi orang yang di tunggu tak pernah muncul.


setelah menunggu lama tak ada tanda-tanda orang yang di cari muncul, dia memutuskan untuk bertemu seseorang.


" apa bisa kita bertemu sekarang.... tanya Angga di telfon.


" aku akan SMS lokasinya.... sampai ketemu di sana. Angga mematikan telfonnya dan pergi.


selang sekitar tiga puluh menit dia sampai di tempat tujuan, dia melihat sekeliling ternyata orang yang di ajak bertemu sudah ada di sana.


" sudah lama.... tanya Angga pada Sandra. orang yang ditemui Angga adalah Sandra.


tak ada pembicaraan diantara mereka. mereka hanya diam dalam pikiran mereka masing-masing.


" ma' afkan aku... itulah kata yang di ucapkan Angga pertama kali.


" hanya itukah kata yang kau ucapkan setelah hampir satu bulan kita tidak bertemu, tanpa menjelaskan apapun padaku, kaupun tak mengejar ku, setelah kejadian itu, Sandra mengucapkan isi hatinya.


" atau mungkin kini kau sudah bahagia dengan perempuan murahan itu... ucap Sandra kesal.


" cukup Sandra.... bentak Angga pada Sandra.

__ADS_1


" jadi demi wanita murahan itu kau berani membentak ku.... ?


" dia bukan wanita murahan Sandra, dia tidak seperti yang kau pikirkan, bahkan kini dia pergi, jelas Angga sambil menunduk.


" baguslah kalau dia pergi jadi hubungan kita bisa baik-baik saja, ucap Sandra senang.


" tapi aku tidak bisa.... dia memang pergi dan itupun aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita lagi, ma'af karena tidak bisa mempertahankan hubungan kita. ini semua aku lakukan demi putriku.


" bahkan dia bukan putri kandungmu, kata Sandra mengejek.


" itulah perbedaanmu dan Kania, Kania selalu memperhatikan putriku walaupun di tahu Ica bukan putri kandungku, sedangkan kamu tak pernah mempedulikannya. kamu hanya mau denganku tapi tidak denganku. aku tidak bisa melakukan itu. yang paling penting dalam hidupku adalah kebahagiaan putriku, jika putriku bahagia akupun akan bahagia. jelas Angga panjang lebar.


mendengar perkataan Angga membuat hati Sandra sedikit melunak.


" baiklah jika itu maumu, aku akan melepaskan dirimu, semoga kau dan putrimu mendapatkan kebahagiaan.


Sandra pun berjalan meninggalkan Angga, tapi terlebih dulu dia meraih gelas jus yang di pesannya tadi dan menyiramnya ke tubuh Angga.


" itu untuk sakit hatiku.... ucap Sandra lalu pergi.


Angga yang di perlakukan seperti itu hanya tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2