
Sofi masih mondar-mandir di depan ruang IGD, mengingat permintaan terakhir Kania Sofi tak memberi tahu siapapun, termasuk Angga.
" Tuhan aku mohon selamatkan sahabatku...." ucap Sofi dalam hati.
Sofi tak henti-hentinya memanjatkan doa... beberapa jam kemudian dokter pun keluar.
" gimana keadaan sahabat saya dok... tanya Sofi.
" keadaannya tidak begitu baik.... tapi karena sahabat anda memiliki semangat yang kuat, membuat ada sedikit harapan walaupun sangat kecil, tapi ada satu hal yang harus saya sampaikan...." jelas dokter.
" apa itu dok...? tanya Sofi penasaran.
" mungkin sahabat anda tidak bisa berjalan lagi...." kata dokter.
bagai disambar petir, tubuh Sofi lemas tak bertenaga, apa yang harus dia katakan pada sahabatnya nanti.
dua hari tak sadarkan diri kini Kania mulai sadar.... sedikit demi sedikit dia membuka matanya, dia mencari sosok yang dicarinya ternyata sosok itu tertidur pulas di sebelahnya. Kania mencoba menggerakkan tangannya tapi badannya lemas, diapun mencoba menggerakkan kakinya tapi tidak bisa dan terasa sakit.
__ADS_1
Sofi yang merasakan ada pergerakan pun langsung bangun.
" Kania.... syukurlah kamu sudah sadar" ucap Sofi.
" apa kamu butuh sesuatu" tanya Sofi.
" kenapa kakiku gak bisa di gerakkan sof kenapa badanku sakit semua" tanya Kania cemas.
" Kania tidakkah kamu ingat habis mengalami kecelakaan.... ini semua efek dari kecelakaan itu... jadi kamu harus istirahat Kania. kata Sofi mencoba menenangkan Kania.
" tapi kenapa kakiku terasa aneh.... kenapa tidak bisa di gerakkan sof" tanya Kania.
" Nia maafkan aku, tak bisa memberitahukan yang sebenarnya" ucap Sofi sambil menahan air matanya.
" gak pa pa sof.... aku bisa menerima semua ini" kata Kania walaupun itu tak sama dengan isi hatinya, hatinya begitu hancur menghadapi kenyataan yang menimpanya.
" aku ingin pergi dari kota ini sof...." ucap Kania.
__ADS_1
" tapi Kania.... pernikahan kamu...?
" aku ingin membatalkan pernikahan itu sof.... aku gak mungkin menikah dengan mas Angga dengan kondisiku yang seperti ini sof tolong mengerti keinginan ku" jelas Kania sambil menangis.
" kamu yakin...dengan pilihanmu Kania" tanya Sofi memastikan.
" aku yakin sof.... aku ingin meninggalkan tempat ini tanpa ada jejak sedikitpun" jelas Kania bersungguh sungguh.
Sofi tak mampu menolak keinginan sahabatnya itu, dia berjanji akan selalu bersama dan membantu sahabatnya itu.
" baiklah Kania.... aku akan membantu kamu... besok aku akan urus semuanya.
" terimakasih sof" ucap Kania.
keesokan paginya Sofi pulang ke cafe.... para pelayan di sana bertanya-tanya pada Sofi kemana saja dirinya dan Kania sudah tiga hari tidak pulang. tapi Sofi tidak bisa menjelaskan kepada mereka.
Sofi datang hanya untuk memberitahu mereka bahwa cafe akan tutup. para pegawainya pun heran dengan apa yang dikatakan sofi, Sofi hanya menjelaskan secara singkat tak memberitahu apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
meskipun bingung tapi para pegawainya bisa memahami, mungkin ada alasan lain yang tidak bisa di jelaskan. Sofi meminta mereka membersihkan cafe dan membawa apa saja bahan makanan yang masih tersisa untuk mereka bawa pulang . diapun tak lupa memberikan gaji terakhir mereka dan uang pesangon. sungguh sedih melihat kedai yang kini berubah menjadi cafe ini harus tutup begitu saja.
" semoga suatu hari nanti kita bisa menempati tempat ini lagi" gumam Sofi dalam hati sambil memandang seluruh lokasi cafe sekaligus rumah itu.