
sudah hampir delapan bulan Kania pergi, hanya Sofi yang tahu keberadaan sahabatnya itu. Sofi selalu memberikan laporan tentan kedai ice creamnya yang sekarang sudah berkembang pesat menjadi sebuah cafe yang cukup besar.
Sofi juga selalu setia mengirim foto dan video Raisa yang masih sering main ketepatannya. gadis kecil itu selalu setia menanti kedatangan Kania, dia masih berharap Kania bisa menjadi ibunya.
" hai sof..." sapa Kania saat menelfon Sofi
" inget... lo...sama sahabat Lo ini, balas Sofi jutek.
" jangan marah-marah dong Bu nanti cepat tua baru tau rasa Lo...balas Kania menggoda Sofi.
" biarin... emang gue pikirin. tua-tua juga masih tetap cantik. ucap Sofi pede.
Kania hanya tersenyum melihat tingkah konyol sahabatnya itu.
" kapan kamu pulang.... gak kangen pa sama sahabatmu ini....!!! tanya Sofi pada Kania.
" kangen sih tapi nanti lah... aku masih nyaman disini.
" atau jangan-jangan hati Lo dah mendarat sama siapa tuh cowok yang sering Lo ceritain ke gue.... kata Sofi mengingat-ingat.
__ADS_1
" Dimas maksud kamu....?? ya gak lah aku sama dia cuma sahabat gak lebih. jelas Kania.
Kania sering menceritakan tentang Dimas kepada Sofi. Dimas yang selalu membantunya sampai sekarang.
" bukan hanya aku yang kangen... tapi Raisa sama ayahnya juga kangen banget sama kamu.
perkataan Sofi membuat nafas Kania seakan berhenti berhembus.
" maksudnya... tanya Kania ragu".
" aku kasian aja Nia sama ayahnya Ica... setiap hari dia kesini nanyain kamu, tapi setiap dia datang aku menghindar. aku gak mau sampai keceplosan ngomong tentang keberadaan kamu. gadis kecil itupun sama. aku jadi gak tega. apa tidak sebaiknya kamu pulang dan memberinya kesempatan.
" tapi aku tidak mau merusak hubungan orang... hatiku terlalu sakit dulu dikatai sebagai pelakor dan perempuan gak tahu diri. jelas Kania kini ingin rasanya air matanya tumpah.
kini hati yang sudah tenang terusik kembali dengan kata-kata sahabatnya. seketika air mata Kania tidak bisa ditahan lagi.
" maafkan aku Nia... aku tidak bermaksud untuk melukai hatimu, sejujurnya aku hanya ingin melihat kamu bisa bahagia. ucap Sofi setelah menutup telfonnya.
" permisi pak besok bapak harus pergi ke luar kota untuk membicarakan proyek baru kita, klien kita minta bapak sendiri yang kesana... jelas sekertaris Angga.
__ADS_1
" pak...." panggil sekertaris Angga yang melihat bosnya itu sedang tidak fokus.
" oh iya... maaf. jawab Angga yang tersadar.
" jam berapa saya harus berangkat.... tanya Angga pada sekertarisnya.
" pesawat bapak berangkat jam delapan pagi.... jelas sekertaris Angga.
" baiklah kamu siapkan berkas-berkas yang akan saya bawa besok.
" baik pak kalau sudah tidak ada yang lain saya permisi dulu".
Anggapun mengangguk pada sekertarisnya. kini dia segera menyelesaikan pekerjaannya dan bergegas pulang untuk menyiapkan keperluan yang akan di bawa besok.
" ayah... sapa Ica saat melihat ayahnya sudah pulang.
" tumben ayah pulang cepat.... tanya Raisa.
" iya sayang besok ayah mau berangkat keluar kota untuk beberapa hari, jadi Ica dirumah sama nenek ya, kata Angga memberitahu Ica.
__ADS_1
gadis kecil itupun mengangguk
" anak pintar... anak ayah sekarang sudah besar ya, puji Angga sambil mengelus kepala anaknya.