
Sudah hampir tiga hari angga diluar kota, pekerjaannya juga sudah selesai, kini sebelum kembali dia berniat mengunjungi cafe temannya itu...
" hai ngga.... sapa Dimas saat melihat Angga datang, merekapun berjabat tangan dan pelukan singkat
" wah... rame cafenya, ucap Angga sambil melihat sekeliling.
" ya lumayan lah.... duduk ngga, suruh Dimas sambil menarik kursi untuk temannya itu. lalu diapun memanggil pelayan untuk membawakan mereka dua cangkir kopi.
" gimana pekerjaan kamu disini... lancar? tanya Dimas
" ya begitulah.... jawab Angga singkat. mereka berbincang-bincang banyak hal, tentang
kuliah dulu, juga tentang pekerjaan.
" selamat malam semua" sapa Kania pada
seluruh pengunjung cafe.
" terimakasih sudah selalu setia berkunjung ke sini, dan lagu ini dipersembahkan bagi kalian yang merelakan kekasih kalian untuk orang lain ya, semoga suka dan selamat menikmati.
semua matapun tertuju pada wanita cantik yang sedang bernyanyi itu tak terkecuali Angga....
Pernah aku jatuh hati
Padamu sepenuh hati
Hidup pun akan kuberi
Apapun kan ku lalui
Tapi tak pernah ku bermimpi
Kau tinggalkan aku pergi
Tanpa tahu rasa ini
Ingin rasa ku membenci
Tiba-tiba kamu datang
__ADS_1
Saat kau telah dengan dia
Semakin hancur hatiku
Bagaimana aku bisa lupa
Padahal kau tahu keadaannya
Kau bukanlah untukku
Jangan lagi rindu cinta
Ku tak mau ada yang terluka
Bahagiakan dia aku tak apa
Biar aku yang pura-pura lupa
ohhhhh ohhhhh ohhhh
Tiba-tiba kamu datang
Saat kau telah dengan dia
Semakin hancur hatiku
Bagaimana aku bisa lupa
Padahal kau tahu keadaannya
kau bukanlah untukku
Jangan lagi rindu cinta
Ku tak mau ada yang terluka
Bahagiakan dia aku tak apa
Biar aku yang pura-pura lupa
__ADS_1
ohhh
Bahagiakan dia aku tak apa
Biar aku yang pura-pura lupa.
terimakasih.... ucap Kania sambil tersenyum dan membungkuk. saat itu juga pria yang tidak ingin ditemuinya selama ini berlari dan memeluknya erat. sontak saja Kania kaget, tidak hanya dia seluruh pengunjung cafe juga kaget termasuk Dimas.
Kania masih diam tak merespon pelukan angga jantungnya berdetak sangat cepat, dan tanpa terasa air matanya mengalir....
Angga melepaskan pelukannya dan menatap mata Kania sangat dalam....
" aku merindukan mu...." itulah satu kata yang keluar dari mulut angga, kemudian memeluk Kania lagi... Kania tak bisa menahan hatinya dia melepas pelukan Angga dan berlari meninggalkan Angga....
Angga mencoba mengejarnya tapi gadis itu sudah menghilang....
" kamu kenal Kania.... tanya Dimas sambil memegang pundak temannya itu.
" iya aku mengenalnya dim.... bisakah kau beritahu kemana dia pergi, tanya Angga cemas....
" sebaiknya kamu tidak usah mengejarnya, biarkan dia sendiri dulu.... mungkin dia masih syok dengan kedatanganmu yang tiba-tiba...
jelas Dimas.
kini Angga dan Dimas duduk di ruang kerja milik Dimas.
" minumlah.... kata Dimas sambil menyerahkan satu kaleng minuman pada Angga.
" jadi.... laki-laki yang di ceritakan oleh Kania selama itu kamu ngga. tanya Dimas mencari kebenaran.
" jadi kau tahu tentang aku dan dia"
Dimas pun mengangguk
" semuanya aku tahu, karena Kania menceritakannya padaku.jika kamu ingin menyakitinya sebaiknya tidak usah menemuinya lagi. karena aku yang akan menjaganya. ucap Dimas tegas.
Angga membelalakkan matanya mendengar ucapan Dimas.
" apa kau menyukainya....?? tanya Angga pada Dimas.
__ADS_1
tapi tak ada satu jawaban yang keluar dari mulut Dimas. dia hanya diam dalam pikirannya sendiri.