Maukah Kau Jadi Ibuku

Maukah Kau Jadi Ibuku
Persiapan pernikahan


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu kini Angga dan Kania tengah mempersiapkan acara pernikahan mereka.


" mau kemana hari ini, tanya Kania pada Angga" .


" kita ke butik dulu hari ini buat viting baju pengantin, asistenku tadi sudah menghubungi desainer, jelas Angga.


" aku gak mau yang berlebihan ya mas.... pokoknya yang sederhana aja" jelas Kania.


" iya sayang.... kamu pilih aja nanti" ucap Angga.


mereka pun sampai di butik, disana mata Kania di manjakan dengan berbagai gaun pengantin yang cantik dan anggun.


" yuk masuk" ajak Angga.


" hemm" ucap Kania sambil mengangguk.


" siang..... pak Angga sudah di tunggu mis Maya di dalam" kata pegawai butik.


Angga pun mengangguk, mereka pun masuk kedalam ke ruangan Maya sang desainer.


" hallo ga...." ucap Maya sambil memeluk Angga.


" Kania kenalin ini maya.... dia sahabat ku waktu SMA dan kuliah" jelas Angga.


" hallo.... Maya" ucap Maya memperkenalkan diri.


" Kania" jawab Kania.


" jadi ini wanita yang di ceritain angga cantik ya...." puji Maya.

__ADS_1


" gak kok mbk, biasa aja" jawab Kania.


" ya udah yuk aku dah siapin baju buat kamu" ucap Maya.


Kania pun mencoba kebaya modern yang di siapkan oleh Maya, Angga yang melihat Kania pun menganga kagum melihat Kania dengan kebaya yang di siapkan oleh Maya.


Angga terpana melihat Kania yang memakai kebaya pengantin itu.


" cantik banget" gumam Angga dalam hati lalu dia pun mengambil handphonenya dan memotret Kania.


" mas apaan sih....? jangan di foto malu ah, ucap Kania.


" ngapain malu sayang, kamu cantik banget" jelas Angga sambil memegang kedua pipi Kania dan mencium keningnya.


" ehm...ehm... he jangan mesra-mesraan di sini. kalian anggap aku ini apa.... obat nyamuk atau kalian pikir dunia ini hanya milik kalian berdua yang lain ngontrak... gitu" omel Maya,


setelah selesai mencoba baju pengantin merekapun pergi ke sebuah mall menuju toko perhiasan, Angga dan Kania pun memilih sepasang cincin kawin untuk mereka


" sayang makan dulu yuk aku laper" kata Angga.


" iya mas aku juga..... dari tadi perutku sudah meronta-ronta minta di isi. jawab Kania.


mereka pun menuju salah satu restoran di mall itu. begitu mesra Angga memperlakukan Kania. dia ingin menunjukkan kepada Kania bahwa dia benar-benar mencintainya.


tanpa mereka sadari, sepasang mata mengikuti mereka dari jauh, dari mereka masuk mall hingga makan di restoran.


" aku tidak akan membiarkan pernikahan itu terjadi" ucap Elisa dalam hati.


" mas aku ketoilet dulu ya" ucap Kania.

__ADS_1


" mau aku antar.... ? ucap Angga menggoda Kania.


" gak usah lah emang aku anak kecil"


Kania pun berlalu meninggalkan Angga.


" aku butuh bantuan kamu untuk melenyapkan seseorang" kata Elisa dalam telfonnya.


" kita ketemu besok" ucap Elisa saat di toilet .


" deg" hati Kania bergetar mendengar suara di toilet sebelah, sepertinya dia mengenali suara itu. setelah selesai dia pun mengintip sedikit dari pintu kamar mandi. ternyata benar itu suara Elisa yang didengarnya.


" siapa yang akan di lenyapkan Elisa" ucap Kania dalam hati.


Kania pun kembali menemui Angga, dia masih memikirkan kata-kata Elisa.


" sayang kamu kenapa" tanya Angga.


" hem..." gak pa pa mas.


" aku capek boleh kita pulang sekarang" kata Kania.


" tapi kamu belum makan Kania" tanya Angga.


" aku capek"


" baiklah ayo kita pulang"


Angga pun mengantar Kania pulang, Kania tampak gelisah memikirkan kata-kata Elisa.

__ADS_1


__ADS_2