Maukah Kau Jadi Ibuku

Maukah Kau Jadi Ibuku
Tabrak lari


__ADS_3

Tidak terasa acara pernikahan Kania dan Angga tinggal satu Minggu lagi.


" sof kenapa perasaanku saat ini kurang enak ya..." keluh Kania.


" mungkin karena sebentar lagi hari H jadi kamu merasa gelisah" jawab Sofi.


" mungkin sih ya... "


" ya sudah gak usah terlalu di fikirkan, mungkin setiap orang yang akan menikah pasti akan mengalaminya. kata Sofi menenangkan.


" oh ya sof nanti dari salon temani aku ke makam ayah dan ibu ya, saat gelisah begini aku lebih nyaman di sana, pinta Kania.


" ok... " jawab Sofi.


beberapa saat kemudian Angga menghubungi Kania, dia memberi tahu Kania bahwa hari ini harus pergi ke luar kota untuk menyelesaikan pekerjaannya sebelum acara pernikahannya. Kania pun menyetujuinya.


" tapi kamu hati-hati ya mas, soalnya perasaanku gak enak" kata Kania dalam telfon.


" iya sayang.... aku pasti hati-hati, ya udah aku pergi dulu... bay!! ucap angga sambil menutup telfonnya.


" siapa Nia" tanya Sofi.


" mas Angga, hari ini dia pergi ke luar kota, buat nyelesein kerjaannya. jawab Kania.


" oh gitu... ya udah yuk berangkat"


Kania dan Sofi pun pergi ke salon untuk memanjakan diri mereka, Sofi yang tadinya hanya ingin menemani Kania saja akhirnya dia pun melakukan perawatan juga.

__ADS_1


Kania tampak lebih segar dan cantik setelah melakukan beberapa treatment, tidak hanya Kania Sofi pun juga sama. setelah selesai mereka berkeliling lebih dulu di area mall, hari ini cafe sengaja tutup karena mereka ingin menghabiskan waktu berdua, sebalum nanti Kania menikah dan waktunya akan sedikit berkurang untuk sahabatnya itu.


" Nia makan dulu yuk aku laper" pinta Sofi.


" ayo aku juga laper" ajak Kania.


mereka berdua pun mencari restoran seafood untuk menjadi menu makan siang mereka.


" habis ini jadi ke makam om dan Tante" tanya Sofi.


"jadilah sof.... " jawab Kania.


" kirain setelah nyalon dan jalan-jalan hati kamu dah agak tenang sedikit" ucap Sofi.


Kania hanya tersenyum mendengar perkataan sahabatnya itu.


" hallo" jawab Kania.


" hallo Nia gimana kabarnya...." tanya dimas.


" baik dim.... maaf gak pernah kasih kabar"


" ya aku tahu kamu pasti sibuk nyiapin acara pernikahan kamu kan...?? tanya Dimas.


" mas Angga yang kasih tahu kamu" tanya Kania.


" iya... kemarin dia nelfon aku minta aku datang ke pernikahan kalian"

__ADS_1


" aku sih rencananya mau menghubungi kamu juga... tapi nanti saat udah mau deket hari H, tapi karena sudah di kasih tau mas Angga jadi kamu harus datang ya" pinta Kania.


" ya aku pasti datang" ucap Dimas.


setelah selesai ngobrol dengan Dimas di telfon, kini Kania dan Sofi menuju ke makam orang tua Kania. Kania tampak serius memanjatkan doa.


" habis ini mau kemana lagi" tanya Sofi


" pulang lah sof kan udah seharian kita pergi" jawab Kania.


mereka berjalan ke arah parkiran mobil


" kunci mobil di mana ya sof, apa mungkin jatuh di makam ayah tadi" kata Kania sambil mencari-cari di dalam tasnya.


" aku cari dulu deh disana kamu tunggu disini" ucap Kania.


" aku temenin aja deh" ucap Sofi.


" gak usah kamu tunggu aja disini"


belum sempat Sofi menjawab Kania sudah berjalan dengan sedikit berlari masuk ke area pemakaman.


" Bruuuuk" suara tabrakan yang begitu keras menghantam tubuh Kania.


" Kaniaaaa" teriak Sofi keras. dia berlari menuju ke arah sahabatnya yang terkapar di aspal dengan penuh darah. sedangkan mobil yang menabrak pun pergi begitu saja.


" Kania bangun " teriak Sofi panik, dengan sedikit gemetar dia pun bergegas menelfon ambulance.

__ADS_1


__ADS_2