
" ayo.... ajak Dimas pada Kania.
mereka pun duduk ditempat yang agak sedikit jauh dari keramaian....karena tempat itu Sekarang benar-benar ramai karena malam Minggu.
"kenapa Kania....? apa kamu tidak suka dengan tempatnya.... kita bisa pindah jika kamu tidak suka. ucap Dimas
" oh.... tidak.... aku cuma teringat dengan kedai ice cream ku yang hampir sama dengan tempat ini, tapi ya tidak sebesar ini" .jelas Kania.
pelayanan pun datang menghampiri mereka, setelah selesai memesan makanan, mereka pun lanjut ngobrol.
" jika kau punya usaha.... kenapa malah pergi kesini. tanya Dimas
" aku mengelola tempat itu bersama sahabat ku.... kapan - kapan akan aku kenalkan padamu, dia sama sepertimu orangnya ceria dan ceplas-ceplos. Kania sambil membayangkan sifat Sofi...
" baiklah.... sebaiknya kita makan dulu aku sudah lapar. kata Dimas karena dia melihat palayan membawa makanan ke arah mereka. mereka makan dengan sesekali berbincang. bahkan mereka terkadang tertawa karena Dimas selalu menceritakan hal-hal konyol.
saat sedang asik ngobrol tiba-tiba handphone kami berdering. itu video call dari Sofi. Kania pun bergegas mengangkatnya.
__ADS_1
" Nia.... teriak Sofi di layar telfon. apa kau ingin mati ha..... tak pernah menghubungi ku kamu sudah bosan dengan sahabatmu ini. Sofi meracau
" ma'af.... aku belum sempat, karena disini terlalu indah untuk di abaikan, jelas Kania.
" dasar.... apa kau punya teman baru disana jadi kau melupakan temanmu ini, sudah satu bulan pergi kau tidak rindu padaku.....?
" tentu saja aku merindukan sahabatku yang cerewet ini... tapi aku disini punya teman baru lihatlah.... Kania mengarahkan telfonnya ke arah dimas, dimaspun melambaikan tangan ke arah Sofi.
" Nia siapa itu.... kenapa tampan sekaliiii. tanya Sofi pada Kania saat melihat Dimas.
" dia teman baruku disini.... jadi untuk sementara posisimu aku gantikan.
" Kania pun mengangguk, rasa sedih di hatinya kini muncul kembali saat Sofi mengingatkan Angga padanya. Sofi yang melihat wajah sahabatnya itu berubah menjadi serba salah.
" Nia maafkan aku...! aku tidak bermaksud untuk....
" tidak pa pa .... tidak perlu minta maaf... ya udah aku tutup dulu.... jaga kesehatan. ucap Kania lalu mematikan ponselnya.
__ADS_1
" kamu kenapa... tanya Dimas pada Kania yang melamun .
" oh gak pa pa.... kilah Clara lalu melanjutkan makannya.
setelah selesai dari cafe kini Dimas mengantar Kania pulang ke apartemennya.
" terimakasih sudah mau nemenin aku seharian ini.... ucap Kania pada Dimas saat sampai di parkiran apartemen.
" santai saja kita kan teman.... ucap Dimas pada Kania. jangan sungkan untuk meminta bantuan padaku jika kau dalam kesulitan... oke.... karena sekaran kita sahabat. kata Dimas lagi sambil mengangkat jari kelingkingnya pada Kania. Kania yang melihat itupun menautkan kelingkingnya di kelingking dimas, mereka sama-sama tertawa bersama.
" kita dah kayak anak kecil aja ya..." kata Kania sambil terus tertawa.
" Dimas terimakasih banyak kamu dah mau jadi teman aku disini... ucap Kania tulus.
" ya gak pa pa.... aku seneng kok punya temen kayak kamu, kamu baik dan cantik lagi... he...he...he, kata Dimas sambil menggerakkan dua alisnya.
" tapi kamu g takut sama aku...? kata Dimas lagi.
__ADS_1
" aku percaya sama kamu...." balas Kania sambil tersenyum.