
" ayah... sapa Raisa saat melihat ayahnya baru pulang kerja. gadis kecil itu pun berlari dan memeluk ayahnya.
" sayang belum tidur.... tanya Angga pada anaknya.
" Ica belum ngantuk...yah.
" nenek kemana...? tanya Bayu sambil menggendong anaknya.
" nenek di dapur... bikin susu buat Ica.
" sayang ini susunnya...diminum sikat gigi terus tidur ya, kata Bu Rahma sambil menyerahkan susu ke Ica.
" baik nek.... kata Ica sambil minum susu, lalu dia pamit pada ayah dan neneknya untuk tidur.
" kamu kenapa sayang.....? tanya Bu Rahma pada Angga.
" gak pa pa mah.... capek aja, ucap Rangga sambil memijit pelipisnya.
" kamu masih memikirkan Kania...? tanya Bu Rahma.
__ADS_1
Angga hanya diam. tak berniat menjawab pertanyaan ibunya. kini pikirannya terlintas kembali wajah cantik Kania saat bersama putri kecilnya, betapa sayang dan telatennya dia merawat putri kecilnya. ada rasa kehilangan, mengapa dia dulu tak memutuskan dengan cepat, kenapa dia tak memantapkan hati dan pikirannya untuk Kania, sehingga kini wanita cantik itu memilih pergi, tanpa tahu dimana keberadaannya.
Angga sudah coba mencari tahu dari sahabatnya, tapi dia juga bilang tak tahu keberadaan sahabatnya itu.
" kenapa setelah dia pergi aku merasa kehilangan Ma...!! kata Angga saat tersadar dari lamunannya. tanpa terasa air matanya mengalir. ibunya yang melihat itu merasa sedih dan memeluk putranya.
" kamu yang sabar ya sayang... jika memang Kania itu jodohmu dan ditakdirkan untuk menjadi ibu Ica, Tuhan pasti akan mempertemukan kalian kembali. Mama selalu berdoa yang terbaik buat kamu.. Bu Rahma mencoba menasehati putranya.
" aku ke kamar dulu ma... Angga melepaskan pelukan Mamanya dan berjalan menuju kamar. Bu Rahma pun mengangguk.
sebelum masuk ke kamarnya, Angga menoleh ke arah pintu di sebelah kamarnya, itu kamar putri kecilnya. dia berjalan dan masuk ke kamar putrinya, dilihatnya gadis kecil itu sedang tertidur pulas. Angga pun mendekati gadis kecil itu mencium kening dan mengelus rambutnya.
" maafkan ayah sayang, ayah belum bisa menjadikan Tante Kania sebagai ibu kamu. kata Angga pada anaknya sambil menangis.
Di apartemennya Kania memandang foto-foto lucu Ica yang dikirim oleh Sofi.
gadis kecil itu terlihat begitu menggemaskan.
" Tante kangen sama kamu sayang, Tante merasa kehilangan kamu di hidup tante.... maafkan Tante karena sudah pergi meninggalkan Ica. kata Kania dalam tangisannya. karena capek menagis akhirnya diapun tertidur.
__ADS_1
keesokan paginya Kania bangun dan bergegas ke kamar mandi, dia menatap wajahnya di cermin.... ternyata matanya bengkak karena terlalu banyak menangis semalam.
" duh bengkak deh ni mata...gumam Kania sambil menunjuk- nunjuk kelopak matanya.
dia pun bergegas mandi, setelah selesai dia mengambil es batu dan mengompres matanya.
sambil mengompres matanya Kania pun menghubungi Dimas untuk minta bertemu.
" Dim sibuk gak....? tanya Kania pada pesan singkatnya.
" gak juga.... kenapa...? balas Dimas pada pesannya.
" mau minta tolong cariin kerjaan, kalo ada.
" mau kerja apa...." tanya Dimas lagi.
" apa ajalah yang penting aku nyaman.
" ok... nanti kita ketemuan ya aku jemput kamu jam sebelas, sekalian makan siang"
__ADS_1
" baiklah aku tunggu"
Kania berencana untuk mencari kerja. dia ingin melupakan sejenak masalahnya, dengan menyibukkan diri dengan bekerja. entah sampai kapan dia akan berada ditempat itu. mungkin saat hatinya sudah mulai baik dia akan kembali.